Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.106


__ADS_3

Alexa, dengan hati yang terbuka, memilih untuk berbagi pengalaman dan perasaannya kepada Robin. Dia merasa bahwa Robin adalah orang yang dapat dipercaya dan dapat memahami situasinya dengan baik.


Ketika mereka bertemu, Alexa dengan jujur menceritakan semua yang dialaminya dengan keluarga bangsawan, termasuk perlakuan yang tidak adil dan pengusiran yang tiba-tiba dari Mansion oleh Nenek Miranda. Dia menjelaskan betapa terpengaruhnya perasaannya oleh semua itu, termasuk kekesalan dan kekecewaan yang masih menghantuinya.


Robin mendengarkan dengan penuh perhatian, menunjukkan empati yang mendalam terhadap Alexa. Tampak terlihat sangat tenang padahal kemarahan jelas tercetak dari wajahnya.


"Robin, aku benar-benar marah dengan sikap Dean dan bagaimana hal ini berdampak pada hubungan kita dengan Arlene. Rasanya begitu tidak adil dan membingungkan! Bagaimana nasib ku nanti Robin?"

__ADS_1


"Kau fikir aku senang mendengarnya. Aku sepenuhnya mengerti perasaanmu, Alexa. Sama seperti kamu, aku juga merasa marah dan kecewa dengan sikap Dean. Dan aku sudah berinvestasi begitu banyak dalam hubunganku dengan Arlene, dan sekarang semuanya terasa goyah hanya karena keputusan mereka."


"Ya, itu benar. Rasanya seperti semua usaha yang kita lakukan selama ini tidak dihargai. Aku tidak tahu bagaimana melanjutkan hubungan ini jika Dean terus bersikap seperti ini dan Arlene jelas mendukungnya!"


Alexa dan Robin, keduanya merasakan marah dan kekecewaan yang mendalam terhadap sikap Dean dan konsekuensi yang mungkin timbul dari hubungan mereka, dan tidak lupa dengan Arlene yang sudah pasti terhubung dalam hal ini. Mereka berdua merasa bahwa situasi ini berpotensi merusak hubungan mereka satu sama lain, dan hal ini menambah kebingungan dan ketegangan mereka.


Robin, bisa dibilang sebagai teman dekat Alexa terus mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Dia memberikan dukungan dan pemahaman kepada Alexa, mengakui bahwa apa yang dia alami adalah sesuatu yang tidak adil dan menyakitkan, karena dia juga mengalaminya. Dia berusaha untuk mendengarkan dan memahami Alexa.

__ADS_1


Dalam proses berbicara dengan Robin, Alexa merasa lega dan merasa bahwa dia tidak sendirian dalam perjuangannya. Dia merasakan kekuatan dari hubungan mereka dan merasa dihargai karena ada seseorang yang mendengarkan dan peduli padanya, tidak seperti yang lain pada umumnya terlebih hubungan yang terjadi di antara mereka sangatlah rumit.


"Aku harus bicara pada Dean dan Arlene ... Mereka tidak boleh sampai berhubungan intens apalagi sampai menikah!"


"Alexa ... aku juga bingung. Namun, kita tidak mungkin mencoba berbicara secara terbuka dan jujur pada mereka. Padahal ada sesuatu diantara kita berdua. Apa kau mau Memberikan penjelasan mengenai perasaan kita dan bagaimana sikap Dean mempengaruhi kita?" pungkas Robin.


"Mungkin itu bukan langkah yang tepat. Tapi kita harus berbicara dengan Arlene dan membuatnya mengerti kalau aku tidak mungkin bisa kehilangan Dean. Begitu juga dengan mu bukan? Aku ada di sini untuknya, tetapi juga memperjuangkan hubungan yang sehat dan adil bagi kita sendiri. Kita perlu menegaskan batasan dan menghargai diri kita sendiri! Jadi kita harus bicara!"

__ADS_1


"Konyol ... Aku gak setuju. Kita juga harus siap dengan kemungkinan bahwa Arlene mungkin tidak sepenuhnya memahami atau bahkan mengambil sikap yang berbeda. Dalam hal itu, mereka perlu bersiap untuk menghadapi konsekuensinya dan memutuskan apa yang terbaik bagi kita masing-masing!"


__ADS_2