
Zoya sengaja berjalan ke arah area parkir guna mencari tahu apa benar mobil yang Alleyah katakan itu adalah mobil milik Robin atau bukan. Sementara Dean dan Arlene sudah langsung disambut oleh pemilik Resort dan diajak bergabung dengan yang lain.
Zoya pun yakin jika Alleyah benar benar mengenali mobil itu milik Robin.
Zoya pun bergegas menyusul kakaknya masuk, suasana resort yang berada tepat di bibir pantai dengan banyaknya lampu lampu. Musik mengalun lembut menambah syahdu. Terlihat beberapa pasangan bahkan berdansa di musik yang menggema lembut.
Setelah berbincang bincang dengan pemilik resort yang mengundangnya, Dean mengajak Arlene berkeliling, tidak lupa juga Alleyah yang selalu memgikuti langkah Dean. Rupanya anak kecil itu tidak ingin kehilangan satu momentpun bersama pria yang dia anggap ayahnya itu.
Sementara Zoya kesulitan mencari mereka bertiga. Bahkan dia menyisir setiap ruangan resort hanya untuk mencari kakak kandungnya.
Namun langkahnya terhenti saat kedua matanya memindai sesuatu yang membuatnya tercengang, lidahnya kelu bahkan nyawanya seolah hilang seketika.
"Sepertinya aku salah lihat!" gumamnya dengan terus memindai sosok pria yang tengah merengkuh puncak seorang wanita.
"Apa aku tidak salah lihat?" Ujarnya dengan terjs memindai dua orang itu. "Sepertinya aku tidak salah lihat, itu benar benar kak Robin.
Terlihat Robin tengah berbincang dengan beberapa orang. Dua wanita dan tiga laki laki. Mereka semua tampak telihat akrab dan juga dekat.
__ADS_1
Zoya menajamkan pandangannya pada seorang wanita yang berdiri disamping Robin. Gadis itu terus memperhatikan Robin dari jauh sampai dia terus diam diam berjalan lebih dekat lagi.
Sampai Zoya kini berada tidak jauh dari tempat mereka, dan gadis yang berada disamping Robin tersadar saat Zoya terus melihat ke arahnya.
"Kau lihat Robin, ada seseorang yang terus melihat ke arah kita?" gumamnya pelan.
Robin pun terlihat mengedarkan pandangannya guna mencari siapa yang di maksud disana.
"Bagaimana kalau seseorang ada yang mengenali kita berdua Robin?"
"Kau tenang saja! Itu tidak mungkin. Tamu yang di undang ke peresmian malam ini hanya orang orang terpilih saja. Atau jangan jangan mereka mengenalimu!"
Dan Zoya yang kini bersembunyi di belakang sebuah meja tersentak kaget saat seseorang menyentuhnya pundaknya dengan lembut.
"Kau sedang apa di sini?"
"Astaga!" Ujarnya kaget sampai sedikit berjingkat. "Kak Dean! Bikin kaget saja."
__ADS_1
"Aku mencarimu kemana mana! Sedang apa kau ini?"
"Aku sedang ... Itu kak! Aku ... Lihat Kak Robin."
"Robin? Jadi benar yang dilihat Alleyah itu Robin?"
Zoya mengangguk dengan menunjuk ke arah dimana tadi Robin berdiri dengan beberapa orang. "Dia tadi ada di sana."
Namun kini Zoya sendiri tidak melihat lagi keberadaan Robin dan teman perempuannya. Disana hanya berdiri beberapa pria dan wanita namun sudah berbeda dengan sebelumnya dia lihat.
"Ah ... Sudahlah, ayo! Kalaupun benar juga tidak apa apa. Dia mungkin juga di undang ke sini."
Zoya pun mengangguk, mengikuti langkah sang kakak yang tidak juga peduli pada Robin. Walaupun hatinya tetap bertanya tanya tentang kedekatan Robin dan seorang wanita.
"Zoya!" Ujar Dean menoleh ke arah belakang.
"Ya ...!"
__ADS_1
"Bisakah kau tidak perlu mengatakan jika kau melihat Robin pada calon kakak iparmu? Aku tidak ingin fikiran Arlene kembali ragu jika tahu pria itu ada di sini."