Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.101


__ADS_3

"Apa maksudmu Dean. Kau memutuskan hubungan kita padahal tinggal selangkah lagi kita menikah. Apa yang ada di kepalamu Dean?" cetus Alexa dengan kedua manik yang membola.


"Maafkan aku Alexa, aku tidak ingin membuatmu sakit hati karena apa yang aku lakukan, kau tahu Alexa kita sama sama terjebak pada perasaan yang semu. Kita hanya akan saling menyakiti. Jadi lebih baik kita akhiri saja semuanya sampai di sini Alexa." terang Dean.


Alexa marah da berteriak, dia juga memegangi kedua tangan Dean dengan keras dan mulai histeris. Tidak ingin menerima keputusan Dean dan hubungan mereka harus berakhir begitu saja padalah tinggal satu langkah lagi menuju kesebuah tujuan yang sudah di rencanakan sejak lama.


"Tidak Dean, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu. Hubungan kita tidak boleh berakhir seperti ini. Kau sudah janji akan menikahku dan membuatku bahagia! Kau tidak bisa seenaknya seperti ini. Kita ... Kita sama sama saling mencintai, hubungan kita pun sudah cukup lama, banyak hal yang kita lalui bersama sama, bahkan kita sudah pernah melakukannya. Kau janji padaku mengenalkanku pada keluargamu, dan kau berjanji padaku akan memberikan apa yang aku mau. Dan dengan mudahnya kau bilang hubungan kita hanyalah semu? Apa hanya aku yang menganggapnya hubungan spesial sementara kau tidak Dean?"

__ADS_1


"Cukup Alexa ... Tenangkan dirimu, kau hanya memperjelas betapa buruknya hubungan kita itu, semua hal berubah, kau dan perasaanmu, begitu pun aku dan perasaanku. Dan aku tidak ingin berdebat lagi denganmu. Kau tenang saja ... Aku akan mengurus semuanya. Yang kau inginkan hanyalah harta bukan? Bukan aku ...?" Terang Dean menohok.


Alexa terbeliak mendengarnya, "Dean ... Kau jahat sekali menuduhku seperti itu!"


"Maaf Alexa ... Tapi aku menyesal karena perasaanku berubah dengan cepat karena kau sendiri yang menyadarkanku. Aku sudah lama menahan diri sampai aku menolak kebenaran dan aku kembali goyah. Tapi sikapmu justru yang meyakinkan atas apa yang harus aku ambil."


"Dean ... Apa maksudmu. Kau yang bermasalah dan kau menuduhku. Begitu?"

__ADS_1


Kedua mata Alexa terbeliak, saat ponsel Dean kini menunjukan sebuah rekaman CCTV saat dirinya masuk kedalam hotel bersama Robin, tidak hanya dari arah luar, potongan video CCTV itu pun menunjukan mereka berdua masuk ke dalam kamar hotel yang sama.


Rekaman berlanjut ke pesta pembukaan sebuah resort, keduanya tampak hadir tidak lama sebelum dirinya dan Arlene datang. Tidak lama keduanya keluar dan Robin kembali ke tempat itu seorang diri.


"Aku rasa aku tidak perlu meminta penjelasan apapun dari mu. Semua ini sudah cukup bahkan sangat menyakitkan. Kau juga membohongiku dengan mengatakan masa cuti mu habis dan harus kembali malam itu juga. Tapi kau nyatanya tidak terbang ke negara xx melainkan kau bersama Robin!"


"Dean ... Aku ... Aku bisa menjelaskannya, itu tidak seperti yang terlihat. Aku ... Aku dipaksa melakukannya. Robin memaksaku Dean dan aku tidak bisa menolak karena dia mengancamku!"

__ADS_1


Dean berseringai, dia mengenal Alexa dari siapapun di dunia ini, wanita yang pintar bersandiwara dan pintar mengelak. Dia tidak pernah mengakui kesalahannya apalagi meminta maaf.


"Dean ... Please dengarkan aku!"


__ADS_2