Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.20


__ADS_3

Tak lama keduanya sampai di paviliun dimana semua orang berkumpul. Dean dan Arlene duduk bersampingan di sofa, dihadapannya ada Debora dan Sorra, paman Cress dan istrinya, juga Nenek Miranda yang duduk di sofa single.


"Dean!"


Dean menoleh kearah suara. Semua terdiam dan melakukan hal yang sama.


"Nenek sudah putuskan! Kau akan tetap menikahi Selena secepatnya."


Dean sedikit tercengang, semua diluar dugaannya, itu tidak akan mungkin terjadi jika Dean membawa seorang istri pulang. Namun nyatanya tetap saja. Keputusan Nenek membuatnya kaget, dia tidak peduli jika Dean sudah menikah, rencana pernikahannya dengan Selena tetap tidak bisa di rubah.


"Tapi Nek! Bagaimana dengan Arlene dan juga putriku? Nenek tidak bisa bersikap seperti ini padaku! Aku sudah menikah." ujarnya dengan menggenggam tangan Arlene.


Arlene sendiri tampak biasa saja, selain dia sudah tahu, dia juga memang tidak peduli apalagi sakit hati karena dia hanya pura pura jadi istri bahkan tidak ada pernikahan diantara mereka.


"Keputusanku tidak bisa di rubah!"


Dean masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Miranda. Sang pemilik kekayaan, pria itu semakin merekatkan genggamannya pada tangan Arlene dengan rahang yang mengeras menahan amarah. Namun dia juga tidak bisa berkutik, tidak ada satupun kata keluar dari mulutnya.


Jika keputusannya tidak bisa dirubah, lantas apa yang akan terjadi pada aku dan Alleyah. Untuk apa Dean mencari seorang wanita yang diakui menjadi istrinya, toh tidak akan merubah apapun juga. batin Arlene.


Dean melirik ke arahnya, dengan tatapan yang sulit diartikan, genggamannya pun semakin kencang dan membuatnya sakit, pria itu berharap Arlene melakukan sesuatu mengingat dia adalah istri Dean dihadapan semua keluarganya.


Arlene yang tidak mengerti keinginan Dean menoleh kearahnya, berpura pura terkejut dengan sedikit meringis.


"Kau dengar Dean sayang? Apa kata Nenekmu? Kita akan tetap menikah, dan secepatnya kau tinggalkan dia! Karena aku tidak mau dimadu." ujar Selena dengan tatapan mencibir pada Arlene.


"Tentu sayang! Kau tenang saja, Dean pasti akan menurut dan menendang wanita tidak jelas itu." tambah Debora yang sedari tadi duduk disamping Selena, menepuk nepuk punggung tangan calon menantunya itu .


Mendapat serangan dari semua keluarga Mcdermott,  Arlene tetap tenang. Walaupun tangannya semakin sakit.

__ADS_1


"Lakukan sesuatu Arlene, aku membutuhkanmu saat saat seperti ini!" guman Dean dengan suara yang teramat kecil, bahkan terlihat seperti bibirnya saja yang bergerak.


Arlene menoleh lagi kearahnya, Apa kau ingin aku melakukan sesuatu? Mengamuk ... meraung atau bahkan berbuat kasar agar mereka berfikir kalau aku benar benar tidak rela suamiku ini menikahi Selena. Gumamnya hanya terdengar oleh Dean.


"Apapun aku tidak peduli!" bisiknya dengan kembali menatap Miranda.


Selena menghampiri mereka berdua yang masih terlihat terdiam, dia melingkarkan tangan dilengan Dean dan menariknya


"Ayo Dean!"


"Tidak! Jangan sentuh suamiku." Sentak Arlene menepis tangan Selena. "Aku tidak mengijinkannya, apalagi jika suamiku menikah lagi dengan wanita lain."


"Kau fikir siapa kau hah? Kami tidak perlu meminta ijinmu Arlene. Dasar tidak tahu malu!" tambah Sorra dengan mendorong Arlene, hingga dia mundur beberapa langkah ke belakang.


Arlene kembali menegakkan tubuhnya dan menghadap ke aeah Sorra. "Aku? Kau tanya siapa aku? Sudah jelas aku lah istrinya Dean, satu satunya wanita yang dicintai Dean." Dia menarik lengan Dean yang hanya diam saja. "Ayo sayang, katakan pada mereka kau hanya mencintaiku kan? Kamu tidak akan pernah mencintai wanita lain selain aku. Iya kan?"


"Itu benar! Aku hanya mencintai Arlene. Istriku!" Ujarnya dengan menatap tajam pada sang nenek. "Dan aku tidak akan pernah menikahi wanita itu apapun yang terjadi." ujarnya lagi dengan menunjuk Selena.


"Kau! Benar benar pengacau!" Timpal Sorra yang tak berhenti menyerangnya.


"Kau salah kakak ipar, aku bukan pengacau. Aku istri dari adikmu, kami menikah jauh sebelum rencana pernikahan konyol ini." tukas Arlene, melirik sebentar pada Dean yang juga meliriknya. "Kami saling mencintai, siapa pun tidak akan bisa memisahkan kami. Aku tidak akan membiarkannya!"


Wajah Selene berubah merah seperti hendak menangis, dia kemudian berlari ke arah Debora dan menelengkupkan kepalanya, terlihat bahunya naik turun dengan lambat. "Kenapa Dean bersikap seperti itu padaku Bu? Dia jahat sekali."


"Kau tenang saja Selena ... Tenang yaa!" Debora menenangkannya lembut.


Tadinya Dean berfikir ini akan sangat mudah, mengaku menikahi wanita lain dan keluarga pada akhirnya setuju terlebih sang Nenek yang selalu menyayanginya. Membayangkan mereka semua membatalkan pertunangannya dengan Selena, namun nyatanya tidak semudah apa yang dia bayangkan.


"Dean! Kau berani menentang nenek?" Teriak Sorra, sorot tajamnya tertuju pada Dean dan juga Arlene.

__ADS_1


"Aku sudah katakan aku sudah menikah Sorra, aku tidak mau meninggalkan istri dan anakku."


"Dean!" Miranda pun melakukan hal yang sama, sorot matanya bak pedang yang siap menghunus keduanya. Hingga Dean kembali diam tidak berkutik, sedangkan Arlene membalas tatapan wanita paruh baya itu sama tajamnya, bahkan dia dengan sengaja membuatnya bertambah kesal, namun justru heran karena sikap Dean.


Apa apaan kau Dean, saat berhadapan dengan nenekmu, nyalimu benar benar menciut.


"Dean! Kau dengar kan?" ucap Sorra dengan wajah yang samgat kesal.


"Tidak kau," tunjuknya pada Sorra, "Kau, dan kau ibu! Aku tetap akan mempertahankan Dean suamiku! Juga Nenek ... Nenek tidak bisa bersikap seperti itu! Memisahkan dua orang yang saling mencintai. Aku tidak tahu apa tujuan kalian. Tapi aku tidak akan meninggalkan suamiku." Terang Arlene panjang lebar.


Membuat semua orang bertambah marah, terlebih Miranda.


"Kau berani sekali bicara seperti itu pada  Nenek! Benar benar wanita kampung yang tidak tahu sopan santun!" Seru Debora, tangannya sudah terangkat hendak melayang diwajah Arlene.


"Hentikan Debora! Aku tidak ingin melihat keributan ini!" Ujar Miranda bangkit dari duduknya. Dia menghentakkan tongkat dan menunjuk Arlene dengan tongkatnya itu.


"Dan kau ... apapun yang kau katakan! Tidak akan bisa merubah apapun. Rumah ini punya aturan, dan aturan itu ada untuk ditaati."


Usai mengatakan hal tersebut, Miranda berlalu meninggalkan tempat itu, berjalan masuk ke dalam mansion utama dimana semua orang hanya diam melihatnya.


"Cepat atau lambat kau harus tinggalkan dia Dean!" tukasnya lagi saat  berada diambang pintu dan menoleh ke arah belakang. Lalu melangkah keluar.


"Jika terjadi apa apa pada Nenek! Maka itu salah mu wanita sialan!" ucap Sorra yang mengikuti langkah Nenek Miranda yang terlihat marah.


Begitu pun dengan Debora yang menghampiri putra satu satunya. "Dengar Dean ... kau tahu persis apa yang akan kau terima jika mengecewakan Nenekmu!"


Dean terdiam, begitu juga Arlene saat semua orang satu persatu keluar dari ruangan paviliun itu dan meninggalkan Dean juga Arlene.


Arlene melepaskan tangannya dari Dean yang terlihat menghela nafas, dia kemudian duduk dengan meraup wajah serta rambutnya.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi pada keluargamu Dean? Kenapa mereka bersikeras menjodohkanmu dengan Selena. Dan jika keputusan Nenek saja tidak bisa kau tolak! Kenapa kau mencari alasan konyol ini. Hanya memperumit keadaan saja."


__ADS_2