PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Robin Beraksi


__ADS_3

Mr Robin si singa jantan yang super arogan itu pun ahirnya runtuh oleh kabar yang dibawa mantan sahabatnya dan Tama putranya, Robin menangis dalam diamnya, Mr Robin menggigil mengingat apa yang pernah dia lakukan pada Herman dan juga Lusi terlebih kepada darah dagingnya sendiri.


Robin ingin sekali menghajar wanita rubah yang selalu menghasutnya. emosinya memuncak rahangnya pun mengeras dengan sendirinya.


"Awas saja kamu wanita sial, kita lihat bagaimana kamu mampu menerima balasan yang akan ku berikan, ini akan jauh lebih perih dari apa yang kamu berikan pada putriku." guman Robin, dia pun segera meminta beberapa ajudanya yang ada di Indonesia untuk menculik Luna.


Tak menunggu waktu lagi Mr Robin langsung meminta pada asistenya untuk menyiapkan jet pribadinya segera.


.....


Indonesia..


Luna sedang bersenang senang dengan dengan beberapa teman arisan nya, sungguh luar biasa beberapa pria brondong pun tak lupa mereka sajikan, siapapun yang menang kali ini maka mereka boleh menyantap hidangan istimewanya.


Luna dan teman temannya terkejut mana kala pintu vila yang mereka sewa untuk bersenang tiba tiba didobrak oleh beberapa preman yang dia sendiri pun mengenalnya.


"Ada apa ini?" tanya Luna.


Tanpa banyak bicara para preman itu pun membawa Luna dan memasukanya kedalam mobil jeeb mereka, tentu saja Luna berteriak tak terima, para praman itu pun geram, tanpa disuruh mereka pun menutup mulut Luna dengan lakban serta mengikat tangan nya dengan tali plastik.


Luna terus saja meronta, tapi sia sia, para preman itu lebih kuat darinya, sesampainya ditempat tujuan Luna langsung disekap disebuah kamar kosong yang gelap dan mengerikan.


Luna belum bisa berfikir jernih, dia lebih fokus pada ketakutanya kali ini, berteriak dan meronta pun percuma, dia sendirian sekarang diruang gelap ini.

__ADS_1


Hampir 10 jam para preman itu menyekapnya, tanpa Luna sadari dia pun kelelahan dan tertidur di kursi dimana dia diikat.


Robin pun datang dengan gagahnya di tempat dia menyuruh para ajudanya untuk menyekap Luna.


"Bangun kan dia." perintah Robin pada para pengikutnya, mereka pun mengambil seember air dan menyiramkannya tepat di wajah Luna, Luna pun gelagapan terkejut, preman itu juga membuka penutup nulut Luna.


"Haaahhhh, apa ini." pekik Luna.


Dengan santainya Robin menyunggingkan senyum liciknya.


"Enak sekali tidurmu, apa aku menggangu tidurmu honey." ucap Robin seperti biasa.


"Apa salahku brengsek, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?." tanya Luna.


"Apa salahmu, hahahahaha sepertinya kamu amnesia sayang." jawab Robin sambil tertawa lepas.


"Jadi perlu aku ingatkan semua bagaimana kamu pengelabuhiku selama ini hah." bentak Robin dan Pllaaaaakkkkk....Tamparan keras mendarat dipipi mulus Luna, Luna pun menjerit kesakitan.


"Gila kamu Robin." bentak Luna.


"Aku gila, ini belum seberapa sayang dibanding perlakuanmu terhadap putriku." ucap Robin sambil menepuk pipi Luna.


"Putri, putri siapa Robin kamu jangan ngarang." Luna masih belum paham dengan apa yang Robin maksud.

__ADS_1


"Hahahaha, kamu tidak berhak mengetahui apapun tentangku wanita ******, dengarkan aku baik baik, aku tidak perduli bagaimana caramu nanti yang jelas dan yang aku mau kamu kembalikan semua harta warisan yang kamu curi dari Hetman dan Lusi, kamu kembalikan semua itu pada tempatnya, jika tidak maka nyawamu pun tak bisa kau pakai untuk membayarnya." Bisik Robin tepat ditelinga Luna, membuat jantung dan bulu kuduk Luna merinding.


"Bagaimana kamu bisa berbuat seperti ini Robin, bukankah kita menikmatinya bersaman hah." Luna yang merasa terpojok langsung naik pitam.


"Menikmatinya bersama hahahahaha, kapan aku makan uangmu wanita gila, kalau menikmati tubuhmu iya tapi kalau uang curianmu perlu kamu ingat ingat lagi hahahaha." Robin menepuk pipi Luna lagi, membuat Luna merasa direndahkan.


"Kamu gila Robin." umpat Luna kasar.


"Aku akan lebih gila dari ini sayang jika kamu tak bisa mengembalikan semua aset Herman pada tempatnya, atau..." ancam Robin.


"Atau apa Robin?" tanya Luna berani.


"Tubuhmu akan ku berikan pada anak buahku, lumayan untuk bisa memuaskan mereka hahahahaha." ucap Robin seraya melangkah hendak meninggalkan ruangan itu, tapi dia pun berbalik dan memberikan peringatan lagi pada Luna.


"Lepaskan dia, aku beri kamu waktu tiga hari jika kamu gagal maka kamu akan menerima akibatnya(tunjuk Robin pada Luna), jangan coba coba kabur, awasi dia jangan sampai lolos." perintah Robin dia pun meninggalkan ruangan gelap itu.


Bukan Luna namanya jika mengenal takut, otaknya pun kembali mencari cara untuk mengelabuhi Robin.


....


Robin menyuruh anak buahnya untuk mencari tau kabar dan keberadaan keberadaan putri semata wayangnya, kabar terahir yang dia dapat adalah Laras sudah menikah dengan Tama putra dari Bramantyo mantan sahabatnya.


Tanpa dia sadari Robin bahagia karena dia sekarang telah menjadi seorang opa, sekarang dia tak sendiri dia punya Laras dan juga cucunya.

__ADS_1


Robin meminta asistenya untuk membuat janji bertemu dengan menantunya sebelum hatinya benar benar siap untuk mengakui siapa dirinya sebenernya pada Laras.


Bersambung....


__ADS_2