Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.104


__ADS_3

"Pergilah Alexa ... Hargai keputusan Dean, dia tidak akan pernah mengambil keputusan yang salah lagi!"


Alexa menggelengkan kepalanya, "Tidak Nenek ... Bagaimana dengan nasibku ke depannya kalau Dean pergi. Bagaimana kehidupanku jika Dean meninggalkanku Nek?"


"Alexa, aku mengerti bahwa kamu ingin menyusul Dean dan mempertahankan hubungan kalian. Tapi terkadang dalam kehidupan, keputusan dan pilihan kita tidak selalu berjalan sejalan dengan harapan kita. Meskipun keinginan mu kuat, terkadang ada hal-hal di luar kendali kita yang mencegah kita untuk mencapai apa yang kita inginkan."Tukas Debora dengan terlihat sangat bijak. "Sudahlah ... Lebih baik kau pergi dan jalani hidupmu dengan bahagia!"


Alexa menatap nanar wanita yang melahirkan Dean itu, ia tidak percaya semua orang di Mansion justru mengabaikannya sekarang.


"Ibu ... Bukankah Ibu yang melarangku terbang lagi dan ikut ke sini. Ibu juga yang membujukku untuk berhenti jadi pramugari, ibu juga yang menyetujui Dean untuk menikahi aku. Lalu kenapa sekarang Ibu berubah?"

__ADS_1


Sorra melangkah ke arahnya dengan wajah datarnya.


"Meskipun kamu telah berusaha untuk menyusul Dean, Keadaan yang membuat itu tidak mungkin terjadi Alexa, nyatanya Dean yang tidak menginginkanmu lagi. Sekalipun kamu berhasil menyusulnya. Mungkin Dean akan membuat mu menyesal dalam menjalani hidup denganmu dengan cara yang berbeda, kamu tahu faktor lain yang membuat perpisahan ini menjadi lebih sulit untuk diatasi? Apa kamu tahu kenapa Dean mengambil sikap Alexa?"


Dalam situasi seperti ini, Debora dan Sorra berlomba lomba mengambil hati sang harta. Mereka tidak ingin mendukung seseorang yang nyatanya akan membuat mereka rugi. Siapapun ... Sekalipun sikap mereka bak bunglon yang bisa kapan saja berubah warna. Dan itu hanya untuk tetap menerima kemurahan hati Miranda yang telah memberikan semua kemewahan yang mereka dapat selama ini.


Melihat menantu dan cucu tertua di keluarga sudah ikut bicara. Miranda memilih melengos pergi dan masuk ke dalam ruangan kerja miliknya.


"Ayo pergi sana! Tidak usah berpuru pura lahu sebab aku tahu siapa kamu sebenarnya!" pungkas Sorra dengan wajah yamg tidak bersahabat itu. "Untuk apa kau mempertahankan Dean, jangan jangan kamu hanya ingin harta Dean saja!" sarkasnya.

__ADS_1


Mungkin ada pelajaran yang bisa dipetik dari situasi ini, seperti kekuatan untuk menghadapi kenyataan, menerima keputusan orang lain, dan menemukan kebahagiaan dan pemenuhan di luar hubungan itu sendiri. Kehidupan terus berjalan, dan terkadang jalan yang tidak kita harapkan membawa kita ke tempat-tempat baru yang mengejutkan dan penuh dengan kesempatan. Tapi Alexa tidak dapat melihat hal itu sama sekali karena ucapan Sorra memang betul.


"Sorra apa yang kamu katakan! Jangan asal menuduh tanpa bukti!" teriak Alexa yang kesal pada Sorra, dia sudah berhenti menangis.


Sorra berdecih kesal. "Oh ayolah ... Sandiwaramu itu kurang bagus. Kamu harus banyak berlatih Alexa! Kamu terlalu terang terangan, air matamu sangat berlebihan!"


"Sorra ...!"


"Apa ... Kaku fikir aku tidak tahu apa apa tentangmu? Kau salah besar Alexa. Dan caramu itu sungguh kampungan. Kamu tahu kalau Dean bukanlah siapa siapa tanpa Nenek. Dan kamu sengaja mencari perhatian Nenek terlebih dahulu dari pada kami yang sudah jelas jelas ibu kandung dan kakak kandung dari Dean. Apa itu kurang jelas?" ucap Sorra menohok tajam.

__ADS_1


Alexa membisu, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan sebagai pembenaran dan pembelaan dirinya. Sampai Miranda kembali keluar dan menghela nafas menatap dirinya.


"Pergilah! Jangan sampai aku berubah fikiran dan menyeretmu keluar!"


__ADS_2