PRIA LABILKU

PRIA LABILKU
Jangan Pergi Lagi


__ADS_3

Sharon merasa malu, dia meringkuk disalah satu sofa diapartemen Aldo kegugupan masih menyelimuti perasaan nya, Sharon mengigit kuku kukunya, Aldo menatap Sharon dengan senyuman manisnya,." Dia lucu sekali kalau gugup." batin Aldo, Sharon menaikan kedua kakinya dan menekuknya kedua tangan nya mengunci kaki indahnya, dia juga menyembunyikan wajahnya disana, Aldo masih memberi waktu Sharon untuk menenangkan gemuruh dadanya.


Aldo beranjak dari duduknya mengambilkan segelas air putih untuk menenangkan hati wanita yang kini dicintainya.


"Minum dulu shar." ucap Aldo sambil berjongkok dihadapan Sharon, Sharon mengangkat wajahnya dan mematap Aldo, dia pun mengambil gelas yang berisi air itu dan meminumnya, Aldo tersenyum manis padanya dia pun merapikan rambut Sharon yang sedikit berantakan.


"Maaf ya Shar, kamu terkejut ya tadi?" tanya Aldo selembut mungkin, ini berbeda sekali dengan Aldo yang selama ini Sharon kenal.


Sharon menggeleng kemudian meminum airnya lagi.


"Kamu marah Shar?" Sharon menggeleng lagi.


"Kenapa diam?" tanya Aldo lagi, Sharon menenguk lagi air digelas itu hingga habis.


"Kamu kalau mau marah, marah aja Shar lebih baik kamu marah dari pada kamu diemin aku kayak gini." ucap Aldo.


"Aku hanya benci pada diriku sendiri Al." jawab nya.


"Kenapa emangnya salah kamu apa Shar?" tanya Aldo.


"Aku takut sakit lagi Al, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak jatuh cinta lagi lalu apa ini Al aku membohongi diriku sendiri." jawab Sharon.


"Shar kamu berhak bahagia, jangan membatasi dirimu sayang, apa kamu percaya padaku?" tanya Aldo sambil merapikan anak rambut Sharon yang membuatnya terlihat semakin cantik, Aldo menaikan tubuhnya dan duduk berdekatan dengan Sharon.


"Aku ga tau Al." jawab Sharon.


"Kamu tau Shar saat kamu ngajakin aku nikah aku seneng banget, saat itu aku berfikir kita jalan bareng sambil saling mengenal aku bahagia membayangkan itu Shar, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjagamu agar tak ada satu pun orang yang akan menyakitimu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu apa kamu mau Shar?" Aldo sudah tak ingin menutupi perasaanya lagi, dia tak ingin kehilangan Sharon untuk kedua kalinya.


"Aku pernah gagal Al, aku takut memulainya lagi." jawab Sharon masih dengan keraguan nya.


"Shar aku tau kamu pernah gagal pernah sakit tapi jika kamu ga ada niat buat merubah semua nya lalu kapan kamu akan bahagia Shar, kumohon bukalah hatimu lagi Shar aku siap masuk kedalamnya." ucap Aldo, Sharon tersenyum mendengar ucapan Aldo.


"Pinter banget ngomongnya belajar dari mana lo jin tomang?" goda Sharon dia ga mau Aldo menjadi seserius ini, Aldo mencubit hidung Sharon gemas.


"Apa yang aku omongin itu realita Shar, aku memang udah jatuh cinta sama kamu ga percaya." jawab Aldo, sekali lagi Sharon tersenyum sambil menggigit kuku kukunya.


"Kamu mau ga Shar jadi pacar aku?"


tanya Aldo.


"Maaf Al aku ga bisa." jawab Sharon.


"Kenapa?"


"Cukup Aku ga mau bikin dosa, lagian ngapain pacaran kayak ABG aja." jawab Sharon.

__ADS_1


"Lalu kamu maunya gimana?" tanya Aldo menginginkan jawaban yang pasti dari Sharon.


"Ya udah kita temenan kayak gini aja, berantem saling ejek kan seru dari pada pacaran apaan adanya dosa aja yang kita bikin." jawab Sharon.


"Ga aku ga mau, nanti aku ga bisa manja manja sama kamu ga boleh peluk kalau kangen, ga bisa cium kalau gemes." Aldo masih menyuarakan keinginanya.


"Omes dasar." umpat Sharon.


"Biarin, orang aku jujur." Aldo benar benar polos batin Sharon, tapi maksa.


"Baiklah kalau kamu maunya kayak gitu."


"Kamu mau jadi pacar aku Shar?" tanya Aldo girang.


"Enggak dibilang." jawab Sharon lagi.


"Terus gimana dong, aaaa kamu ma PHPin aku Shar, selalu." Aldo kembali frustasi, dia mengacak kasar rambutnya, tentu saja itu terlihat menggemaskan dimata Sharon.


"Kalau kamu maunya gitu ya halalin lah, gitu aja ga tau." gerutu Sharon pelan, tapi Aldo mendengar dengan jelas, seketika Aldo tersenyum bahagia.


"Kamu serius Shar mau?" tanya Aldo.


"Enggak kalau pacar." jawab Sharon mantap.


"Kalau istri?" tanya Aldo lagi, Sharon tersenyum malu malu dan membalikan tubuh nya memunggungi Aldo.


"Al turunin kita belum halal." Sharon berusaha meronta.


"Ssst ck diem." ucap Aldo masih memeluk posesif tubuh Sharon.


"Dengerin ya?" ucap Aldo.


"Apa?" tanya Sharon.


"Jangan pergi lagi." pinta Aldo.


"Halalin." jawab Sharon.


"Siap." balas Aldo.


"Malam ini aku mau ngenalin kamu ke keluarga ku gimana mau?"


"Secepat ini?" Sharon mengerutkan keningnya.


" Heemmm"

__ADS_1


"Tapi peluknya jangan kenceng kenceng gini sesak." pinta Sharon.


"Biarin siapa suruh gangguin aku bikin aku susah tidur bikin aku kangen sampai gemes gini rasanya." jawab Aldo makin mengeratkan pelukanya, bahkan dia menaruh kepalanya didada Sharon yang menurutnya ukuranya ehheemmm itu.


"Kalau ini nakal ini modus ayo jauhin kepalanya." Sharon menyadari kenakalan Aldo dibalik sikapnya yang manja padanya, Aldo malah mengecup dada itu membuat Sharon terkejut.


"Al jangan nakal aku pukul ini." Dasar Aldo siraja iseng.


"Tapi pikiranku ga mesum loh aku hanya gemas aja sama kamu pengen aku makan aja rasanya." jawab Aldo.


"Dibilang halalin dulu."


"Baiklah sayang kamu menyiksaku Aaaaggghhhh." Aldo mengendurkan pelukanya Sharon merasa mempunyai sedikit celah seketika Sharon pun beranjak dari pangkuan Aldo, kalau diterusin bahaya bisa bisa dia juga ga mampu menahanya.


Aldo merebahkan tubuhnya disofa menutup wajahnya dengan bantal agar bisa meredakan pikiran mesumnya, Sharon membiarkanya sebenernya dia sendiri juga gugup.


"Lebih baik aku pesan makanan, laper." gumamnya.


"Al aku mau pesen maem, laper ni kamu mau maem apa?" tanya Sharon, Aldo membuka bantal yang menutup wajahnya.


"Aku pengen makan kamu Shar." jawab Aldo pelan.


"Kalau masih mesum aku pulang ni." ancam Sharon.


"Enggak jangan pulang, aku janji ga nakal lagi pesenkan aku nasi ayam geprek sama capcay seefood aja." jawab Aldo sambil memberikan ponselnya.


"Oke."Sharon mengulurkan tangan nya untuk mengambil ponsel ditangan Aldo, dengan cepat Aldo menarik tangan Sharon agar mendekat padanya.


"Sekali lagi ya Shar." pinta Aldo.


"Sekali lagi apa."


"Ijinkan aku memakan sedikit bagian keindahanmu." pinta Aldo.


"Al ga nakal." Sharon masih berusaha menolak, Aldo menarik tengkuk Sharon dan mulai menepelkan bibir mereka, tak ada penolakan lagi dari Sharon Aldo semakin nekat ahirnya mereka pun menumpahkan kerinduan mereka saat ini juga.


Aldo melepas ciumanya, mereka sudah tak malu malu lagi dengan perasaan yang ada.


"Jangan pergi lagi ya queen jangan tinggalkan aku." bisik Aldo, Sharon mengelus rambut Aldo dan memberikan senyuman termanisnya.


"Iya aku untukmu mamasku." jawab Sharon.


"Aku mencintaimu calon ratuku."


"Aku juga calon ayah dari anak anaku." Mereka semakin gila, semakin bisa membuat hati masing masing berbunga bunga.

__ADS_1


Author:" Jadi penasaran gue sama reaksi pak Bram dan Tama jika doa mereka jadi kenyataan."


Bersambung...


__ADS_2