PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Bodoh atau Lugu


__ADS_3

Laras beranjak dari ranjang bersiap masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, Tama tak mau ketinggalan dia pun segera menyusul istrinya, heran deh nempel terus kayak pengantin baru aja. memang ini yang Tama ingin kan mengikuti kemanapun Laras pergi jika dipikir pikir Tama harus berterimakasih pada mami papinya karena telah memberikan nya hadiah terindah dalam hidupnya.


"Mamas ngapain ngikuti Laras ke kamar mandi." ucap Laras ketika hendak menutup pintu kamar mandi.


"Daddy mau ikut kemanapun mami pergi." jawab Tama dengan muka sok imutnya.


"Dih mamas malu." balas Laras.


"Dulu sering kan kenapa sekarang malu." Tama tak mau kalah, dia berfikir harus selalu dapat yang dia mau termasuk ijin ikut istrinya mandi.


"Ya Tuhan mamas, keburu habis ni waktu subuhnya ya ampun, ayolah biar Laras cepet mandinya." jawab Laras sambil mendorong pelan dada suaminya.


"Pakai celana yang bener jangan begituan doang ntar ada yang masuk." suruh Laras.


"Cium dulu baru nurut." rayu Tama, Laras mendekatkan wajah ke Tama bagai dikasih hidangan yang lezat Tama kembali mendorong halus tubuh istrinya, Tama sungguh luar biasa akal licik nya selalu bisa melumpuhkan lawan nya, Laras kembali pasrah dan menuruti keinginan suaminya untuk mandi bersama, Tama tersenyum bahagia karena merasa menang.


Tama membantu istrinya mengeringkan rambutnya.


"Mamas boleh minta tolong ga?"tanya Laras.


"Apa sayang."


"Bra sam CD Laras yang ada dikamar ini ga ada yang buat boleh diambilin dikamar Zia, mamas malu ga?" tanya Laras.


"Ga nanti aku minta sus buat ambilin, nanti biar mamas yang bawa kesini." jawab Tama.


"Makasih mamasku sayang."


"Sama sama ratuku." cup.... Tama memberikan kecupan sekilas dibibir pink istrinya.


Tama merapikan lagi sajadah dan mukena istrinya kemudian dia segera pergi ke kamar Zia untuk mengambil barang pesanan Laras.


Ketika masuk kekemar Zia dia melihat Zia sedang dikuncir oleh sus nya.

__ADS_1


"Hay inces nya daddy pagi." sapa Tama.


"Pagi daddy." jawab Zia dengan senyum termanisnya, dia anteng sekali ketika tangan sus nya dengan terampil menguncir rambut gadis manis ini.


"Siapa ini yang dipeluk?" tanya Tama.


"Inces Anna daddy." jawab Zia.


"Lah yang temen bobo itu siapa?" goda Tama sambil menunjuk boneka berwarna putih segede putrinya diranjang Zia.


"Olav daddy tata mami itu daddy hoyeh puyuk enak daddy." jawab Zia, Tama hanya bengong belum terlalu paham dengan apa yang putrinya ucapkan.


"Apaan Sus?" tanya Tama pada pengasuh Zia.


"Kata Adek itu boneka Olav pak, mami bilang boneka itu kayak bapak enak kalau dipeluk." jawab Mbak Sus sambil tersenyum malu, sebenernya dia hendak menertawakan majikanya tapi tapi takut dimarahin.


"Hah, emang istriku suka bilang aku mirip sama boneka jelek itu Sus?" tanya Tama masih penasaran.


Pengasuh Zia hanya tersenyum pertanda iya adalah jawabanya.


"Enggak pak Ibu tak pernah jelek jelekin bapak depan Zia, ibu selalu cerita yang baik baik soal pak, cuma kalau Zia kangen bapak, ibu selelu bilang peluk olav aja rasanya sama gitu." jawab Mbak Sus Zia.


"Hah, pelukanku disamain sama boneka jelek ini, enak aja dia ayo dek kita protes sama mami, ga terima daddy dikatain samain dengan boneka bau ini." ucap Tama terlihat emosi membuat pengasuh Zia sedikit takut.


"Pak pak sabar pak, nanti saya bisa dimarahin ibu pak." Mbak sus berusaha memohon pada majikan nya.


"Aku sama dia tampanan siapa sus?" tanya Tama lagi.


"Tampan bapak lah." jawab Mbak sus lugu padahal dalam hatinya dia bilang sama bapak hihihi.


"Awas kamu boong potong gaji kamu." hardik Tama.


"Ampun bapak ya Allah."

__ADS_1


"Ga ada ampun , ayo dek kita protes sama mami." ya ampun Tama kalau hatimu lagi seneng semua orang yang kamu temui pasti kamu isengin, Tama menggendong Zia dan membawanya masuk kekamarnya, saking asiknya dia ngejailin sus nya Zia sampai lupa pesanan istrinya.


"Mami." sapa Zia.


"Hay cantiknya mami udah wangi ya." ucap Laras, Zia pun bergelut manja dileher Laras dan menciumi pipi maminya, Tama duduk disofa tanpa menghiraukan mereka.


"Mas, mana pesanan Laras?" tanya Laras, duh lupa batin Tama, untuk menutipi kebodohanya Tama meneruskan mode marahnya.


"Ga tau."jawab Tama ketus.


"Loh kok ga tau katanya tadi iya mau ngambilin, lupa ya?" tanya Laras sambil melangkah mendekati suaminya.


Mulut Tama diam, dia menyilangkan kakinya dan menggoyang goyangkanya.


"Enggak sengaja daddy, daddy marah sama mami." ucap Tama.


"Loh kok marah emang kenapa?" tanya Laras penasaran.


"Daddy mayah olav mami." jawab Zia, seketika Laras tertawa dan memukul lengan suaminya sangking gemasnya.


"Hahahahha, ya ampun daddy gitu aja ngambek, enggak daddy, daddy tampan kok ga kayak olav, ya dek daddy tampan ga ada kan yang bilang daddy kayak olav." ucap Laras sambil masih menertawakan sifat kekanak kanakan Tama.


"Mami." tunjuk Zia.


"Tu kan adek aja bilang kalau daddy kayak olav mami yang bilang." balas Tama.


"Ya Tuhan daddy enggak ih, mami g bilang gitu mami bilang nya kalau Zia kangen daddy peluk olav aja sama kok rasanya, gitu mami bilang bukan nyamain ketampanan daddy dengan olav ya ampun hahahaha daddy ini kembali menggemaskan." ucap Laras sambil memeluk putrinya, Laras mencolek dagu Tama agar Tama tersenyum.


"Tu kan nyamain pelukan daddy sama dengan boneka jelek itu, ga sama lah enakan daddy."jawab Tama kembali cemberut.


"Iya sayang tampan nya mami kesayangan dedek Zia dan baby twins kamu yang terbaik tertampan dan termanis pokoknya ya, jangan marah lagi sekarang ambilin mami bra sama CD ya, malu mami kalau keluar kamar ga pakai, oke sayang." rayu Laras, masih dengan perasaan jengkelnya Tama pun menurut, dan kembali keluar untuk mengambilkan apa yang istrinya mau.


Laras kembali menertawakan suaminya, dia itu sebenernya bodoh atau lugu sih hah, menggemaskan sekali.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2