Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.100


__ADS_3

"Maaf Nek ... Tapi aku berubah fikiran. Aku salah karena dulu aku tidak berfikiran panjang dan aku plin plam, tapi sekarang tidak lagi, hati sudah mantap pada satu orang saja dan orang itu bukanlah Alexa!" terang Dean.


Miranda terperangah, menatap cucu kesayangannya. "Bagaimana kau bisa melakukan itu Dean? Kau bermain main dengan perempuan hah?"


"Sama sekali tidak Nek, dan aku juga tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan ini. Dulu aku memang cinta pada Alexa bahkan tidak ingin kehilangannya sampai aku menipu semua orang di rumah ini dengan berpura pura menikah. Aku tidak tahu kenapa melakukan hal itu Nek dan siapa yang tahu jika perasaanku kini telah berubah."


Miranda hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar, bahkan menatap Dean tidak percaya. Tidak ada yang bisa menerka hati siapapun, tidak jiga mengerti kenapa hati seseorang bisa berubah dengan cepat.


"Apa wanita itu lebih baik dari pada Alexa?" tanya Miranda penasaran, kalau tidak lebih baik mana mungkin perasaan Dean berubah mengingat apa yang sudah dia lakukan sebelumnya hanya agar lepas dari perjodohan dengan Selena.


"The best best best person ..." ungkapnya dengan bibir yang melengkung, mengingat wajah Arlene yang tengah tersenyum.


"Lalu apa yang akan kau lakukan pada Alexa. Bukankah dia sudah tahu jika kau mencintainya dan akan menikahinya? Bagaimana kau bisa menyelesaikan maslah seperti ini? Dasar Bodoh!" ucap Miranda sedikit kesal.

__ADS_1


"Nenek tenang saja, semua akan selesaikan."


Miranda menggelengkan kepalanya, "Aku rasa sikapmu sudah berlebihan Dean, entah apa yang harus aku lakukan lagi padamu."


"Nek ... Bukankah tugas yang nenek berikan padaku selesai? Itu saja yang penting, tentang hal yang lain, biarkan aku yang mengurusnya. Selama ini aku memang tidak punya pendirian dan selalu ragu, tapi tidak untuk kali ini. Aku sudah berubah Nek!" ungkap Dean bersungguh sungguh.


Miranda menghela nafas, selama ini Dean sudah berusaha memperbaiki kekacauan perusahaan, walaupun disetiap sikapnya selalu plin plan namun kali ini dia melihat kesungguhan dari sang cucu.


Dean terdiam, ingin sekali mengatakan jika wanita itu adalah Arlene, tapi sepertinya waktunya tidaklah tepat, Dia akan mengatakannya jika situasi sudah kembali baik, terlebih dia juga harus bicara pada Alexa.


Setelah bicara panjang lebar dengan sang nenek akhirnya Dean keluar dari ruangan kerja itu, dan Alexa terlihat sibuk mengakrabkan diri dengan Debora dan juga Zoya, sementara Sorra tidak terlihat lagi di sana, dia memilih pergi bersenang senang dibandingkan mengurusi hal yang membuatnya iri.


"Sayang ... Kau sudah selesai bicara dengan nenekmu?" Alexa bangkit dari duduknya dan berhambur menyambutnya.

__ADS_1


"Kita harus bicara Alexa!" Ucapnya dengan menarik tangan Alexa dan membawanya ke arah taman di samping paviliun.


"Sayang ... Hey ... Ada apa sayang?"


Dean berbalik ke arahnya dan melepaskan tangan Alexa dan membuatnya mengernyit.


"Ada apa?" tanyanya lagi dengan lirih.


"Maafkan aku Alexa, aku ingin menyudahi hubungan kita, aku tidak bisa terus membohongi perasaanku sendiri dan nantinya akan membuatmu sakit hati!" ucap Dean, tidak ada keraguan dari dalam dirinya, bahkan suaranya pun terdengar jelas dan juga lantang.


Alexa terhenyak, menatap pria tinggi di depannya dengan tajam.


"Apa maksudmu Dean. Kau memutuskan hubungan kita padahal tinggal selangkah lagi kita menikah. Apa yang ada di kepalamu Dean?"

__ADS_1


__ADS_2