
"Kau tahu siapa dia?" senggol Sandra pada lengan Imelda yang berada disampingnya.
"Yang pasti lebih baik kita pergi saja sebelum mereka sadar jika kita lah penyebabnya."
"Wait Imelda ... Aku mau memastikan jika dia memang tidak berbohong."
Imelda menoleh ke arahnya dengan heran. "Kamu tidak lihat apa yang pria itu katakan? Dia suaminya, suaminya Sandra! Kau juga lihat dia membayar semua tagihan bahkan Manager hotel takut melihatnya. Kau mau memastikan apa lagi?"
Sandra terdiam, dia terus memperhatikan prilaku Dean yang bertutur kata lembut dan juga melihat Arlene dengan penuh cinta. Terlebih Anak balita yang tengah berada di kereta bayi pun meronta ronta ke arahnya.
"See ... Kau lihat anak kecil itu saja sudah ikut meyakinkan kita jika pria itu memang ayahnya."
Disaat dua wanita ular sibuk dengan segala macam argumen mereka masing masing, dan siap kabur dari sana. Arlene justru tengah dilanda kesedihan yang teramat, kedatangan Dean adalah harapannya namun juga terbersit ketakutan yang amat besar.
"Dean .. Kenapa kau kemari? Bukankah kau tidak ingin semua orang tahu hubungan kita?" bisik Arlene padanya, saat manager berlalu pergi membawa kartu hitam milik Dean." Mmphh ... Maksudku kau kan tidak ingin orang orang luar tahu jika kau sudah menikah ... Maksudku pura pura menikah!"
"Aku tahu itu Arlene, jadi sebelum mereka ramai dan menyadari, lebih baik kita pergi dari sini. Anggap saja kali ini aku melakukannya hanya untuk berterima kasih padamu, karena kau juga bermain akting dengan sangat bagus di depan keluarga ku Arlene."
Deg!
Entah kenapa hati Arlene mencelos mendengarnya, Dean datang bukan untuk aku, namun anggap saja di sedang membalas budi. Lalu apa arti ucapannya tadi pagi, dimana dia mengutarakan perasaannnya. Batin Arlene yang sedikit kecewa.
Tapi Arlene tidak ingin terus larut dalam fikirannya yang tidak berlogika saat ini, dia hanya ingin membalas perbuatan Imelda dan juga Sandra padanya.
Kedua manik coklatnya menyisir ruangan untuk mencari mereka, dan berhasil mengunci dua sosok yang tengah berdiri di antara kumpulan orang orang yang sempat mencemoohnya tadi.
__ADS_1
Manager hotel kembali dengan membawa kartu milik Dean dan mengembalikan pada sang empunya.
"Tolong tutup pintu keluar dari ruangan ini, siapapun tidak aku perbolehkan keluar." seru Arlene pada manager hotel dengan tegas.
"Ada apa Arlene, semakin lama kita di sini akan semakin rumit masalahnya, lebih baik kita pergi saja, mereka saja bahkan tidak berani mengatakan apa apa setelah melihat aku datang dan membereskan masalah ini."
"Ada sesuatu yang harus ku urus sebelum kita pergi dari sini Dean. kalau kau tidak keberatan, tunggulah sebentar lagi, tapi kalau kau merasa terpaksa apa boleh buat, pergilah lebih dulu, aku akan menyusulmu nanti." ujarnya dengan melenggang pergi menuju deretan kursi kursi dengan orang orang yang hanya bisa diam saat tahu Dean mengancamnya .
"Bagaimana? Kalian siap berlutut padaku, sudah aku katakan kalau aku memiliki uang bukan? Tapi kalian tetap saja memancing ku." kata Arlene yang membuat semua orang tersentak kaget,
"Apa kalian tahu jika mereka berdua biang kerok? Kalian semua ditipunya, aku sama hal nya dengan kalian yang datang karena diundang oleh mereka berdua, tapi ternyata mereka membuatku seolah akulah yang mengadakan pesta ini. Dan bertanggung jawab pada apa yang tidak aku lakukan tapi aku tidak masalah, suamiku sudah datang dan ikut bertanggung jawab atas kebodohan istrinya yang terlalu mudah bisa percaya pada mereka berdua." terjang Arlene yang menjelaskan panjang lebar dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.
"Apa yang kalian janjikan sebelunnya jika nyatanya aku punya uang dan suamiku memiliki uang yang lebih bnayak dariku." ujar Arlene yang terus melihat keduanya dengan kejam, "Kalian akan bersujud padaku bukan!"
Imelda dan juga Sandra justru sebaliknya, selama Arlene bicara, mereka hanya saling menatap satu sama lain. Dan kini mereka jugalah yang harus menelan pil pahit yang harus diterima karena kelicikannya.
Kedua wanita dengan mulut yang tidak memakai filter itu saling menatap satu sama lain, lalu menatap orang orang yang mulai menatap ke arah mereka dengan tajam, mereka terjebak dengan rencana jahat mereka sendiri.
"Apa perlu aku suruh Mc yang mengatakannya langsung? Aah atau begini saja ... Aku tidak akan memaksa kalian berdua untuk bersujud padaku, tapi asal kalian tahu jika Imelda dan Sandra harus menanggung semuanya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya yang jahat."
Semua orang tersentak kaget. dan melihat ke arah dua wanita yang kini terlihat kalang kabut tidak karuan,
"Benarkah itu? Kalian menipu semua orang dengan mengatakan kalau Arlene yang mengundang kami"
"kalian benar benar jahat! Kami bahkan berfikir jika Arlene benar benar payah saat tidak mampu membayar tagihan, tapi nyatanya dia mampu!"
__ADS_1
"Arlene saja tidak tahu kalau kalian sengaja berbuat seperti ini. Astaga ... Kalian ini tega sekali!"
"Ayo tunggu apalagi, kami tidak akan pergi jika belum melihat kalian sujud pada Arlene dan meminta maaf padanya."
"Memalukan!"
"Ayo cepat, bersujud pada Arlene!" seru yang lain.
Akhirnya dengan bantuan teman temannya yang justru dengan mudah ditipu seperti dirinya, mereka berdua kini di paksa untuk berlutut di depan Arlene. Bahkan mereka berdua mendapat intimidasi yang cukup berat.
Semua orang menyerangnya, bukan hanya verbal saja, melainkan non verbal, ada pula yang menjambaknya keras dan ada yang juga mendorongnya hingga tersungkur.
Arlene tersenyum senang, melihat Imelda dan juga Sandra sendiri yang mendapatkan ganjaran apa atas apa yang dilakukannya.
"Sudah cukup! Biarkan mereka." ujar Arlene yang meminta teman temannya yang lain berhenti menyerang Imelda dan juga Sandra.
Arlene sendiri memilih meninggalkan keduanya, dia kembali menghampiri Dean yang kini menggendong Alleyah dan menunggunya selesai.
"Aku senang melihatnya, teman temanmu itu tidak berguna sedikitpun dan kau memberi pelajaran yang setimpal!"
Arlene mengulas senyuman, mengambil alih Alleyah dari pangkuannya.
"Itu berkatmu Dean. Terima kasih."
Keduanya keluar dari hotel, meninggalkan semua orang yang dianggap tidak berguna oleh Dean dengan satu beban baru yang akan menjadi ketakutannya jika semua orang tahu jika kabar Dean yang sudah menikah itu menggemparkan dan sampai pada telinga seseorang nun jauh di sana.
__ADS_1
"Dean? Dean Mdcdermot! Benarkah itu kau?"