
Mohon maaf atas ketidak nyamanan bab yang di atas, udah diganti ya, boleh baca ulang lagi nanti. Maaf juga karena othor upnya berantakan akhir akhir ini karena di Rl yang menyita waktu, kemaren othor baru beres pindah apartemen jadi sibuk wara wiri ya... Mohon maklum.
.
.
Zoya mengerjapkan kedua matanya yang basah, menatap Dean yang kini tersenyum kecil lalu mengangguk lirih
"Benar? Kak Dean tahu dimana Kak Arlene tinggal?"
Dean kembali mengangguk lagi, dengan terus mengulum bibir dan juga menatap bola mata Zoya yang membulat sempurna.
"Apa kau ingin pergi sekarang juga?" tanya Dean penuh semangat, sebenarnya dia yang ingin sekali pergi.
"Jadi gimana?" Zoya sendiri terlihat antusias, "Kalau aku ingin bertemu dengannya, apa kakak ipar, maksudku kak Arlene akan nerima aku? Apa dia tidak akan marah kita datang sekarang, ini kan sudah malam, aku takut ganggu dia istirahat nanti." ujarnya lagi.
__ADS_1
Dean menghela nafas, "Kita coba saja, kalau dia marah atau sudah tidur, kita kembali saja, bagaimnaa?"
Zoya memicingkan mata ke arahnya, "Jangan jangan kau yang sebenarnya ingin bertemu Kak Arlene kan?"
Dean terkekeh seraya mengangguk kecil, bagaimana pun dia memang ingin terus melihat Arlene, sekalipun wanita berusia 24 tahun itu sudah pasti akan marah padanya.
"Sebenarnya kak Dean itu menyukainya bukan? Tapi kak Dean tidak yakin atau entahlah aku tidak tahu. Yang jelas aku tahu kalau kak Dean itu menyukai kak Arlene."
Pertanyaan Zoya membuat Dean terdiam, perasaan yang sulit diungkapkan oleh kata kata, yang jelas tidak ada yang mengerti kenapa semua ini terjadi disaat dia memilih Alexa.
Zoya mengerjap ngerjapkan kedua maniknya, menatap tidak percaya pada kakaknya, "Kau apa? Kau bilang kau apa? Memiliki wanita yang kau cintai dan akan segera menikahinya?" ucapnya mengulangi perkataan Dean.
Dean mengangguk lirih, kemudian meraup wajahnya perlahan dan di akhiri helaan nafas panjang.
Zoya melompat turun dengan berkacak pinggang, "Tidak ...! Kenapa kau bisa melakukan hal itu. Kau tidak boleh menyukai wanita lain disaat kau sudah memiliki pacar bahkan berniat menikahinya. Kak Dean ...!"
__ADS_1
"Ya aku tahu itu, tapi aku pun tidak mengerti kenapa aku bisa melakukannya, itu sulit dijelaskan. Kau bisa saja menukar uangmu dengan orang lain, tapi kau tidak bisa menukar fikiranmu masuk pada fikiran orang lain." jelas Dean.
Zoya mendengus, "Itu hanya alasanmu saja kan, mana ada yang berfikir sepertimu, kau ini labil ... Seperti anak anak, bagaimana bisa. Kau harus putuskan salah satu diantara mereka. Jangan beri harapan palsu, kau bisa menyakiti wanita. Dasar bodoh!"
"Hei ... Kau sedang mengumpat padaku. Aku ini kakakmu!" ujar Dean mengacak rambut Zoya sampai berantakan.
Zoya menepis tangan sang kakak dengan kasar dengan menyebikkan bibirnya, "Kau ini keterlaluan, aku tidak akan memaafkanmu jika kelakuanmu masih saja begitu. Ingat laki laki sejati itu tidak menyakiti wanita! Kau tahu! Payah."
Bugh!
Zoya memukul bahu kakak laki lakinya dengan keras.
"Hey ... Kau gila!"
"Kau yang gila ... Dasar bodoh!"
__ADS_1