Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.107. (Curhat)


__ADS_3

Irsan mengernyit, menatap Cecilia dengan kedua alis mengkerut. "Maksudku bukan melihat ranjang yang kupersiapkan untuk calon anak kita nanti. Tapi melihatnya didalam sana!"


Cecilia terkekeh, dia pura pura saja tidak mengerti apa maksud dari ucapannya.


Di sana, mereka melihat ranjang bayi dengan dua bantal kecil, satu boneka yang tidur tenang di atas tempat tidur bayi, dengan ekspresi yang damai dan tak tergantikan. Irsan dan Cecilia mendekat perlahan, menyapu pandangan mereka dengan kasih sayang dan kekaguman.


"Aku gak sabar mau lihat wajah anak kita nanti, apa dia mirip denganku atau denganmu yang nakal ini!" Lagi lagi Irsan bicara. "Kita akan memberikan cinta dan perhatian yang tak terbatas padanya, seperti yang kita lakukan pada anak-anak kita yang lain," ucap Irsan lagi dengan lembut.


Cecilia menggenggam tangan Irsan erat dan berkata, "Tentu dong dia pasti mirip sama aku dan kamu. Dia akan tumbuh dengan cinta dari kita berdua, dia akan bahagia dengan keluarga yang utuh dan penuh kasih sayang. Kita akan jadi orang tua yang luar biasa buatnya."


"Tentu Cecilia sayang!" Jawab Irsan dengan menyelusupkan tangannya ke balik kaos yang dipakai Cecilia.


"Ih ... kamu makin nakal deh!"


Mereka berdua merasakan keajaiban kehidupan yang baru ini, dan janji untuk memberikan segala yang terbaik bagi calon anak mereka. Dalam momen itu, mereka merasakan ikatan yang semakin kuat, dan tekad yang tak tergoyahkan untuk menjalani perjalanan ini bersama-sama, sebagai keluarga yang penuh kasih sayang.


Irsan menjawab dengan senyuman dan mata yang penuh arti, "Hanya untukmu, sayang. Kamu membuatku ingin menjadi lebih nakal setiap hari. Karena itu, aku siap untuk menaklukkan duniamu dengan kelebihan ke-"


Namun sebelum Irsan sempat melanjutkan kalimatnya, Cecilia langsung mencubit lembut lengan Irsan dengan senyum jahil di wajahnya. "Jangan nakal ya, nanti kamu malah lupa tugas kamu yang lebih penting," kata Cecilia sambil tertawa kecil. "Ingat pesan dokter, hm!"

__ADS_1


Irsan tersenyum lebar dan mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan berusaha menahan diri. Tapi denganmu di sampingku, aku tidak bisa menjanjikan bahwa aku tidak akan tergoda untuk berbuat nakal lagi."


Mereka berdua saling tertawa, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang mengalir di antara mereka. Dalam setiap candaan dan keakraban itu, mereka tahu bahwa hubungan mereka penuh dengan keceriaan dan cinta yang tak terbatas.


Suasana di antara Cecilia dan Irsan penuh dengan kehangatan dan kedekatan. Setiap kali mereka bersama, ada semacam cahaya yang terpancar dari sorot mata mereka, mengungkapkan rasa sayang yang mendalam. Ketika mereka berdua saling berhadapan, mereka bisa merasakan energi positif yang melingkupi mereka.


Tersenyum satu sama lain, mereka saling melengkapi dengan sempurna. Tidak ada jarak antara mereka, baik secara fisik maupun emosional. Ada kelembutan dalam setiap sentuhan, seolah-olah mereka mengerti bahasa tubuh satu sama lain tanpa perlu kata-kata.


Percakapan mereka dipenuhi dengan tawa, candaan, dan keakraban. Mereka saling mendukung dan mendorong satu sama lain untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Setiap masalah atau rintangan yang muncul, mereka menghadapinya sebagai tim, dengan saling memberikan dukungan, pemahaman, dan keberanian.


Suasana di sekitar mereka berdua berubah menjadi hangat dan nyaman. Ruangan yang sebelumnya kosong sekarang terisi dengan kebahagiaan dan kehadiran mereka. Tidak ada keraguan atau ketakutan dalam hubungan ini, hanya kepercayaan dan rasa saling menghargai yang tumbuh dari hari ke hari.


Di antara semua kehangatan ini, ada rasa syukur yang tumbuh di dalam hati mereka. Mereka tahu betapa beruntungnya mereka bisa memiliki satu sama lain. Setiap kali mereka bertatap muka, terpancar kebahagiaan yang tak tergoyahkan, menciptakan ikatan yang kuat di antara mereka.


Suasana kehangatan ini menjadi pilar dalam hubungan mereka. Mereka mengerti bahwa dalam setiap kisah cinta, ada tantangan dan rintangan yang akan datang. Namun, dengan kehangatan dan kedekatan yang mereka miliki, mereka yakin bahwa mereka akan melewati segala hal bersama-sama, menghadapi masa depan dengan kekuatan dan keyakinan yang sama.


Dalam suasana kehangatan ini, Cecilia dan Irsan tahu bahwa mereka telah menemukan cinta yang sejati, cinta yang akan terus tumbuh dan bersemi seiring berjalannya waktu.


"Ayo tidurlah. Ini sudah malam." Ajak Irsan yang kembali menyusul Cecilia yang tengah menata pot pot bunga yang kini jadi hobinya.

__ADS_1


"Dikit lagi sayang,"


"Cecilia yang sekarang menyukai bunga bunga? Apa mungkin calon anak kita itu berjenis perempuan?" Irsan melingkarkan kedua tangan pada pinggang Cecilia dari belakang.


Cecilia memutarkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya.


"Aku juga gak tahu, sejak hamil aku jadi suka bunga bunga ini. Padahal dulu kan aku lebih suka bunga bank!"


.....


Halo .... Hay .... Apakabar kalian. Pasti baik baik aja donk. Kok gak ada yang kangen sama othor sih. Wkwkwk (Siapa juga gue yaa)


Kalian udah baca yang di atas bukan, kok gak nyambung sih. Lah iya soalnya itu cuplikan yang othor bawa dari sebelah. Wkwkwk


Itu lanjutan Cecilia dan juga Nita di sana. Yang bikin galau dan othor bimbang sih sebenarnya. habis di sini kesana tapi juga berantakan karena jadwal RL yang kacau balau. Semua novel yang kemaren othor garap juga ikut berantakan.


So .... Othor akan kembali kan Trio ebel ebel di sini aja keknya lebih tepatnya Cecilia season 2 yang ada Nita.


Tunggu beberapa hari sampai othor kembali yaaaa...

__ADS_1


__ADS_2