PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Tawaran Nikah Kontrak


__ADS_3

Sharon masih belum mau beranjak dari ranjang Aldo, dia masih memikirkan apa yang akan terjadi didepanya hatinya benar nenar hancur sekarang, orang yang sangat dicintainya tega menghianatinya tega menginjak harga dirinya, hampir membuatnya masuk kedalam neraka, untung Aldo baik jika tidak habislah dia karena kecerobohanya.


Aldo masuk kedalam kamarnya lagi, dia berjalan menghampiri Sharon yang masih menangis dalam diam nya, dia duduk disisi ranjang dimana Sharon mencurahkan perasaan nya.


"Ya ya basah deh bantal gue." goda Aldo, Sharon tersenyum.


"Sana jangan deketin gue dasar musang mesum." jawab Sharon sambil menyembunyikan wajahnya karena malu, Aldo tersenyum mendengar jawaban Sharon.


"Dih siapa yang mau deketin perempuan jadi jadian kayak elo hah, gue cuma sayang ama bantal kesayangan gue lo banjirin pakek air mata sama ences elo." Aldo kembali membikin ulah.


"Enggak ya gue bobonya ga ngences." Sharon pun segera duduk dan menggulung rambutnya, tanpa dia sadari dia kembali melakukan kesalahan, tentu saja itu membuat Aldo tertawa senang.


"Ngapain lo ketawa musang."


"Tau ah, cepetan mandi sana gue antar pulang." Aldo beranjak dari duduknya hendak melangkah keruang gantinya.


"Ga gue ga mau pulang sebelum lo jawab iya mau nikah kontrak ama gue." ucap Sharon, ya elah ni anak itu lagi yang dibahas batin Aldo.


"Ogah gue nikah ama lampir, lagian ni ye lampir ama musang mana cocok." jawab Aldo asal.


"Ya udah lo jadi jin tomang deh biar kita cocok kan sama sama lelembut ya ya plis." Sharon sudah gila rupanya, dia beranjak dari ranjang dan segera memeluk lengan Aldo, kembali dia tak menyadari apa yang dia pakai, hanya kaos oblong dan celana dalam, Ya Tuhan ujian apa ini huuuffff gue laki laki bodoh, Sharon masih bergelut manja dilengan Aldo, Aldo meliriknya lagi bahkan sekarang PD Sharon penempel dilenganya, Aldo menghela nafasnya lagi dalam dalam.


"Huufff, lepasin dulu lengan gue lampir."


"Ahhh ga mau jawab iya dulu." rayu Sharon dengan manja nya.


"Mandi dulu sana, bau tau."


"Oke habis itu jawab ya."


"Gue pikir dulu."


"Bener ya."

__ADS_1


"Heemm." Sharon langsung masuk kedalam kamar mandi, Aldo mengeleng gelengkan kepalanya, berasa mau meledak dadanya menahan nafsunya.


"Dasar perempuan gila, habis nangis bisa senyum senyum gitu aneh." gerutu Aldo kesal, dia pun masuk keruang gantinya dan segera memakai stelan kerjanya.


Diruang gantinya Aldo malah berperang sendiri dengan perasaannya, ingin sekali dia menjawab iya tapi bagaimana dengan keluarganya, pasti mereka curiga.


Jika boleh jujur dia ingin sekali menerima tawaran Sharon, entah mengapa dia merasa bahagia ketika berada dekat dengan Sharon, perasaan apa ini.


"Mungkinkah aku jatuh cinta dengan wanita jadi jadian itu, ahhhh enggak mana mungkin, aku hanya merasa senang saja ketika menggodanya bener kan." gumam Aldo pada dirinya sendiri.


Aldo keluar dari ruang gantinya, saat itu dia pun berpas pasan dengan Sharon yang baru keluar dari kamar mandi juga, Sharon hanya memakai jubah mandi dan menutup kepalanya yang basah dengan handuk, wajah polos tanpa make up itu mampu membius kesadaran Aldo.


Sharon melambai lambaikan tangan nya di depan muka Aldo, mata itu tak berkedip Sharon pun menepuk lengan Aldo.


"Hay apaan?" tanya Sharon.


"Ga ada, tu ganti baju buat elo lo lihat harga dilebel bajunya habis itu lo ganti uangnya tiga kali lipat denger ga, dasar merepotkan." umpat Aldo sambil melangkah pergi meninggalkan Sharon yang masih bengong.


"Iye dasar pelit." balasnya, Aldo tak menghiraukan umpatan Sharon , lebih baik sekarang dia menghindar dari pada melakukan kesalahan yang tidak diinginkan.


"Hay." sapa Sharon sambil menepuk pundak Aldo.


Aldo masih diam bahkan ketika Sharon duduk di sebrangnya, senyumnya begitu manis jujur ini sangat mendebarkan sanubari Aldo.


"Gimana udah ada punya jawabaya belum?" tanya Sharon.


"Apaan sih." muka Aldo terlihat emosi.


"Tadi yang gue tawarin ke elo, ah musang jengkelin ah." Sharon merajuk.


"Lagian mana ada sih nikah kontrak ada ada aja sih lo." ucap Aldo kembali menunjukkan ketidak senanganya.


"Ya udah deh kalau lo ga mau bantu ga papa, oia mana nomer regkening lo gue mau bayar bajunya ni." ucap Sharon.

__ADS_1


Aldo menatap muka Sharon, Sharon masih menunduk didepan Aldo, dia terlihat santai dan tenang dia memang hebat dalam hal menyembunyikan perasaan nya.


"Rumah lo dimana?" tanya Aldo.


"Ini udah terang gue naik taksi aja,"


Suasana menjadi hening sejenak.


" Sarapan dulu baru lo boleh balik."


"Ga usah makasih gue udah banyak ngrepotin elo." jawab Sharon.


"Kalau sarapanya ga lo makan gue ga ijinin lo balik, gue juga ga mau nikah kontrak ama elo." seketika Sharon mengangkat wajahnya dan tersenyum bahagia, dia beranjak dan segera memeluk Aldo.


"Makasih lo emang teman terbaik gue."ucap Sharon.


"Iya, udah lepasin gue agh agh ga bisa nafas ni gue." ucap Aldo sambil menahan badan Sharon yang memeluk erat tubuhnya.


"Iya iya sory gue kelewat seneng, hah ahirnya gue bakalan balas dendam sama pria penghianat itu, emang dia doang yang bisa nyari ganti, gue juga bisa kali gantianya dia lebih tampan lebih keren, iya kan bro." Sharon mengucapkan itu semua dengan emosi yang stabil, lucu juga tanpa dia sadari dia telah memuji ketampanan musuhnya, ahhh Sharon dialam bawah sadarmu kamu memang menggemaskan.


*****


Korea..


Luna sudah selesai dengan misinya merombak ulang wajahnya, dengan perasaan puas dia tertawa senang, meskipun wajahnya masih terbalut perban tapi otak liciknya sudah menyusun strategi untuk membalas dendam akan perlakuan Robin padanya.


Diam diam dia juga menyelidiki masal lalu Robin, dan kini dia tahu bahwa Laras adalah putri Robin dari wanita bernama Hana yang tak lain adalah adek mendiang rival nya.


"Tunggu kejutan dari ku brengsek."


"Kamu yang maksa wanita gila ini buat menghancurkan hidup mu bukan, generang perang udah kamu tabuh tak ada gunanya lagi aku mundur, jika aku tak mampu menjamahmu maka putrimu juga jadi, hahahahahaha." ancam Luna.


Bersambung....

__ADS_1


Ditunggu dukunganya ya geng, like komen n vate nya selalu aku nanti...makasih.


__ADS_2