
"Tapi ... Tunggu, apa yang terjadi Alexa?" Dean melepaskan koper miliknya dan berjalan menuju ke arahnya.
"Duduklah sayang, biar Nenekmu yang bicara!"
Dean menoleh pada sang nenek, yang selama ini paling berkuasa di mansion yang dia dan keluarganya tinggal, sosok yang paling ditakuti dan paling berpengaruh tinggi.
Miranda menatapnya, lalu dia duduk di sofa single, di samping kanannya Debora dan Sorra sementara Alexa duduk di sofa yang berada di samping kiri. Dan Dean masih enggan duduk bersama siapapun dari mereka.
"Kau ingat janjiku padamu bukan? Apa yang ku janjikan saat kau berhasil membuat perusahaan di selatan kembali bangkit dari komanya dan tidak mengalami kebangkrutan?" terang Miranda dengan datar, menatapnya lalu beralih menatap Alexa yang mengulas senyuman. "Jadi Nenek sudah putuskan untuk tidak berlama lama lagi, kalian akan segera menikah!" ujarnya lagi.
Dean tersentak mendengarnya, dia belum sempat bicara apapun pada sang nenek bahkan belum mengutarakan perasaan dan pilihannya yang kadung berubah saat ini pada Alexa. Lantas bagaimana dengan Arlene yang telah dia janjikan.
__ADS_1
"Sayang ... Aku senang sekali, ternyata diam diam kamu merencanakan semua ini. Padahal sikapmu saat di kota xx sangat dingin padaku, ternyata kamu sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan Nenekmu sendiri yang menjemputku di bandara dan menyuruhku mengambil cuti lebih panjang lagi." Ujar Alexa yang bangkit dan merengkuh lengan Dean lalu menyandarkan kepala pada bahunya. Jika tidak ada keluarga Dean, dia sudah pasti langsung memeluknya bahkan ingin menciumnnya saat itu juga, namun dia harus menahannya demi sebuah martabat yang harus dia pasang setinggi tingginya.
Keluarga Dean bukan kaleng kaleng, keluarga yang menjungjung tinggi nilai nilai kebangsawanan, harus tampak elegan dan cantik natural. Fikirnya.
Debora mau tidak mau menerima calon menantunya itu, dibandingkan dengan Selena yang baru menjajaki dunia modeling, sementara Alexa adalah model profesional yang karirnya tengah berada di puncaknya, bahkan terkenal di kancah internasional. Berbeda dengan Sorra yang tidak terlalu peduli akan siapa saja yang dinikahi adik laki lakinya itu asalkan tidak mengusik hidupnya. Persetan dengan Selena yang selama ini menjadi temannya dalam berhura hura.
Dean masih membisu, bingung harus mengatakan apa apa. Sampai akhirnya dia melepaskan tangan Alexa yang melingkari lengannya.
"Soal laporan perusahaan nanti saja, kau juga baru saja kembali bukan?"
"Tapi Nek?"
__ADS_1
"Sayang ... Apa yang dikatakan Nenek benar, lebih baik kamu istirahat dulu ya."
Alexa benar benar manis, sikap dan tutur katanya lemah lembut dan tidak seperti biasanya yang selalu berteriak minta perhatian.
Sementara Zoya yang masih berdiri di belakang sofa ibu dan kakaknya duduk hanya bisa menatap Dean dengan wajah risaunya, bagaimana dengan nasib Arlene jika tahu apa yang terjadi.
"Nek ...?" lirih Dean, tidak peduli perkataan Alexa, dia hanya ingin bicara pada sang nenek dan menjelaskan semuanya.
Miranda bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah ruang kerja tanpa mengatakan apa apa pada semua orang termasuk Dean, namun dengan begitu saja Dean mengerti dan langsung mengikuti Nenek Miranda masuk ke dalam ruangan kerja.
"Apa yang kau ingin bicarakan Dean? Bukankah itu keinginanmu saat kita membuat kesepakatan?" Miranda paling tidak suka berbasa basi, dia langsung bicara pada intinya saja. "Jangan bilang kau salah dalam mengambil keputusan karena sifat plin planmu yang tidak juga berubah Dean! Gadis itu yang kau pilih untuk jadi istrimu, dan demi dia juga kau sampai membawa wanita asing kemari untuk berpura pura jadi istrimu bukan?"
__ADS_1