
Berkali kali Izal menghubungi bos nya, setelah beberapa panggilan dia lakukan ahirnya Tama pun mengangkatnya.
Tama: "Hallo Zal."
Izal: " Bos maaf saya kena masalah bos tenyata saya dijebak bos, mereka memakai cara kotor dengan memberikan saya obat perangsang dan.." Izal tak meneruskan kata katanya karena wanita disamping nya kembali menangis bahkam wanita itu hendak membuka pintu mobil disaat mobil masih melaju untung dengan cepat Izal mengunci pintu itu.
"Mbak jangan mbak, tolonglah saya mbak tenanglah sedikit, ijinkan saya mencari solusi dari masalah yang menimpa kita oke." ucap Izal sambil memenangkan wanita disampingnya, disamping itu panggilan telpon nya dengan Tama juga masih terhubung.
Tama:" Hallo Zal, apa kamu masih disitu?"
tanya Tama.
Izal:" Masih bos, saya juga membawa wanita yang terjebak bersama saya, kami berdua sedang dicari oleh mereka saya bingung bos mau cari tempat perlindungan dimana untuk wanita ini." jawab Izal.
Tama: "Kamu bawa dia kerumah aja Zal, Insya Allah aman sambil kita cari solusi buat kalian biar aku menghubungi Aldo kita bicarakan masalah ini, kurang ajar sekali mereka berani sekali mereka bermain kotor." umpat Tama.
Izal :" oke bos terimakasih banyak bos." jawab Izal kemudian dia pun melajukan kendaraanya ke rumah kediaman Demitri dimana bos nya tinggal.
Sesampainya dikediaman Demitri Izal pun memarkirkan mobil nya dan kembali menenangkan wanita yang ada disampingnya yang kembali menangis dan tak ingin turun.
"Mbak turun dulu yuk, Insya Allah kamu aman disini aku akan nglindungi kamu sampai kamu benar benar aman." ucap Izal mencoba menenangkan.
"Aku ga kenal kamu."jawab Wanita itu.
"Aku bukan orang jahat mbak, mbak kan denger sendiri kita sama sama dijebak." Izal berusaha membela dirinya.
"Enggak kamu udah perkosa aku semalem." jawab wanita itu kembali menangis histeris dan meringkuk dijok mobil Izal.
"Maaf mbak seandainya mereka ga masukin obat sialan itu aku ga akan mungkin nglakuin itu kali mbak, kalau pas sadar gini ya mana aku berani." tambah Izal lagi.
Wanita itu diam, dan Izal menambahkan lagi kata katanya.
"Mbak percayalah aku akan bertanggung jawab jika nanti terjadi sesuatu padamu, misalnya kalau kamu mengandung dari perbuatan tak baik kita." ucap Izal.
"Aku ga percaya sama kamu." jawab wanita itu.
"Baiklah (Izal mengeluarkan dompet) ini mbak pegang kalau seandainya aku lari dari tanggung jawab mbak boleh laporin aku kepolisi oke." ucap Izal, wanita itu pun mengambil dompet Izal dan menggegamnya.
"Sekarang kita turun ya, tolong percayalah padaku sekali ini aja mbak." pinta Izal, wanita itu hanya mengangguk.
__ADS_1
Izal membuka pintu dimana wanita itu berada, kelihatanya dia masih susah berdiri, Izal pun kembali menggendongnya dan membawa wanita itu masuk kedalam rumah Tama, tentu saja ini sangat memalukan baginya terlebih aibnya akan diketahui oleh orang lain selain mereka berdua, Tama sudah menunggu kedatangan Izal didepan rumah.
"Maaf bos, boleh saya pinjam kamar untuk nya dia sangat ketakutan bos." pinta Izal pada Tama.
"Tentu saja bawa dia kekamar tamu aku akan meminta istriku untuk menyiapkan baju untuknya." jawab Tama.
Izal pun membawa wanita itu kekamar tamu rumah Tama, dia menurunkan wanita itu diranjang dan berkata "Kamu ga papa kan kalau kamu aku tinggal disini bentar, jangan kemana mana ya aku mau ngobrol dulu sama bosku membicarakan masalah kita, nanti kalau ada apa apa kamu hubungi aku ya." Wanita itu kembali mengangguk tanda mengerti, Izal pun mengetik kan nomer ponselnya pada handphone wanita itu.
Sebelum meninggalkanya Izal memeluk tubuh wanita itu dan mengusap punggung serta rambutnya.
"Jangan nangis lagi ya semua akan baik baik saja, aku kan mencari solusi terbaik untuk masalah kita oke," wanita itu kembali tak menjawab dengan suaranya dia hanya mengangguk tanda paham akan pesan Izal.
Izal menyelimuti tubuh wanita yang semalam dinodainya dengan selimut hangat dikamar itu, dia terlihat masih sangat kesakitan dan takut, Izal sampai bingung bagaimana cara supaya wanita ini tak ragu padanya, Izal meninggalkan wanita itu sendiri dikamar, tapi Tama sudah berpesan pada istrinya untuk menemani wanita itu dan memberikan baju yang layak untuknya.
Tama dan Aldo sudah menunggu Izal di ruang kerjanya tanpa menunggu waktu lagi Izal pun segera menyusul kedua bos nya.
"Sory bos sudah menunggu lama, dia ketakutan bos saya jadi tak tega." ucap Izal sambil mengusap air mukanya dengan kasar.
"Bagaimana ini bisa terjadi Zal?" tanya Tama.
"Mereka mengira aku adalah anda bos, makanya mereka nekat menjebak ku dengan memasukan obat laknat itu kedalam minumanku, dan aku melakukannya bos, aku memperko aaahhh astaga aku bisa gila karena ini." ucap Izal menyesali perbuatanya.
"Astaga, ini gila Zal." ucap Aldo.
"Apa lo mau tanggung jawab padanya Zal?" tanya Tama.
"Ga ada pilihan lain bos, kalau dia mau saya bertanggung jawab pastinya saya akan menikahinya." jawab Izal.
"Bagus itu baru laki laki sejati bro gue salut sama elo." Aldo memgacungkan jempol pada sahabatnya.
"Entah apa yang gue lakukan bos sampai dia ga bisa jalan gitu ahh Ya Tuhan jahat sekali bos saya." Izal terus merutuki dirinya sendiri.
"Kan lo nglakuinya juga dibawah alam bawah sadar elo Zal, kita maklumi kok." jawab Tama.
"Mana ini yang pertama lagi buat dia." ucap Izal.
"Ya namanya juga musibah Zal, tapi hoki juga lo." ucap Aldo setengah menggoda.
"A**ir lo br*ngs*k, teman kena musibah lo ketawain." umpat Izal sambil melempar sesuatu kearah Aldo.
__ADS_1
"Musibah membawa berkah, suka kan lo." tambah Aldo.
"Untung nya bukan elo bang yang pergi, kalau elo bisa habis lo disama kak Laras." ucap Aldo
"Bener banget Al, untung duren kita yang kena jebak." Tama ikut ikutan menggoda Izal.
"Ga asik kalian teman kena musibah malah dikatawain." umpat Izal memelas malas.
"Musibah membawa berkah ma siapa yang nolak." Aldo kembali berulah.
" Al mereka ga bisa didiemin, cari tau tentang perusahaan brengsek itu, pelajari sepak terjang mereka jangan ampuni mereka gue ga mau mereka lolos." perintah Tama.
"Siap bang, anak buah kita sudah mulai melacak jaringan mereka." ucap Aldo masih sibuk dengan laptopnya.
"Ini gila bang, banyak banget yang kerja sama dengan mereka mungkinkah mereka awalnya juga dijebak." tebak Aldo.
"Bisa jadi Al, cari info juga tentang para patner perusahaan gila itu." suruh Tama, Aldo dan Tama masih sibuk mencari info tentang perusahaan brengs*k itu sedangkan Izal bergelut sendiri dengan pikiranya, pikiranya masih berpusat pada wanita yang ditidurinya semalam.
.....
Disisi lain Laras menjalankan perintah suaminya, dia pun menyiapkan baju untuk tamu mereka, Laras membawa paperbag itu kekamar tamu dimana wanita yang dimaksud suaminya itu berada.
Laras masuk kedalam kamar itu dia melihat seorang wanita sedang meringkuk diranjang dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Mbak." sapa Laras.
Wanita itu pun menoleh betapa terkejut nya Laras bajwa wanita yang dimaksud suaminya adalah sahabatnya dia adalah Niken.
"Niken." wanita itu pun bangun dari tidurnya
"Ras."
"Ken lo kenapa?" tanya Laras gugup dan juga bingung melihat keadaan sahabatnya yang berantakan.
"Gue gue diperkosa Ras." jawab Niken.
"Hah, siapa yang melakukanya Ken?" tanya Laras.
"Cowok yang punya dompet ini Ras." jawab Niken sambil memberikan dompet Izal pada Laras, Laras pun membuka dompet itu dan mbaca identistas pemilik, muka Laras langsung memerah, dia marah.
__ADS_1
"Lo tunggu disini sebentar Ken, gue yang bakal bikin perhitungan sama ni orang." ucap Laras dengan nada marahnya, Niken belum sempat menjelaskan kejadian sebenernya tapi Laras sudah terlanjur pergi, duh matilah sekarang mas Izal nasibmu diujung tanduk silahkan nikmati kemarahan ibu bosmu.
Bersambung....