Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.103


__ADS_3

"Maafkan aku Alexa!"


Di antara kecemasan dan kekhawatiran yang melanda hati, ada momen-momen di mana Dean akhirnya merasakan kelegaan. Sensasi yang menyegarkan dan meringankan beban di dalam diri. Ia datang ketika beban pikiran dan emosi yang terus-menerus menghantui Dean akhirnya terangkat.


Dean telah melewati periode sulit dalam hidupnya, melalui tantangan yang menguras energi dan menguji ketahanan. Mungkin awalnya Dean merasa tertekan, khawatir, atau terjebak dalam situasi yang sulit akan perasaannya. Namun, kemudian datanglah momen ketika Dean akhirnya menemukan solusi, mendapatkan kepastian, dan mengatasi rintangan yang menghalanginya, menemukan jika hatinya memang hanya untuk Arlene.


Dean meninggalakan Alexa dengan perasaan kelegaan menjalar melalui tubuh nya. Beban berat yang sebelumnya ada di pundak Dean mulai terangkat, dan ia merasakan kelegaan yang membebaskan. Dean bisa merasakan napas lega dan senyuman ringan muncul di wajah nya saat berlalu, tidak peduli pada teriakan Alexa yang terus memanggil di belakang, bukan tidak kasihan, tapi bertahan pun hanya akan saling menyakiti. Rasanya seolah dunia menjadi lebih ringan, dan ada perasaan positif yang mengisi pikiran dan hati nya kini.Kelegaan dapat datang dalam berbagai bentu yang akhirnya membuahkan hasil. Adalah penyelesaian penyelesaian masalah konflik batin yang telah lama Dean hadapi. Dan itu adalah saat Dean mengetahui bahwa orang yang dia cintai adalah Arlene. Bukan Alexa. Dia pun dapat melihat hal positif dalam kehidupan tanpa keraguan lagi.


Dean sudah memutuskan untuk mengikhlaskan sesuatu yang tidak bisa dia kontrol atau membiarkan perasaan-perasaan negatif menguasai hidupnya. Kelegaan ini muncul ketika Dean membebaskan diri dari kungkungan kekhawatiran dan memilih untuk menjalani hidup dengan sikap yang lebih positif dan terbuka. Meyakinkan diri jika pilihannya yaitu wanita yang tanpa di sadari berada di dekatnya selama itu. Ia mengingatkan Dean bahwa Dean mampu bertahan dan melampaui hal-hal yang sulit. Bertemu dengannya lagi juga memberi ia harapan dan energi untuk melangkah maju dengan lebih percaya diri dan tekad yang kuat.


Bahwasana kehidupan terus bergerak dan menghadirkan tantangan baru. Oleh karena itu, penting bagi Dean untuk atas perasaannya yang kini dia yakini dan tetap menghargai setiap momen indah saat bersama Alexa. Dan saatnya mengejar kembali cintanya dengan semangat yang baru dan keyakinan yang lebih besar.

__ADS_1


"Deaaaaann!"


Suara Alexa terus terdengar keras. Dia menghampiri Debora dan memintanya untuk mencegah Dean pergi.


"Ibu ... Tolong cegah Dean pergi, jangan biarkan dia meninggalkan aku begitu saja! Sorra ... Tolonglah kau yang paling mengerti aku bukan?"


Tidak ada jawaban dari keduanya, mereka hanya diam tanpa suara sebab tahu jika Miranda berada di belakangnya dan memperhatikan segala tingkah laku mereka. Ibu dan anak kandung itu hanya saling menatap, seolah bicara dalam bahasa yang hanya mereka saja yang mengerti.


"Kita akan habis jika membantu Alexa, biarkan dia pergi!"


Miranda hanya berdiri dengan getir. Kedua tangannya memegang tongkat yang selama ini membantunya berjalan. Setelah melihat kesungguhan Dean yang berhasil membuat perusahaan di wilayah utara kembali bangkit, dia tidak memiliki hak untuk kembali melarang Dean yang membuat keputusan sulit untuk pergi dan meninggalkan Alexa, pasangannya yang selama ini ada di hidupnya.

__ADS_1


Keputusan ini didasarkan pada keyakinan kuatnya bahwa Arlene adalah cinta yang sebenarnya baginya. Sang nenek, meskipun merasa sedih melihat Alexa ditinggalkan, tidak berani mencegah keputusan Dean karena ia melihat keyakinan dan kepastian yang kuat dalam hati cucunya.


Dean telah melalui proses panjang pemikiran dan refleksi diri sebelum membuat keputusan ini. Dia mungkin telah merasa terombang-ambing antara dua hubungan, mencari tahu apa yang benar-benar diinginkan hatinya. Dalam perjalanan ini, ketika dia bertemu dengan Arlene, dia merasa bahwa dia menemukan cinta sejatinya, seseorang yang memenuhi semua kriteria yang dia inginkan dalam pasangan hidupnya. Fikir Miranda.


Dalam pandangannya selama ini, melihat keyakinan Dean yang kuat dalam hatinya, dia mengerti bahwa keputusan ini adalah sesuatu yang penting bagi cucunya. Miranda dapat melihat kemantapan dalam wajah Dean, kemauannya untuk menghadapi perubahan dan risiko yang terkait dengan meninggalkan hubungan yang telah terbina selama ini.


Meskipun Alexa mungkin merasa sedih dan terluka karena ditinggalkan, keputusan Dean ini mencerminkan kebebasan dan keberanian untuk mengikuti hatinya. Dalam hidup sang cucu, Miranda sering memberikan Dean pada pilihan-pilihan sulit yang melibatkan hati dan perasaannya sendiri. Bagi Dean, dia merasa bahwa dia harus mengikuti cintanya yang sejati dan mengambil langkah untuk membangun hubungan yang menurutnya akan membawa kebahagiaan dan pemenuhan dalam hidupnya.


Namun, keputusan seperti ini juga tidak tanpa konsekuensi. Keputusan untuk meninggalkan seseorang yang kita cintai selalu meninggalkan luka, dan Alexa mungkin perlu menghadapi proses penyembuhan dan pemulihan diri setelah kepergian Dean. Namun, harapannya adalah bahwa melalui waktu dan pengalaman, setiap pihak akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup mereka masing-masing.


Miranda tidak pernah mengetahui sisi buruk Alexa, dia juga tidak berniat mencari tahu seperti dia mencari tahu semua tentang Arlene dan putrinya. Dan kini Miranda seolah disadarkan jika Dean memiliki hak untuk mencari cinta sejatinyaa dan mengambil keputusan yang mereka yakini akan membawa kebahagiaan dalam hidup mereka. Keputusan Dean ini mencerminkan keyakinan dan keberanian, dan meskipun tidak mudah, dia yakin bahwa inilah langkah yang harus diambilnya menuju kehidupan yang memuaskan. Tidak hanya perusahaan tapi juga masa depan sang cucu kesayangan.

__ADS_1


"Pergilah Alexa ... Hargai keputusan Dean, dia tidak akan pernah mengambil keputusan yang salah lagi!"


__ADS_2