PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Rasa Yang Terpendam


__ADS_3

Laras turun dari mobil Tama masih dalam diamnya, Tama menunggu Laras benar benar masuk kedalam rumah baru dia mengijak pedal gas mobilnya lagi, perasaan bingung berkecambuk lagi dihati Tama, haruskah dia maafkan Laras yang dinilainya berhianat, dia juga memikirkan keadaan istrinya yang sepertinya dibohongi oleh keluarganya.


Tama penasaran, dia pun putar balik kerumah orang tuanya, ingin tau lebih jelas apa yang sebenernya terjadi pada istrinya.


Sesampainya disana keadaan rumah sudah gelap mungkin papi dan maminya sudah tidur. Tama memutuskan untuk kembali keapartemenya.


Tama membuka aplikasi diponselnya membuka kembali nomer Laras yang sempat dia blokir, disana hampir 100 kali Laras mengirim pesan untuknya, dibacanya pesan itu satu persatu Tama tersenyum karena dia merasa bahwa Laras sangat mencintainya.


Laras berhenti mengirim pesan terhitung dari pertengkaran terahir mereka, membuat Tama sedikit kecewa.


" Sudahlah semua sudah terjadi, semoga setelah ini dia mendapatkan kebahagiaan tanpaku." gumam Tama sambil melepas bajunya dan menganti pakaianya dan bersiap untuk tidur.


Tama memilih mengunci rapat hatinya untuk siapapun termasuk kehadiran buah hati yang masih dia ragukan, Tama memang manusia unik selalu memakai otaknya dari pada bisikan hatinya. Dengan segala rasa yang berkecambuk didadanya Tama pun memilih memejamkan matanya dan mengistirahatkan jiwa raganya.


....


Kali ini Laras tak bisa memejamkan matanya lagi seperti kemarin bukan karena ulah suami egoisnya tapi lebih ke masa lalu keluarganya.

__ADS_1


"Bagaiamana sekarang aku mencari tau aku tak kenal siapapun yang berhubungan dengan ayah selain papi, haruskah aku pasrah menunggu papi memberi info, atau aahhh...Ya Tuhan bantu aku." gumam Laras bicara pada dirinya sendiri.


Keesokan harinya..


Tama melihat Laras keluar dari mobil yang dikedarainya, Tama masih setia memperhatikan belahan jiwanya, dia melihat tali tas Laras tersangkut di pintu mobil yang barusan tertutup. ketika menarik tasnya Laras hampir jatuh.


"Dasar wanita ceroboh, untung ga jatuh." gerutunya, Tama pun keluar dari mobil dan membantu Laras membetulkan tasnya yang tersangkut, dia menerima tas nya dengan senang hati sayang tali tas itu putus.


"Makasih. "Laras menatap orang yang menolongnya, tentu saja dia tertegun, dia tak menyangka bahwa yang membantunya adalah Tama.


"Ya putus." ucap Laras spontan, Tama melepas kaca matanya dan malah memarahinya.


"Maaf, besok besok saya akan lebih hati hati." jawab Laras. Tama mengeluarkan dompetnya, mengambil gold card dari dompetnya dan memberikanya pada Laras.


"Kamu beli aja pakek ini, awas kalau ga dipakek, aku hukum kamu." ancamnya, Tama memang tau bahwa Laras tak pernah memakai uangnya, makanya dia mengancam.


Selalu, semaunya sendiri, Laras wanita pendiam ini pun sangat malas meladeni sifat batu suaminya, dia mengambil card itu tanpa protes.

__ADS_1


"Aku mau berangkat ke Surabaya pagi ini." ucap Tama pelan, Laras mengangukan kepalanya tanda menyetujui, Tama melihat kekanan dan kekiri sepi tidak ada siapapun, tanpa aba aba Tama mengecup bibir Laras sekilas lalu pergi meninggalkan Laras yang masih menata hati nya yang gugup.


Tama memakai kaca matanya kembali dan masuk kedalam mobil, Laras menatap kepergian suaminya dengan doa yang terbaik. bagaimanapun Tama adalah suaminya orang yang sekarang mengisi dunianya, Laras tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya, ingin sekali dia membenci pria arogan tak berperasaan itu tapi tak bisa, hatinya selalu memaksanya untuk selalu mencintainya dan menyayanginya tanpa batas, Laras berharap suatu hari nanti Tama akan mengerti. bahwa dia tak pernah menghianatinya walaupun dalam fikiranya.


Laras menyelesaikan pekerjaanya dengan baik, hari ini dia memantapkan pilihanya untuk benar benar mengundurkan diri dari perusahaan Tama, dia tak ingin sahabat sahabatnya tau akan sesuatu yang sedang dia rahasikan.


Sebelumnya teman nya yang ada di Paris juga sudah mengirim pesan padaya bahwa salah satu rumah mode disana bersedia bekerja sama dengannya, mereka sangat antusias atas karya karya Laras, Laras mendapat undangan ke Paris bulan depan untuk menandatangi kontrak kerja sama itu.


Laras belum menemukan cara untuk memberi tahu Tama tentang kabar ini, Laras takut Tama tak akan mengizinkanya mengingat laki laki yang Tama cemburui adalah temanya yang dari Paris itu, Laras hampir stres memikirkan ini.


.....


Sesuai janjinya pada Laras, pak Bram pun mencari tau rahasia apa yan disembunyikan oleh Antok dan Luna, kenapa mereka berdua membohongi Laras selama ini.


Berkat bantuan para kolega dan orang kepercayaanya ahirnya pak Bram mendapatkan sedikit petunjuk, yaitu pengacara keluarga Laras yang menghilang bagai ditelan bumi.


Jika dia bisa mencari dimana keberadaan pengacara itu maka semua teka teki ini akan segera terjawab, dan mereka semua kan mengetahui rahasia besar dibalik meninggalnya ayah Laras, karena pak Bram curiga ayah Laras bukan meninggal karena serangan jantung, kecurigaanya mengarah pada tindak pidana pembunuhan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2