Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.112


__ADS_3

Hampir sepekan Alexa dirawat di rumah sakit, begitu juga dengan Dean yang terus menunggunya. Suasana rumah sakit begitu tegang, Alexa terbaring lemah di ranjang dengan kondisinya yang tanpa perubahan. Dean duduk dengan cemas di sampingnya. Penjelasan dokter membuatnya merasa tidak karuan.


"Kondisi Pasien tidak mengalami perubahan, ibarat antara mati dan juga tidak ada ke inginan untuk hidup. Tapi semoga segera ada keajaiban!"


Kata kata dokter jelas tidak membuat Dean tenang, pria hanya bisa menghela nafasnya dengan brat, diantara semua rencana pernikahannya dengan Arlene, kecelakaan Alexxa jelas di luar nalarnya.


"Apa yang harus aku lakukan!" gumamnya dengan menatap langit langit ruangan.


Tanpa dia sadari pintu ruangan kini terbuka, seseorang masuk dan berjalan dan menyentuh pundaknya.


Dean tersentak, menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat Arlene berdiri dengan tersenyum getir.


"Aku khawatir karena tidak ada kabar darimu, itu sebabnya aku datang kemari."


"Maafkan aku!"


Aree menggelengkan kepalanya, "Kenapa kau harus minta maaf? Ini bukan salahmu dan juga bukan yang kau inginkan bukan?"


Dean mengangguk dengan menggenggam tangannya dengan erat.

__ADS_1


"Apa kondisinya buruk?"


Dean hanya diam, tidak tahu apa yang harus dia katakan padanya.


"Tenanglah, Alexa pasti kuat."


Dean membawanya keluar dari ruangan ke sebuah tempat duduk yang berada tidak jauh. Dia harus mengatakan semuanya pada Arlene agar tidak membuat hatinya semakin gundah.


Melihat wajah Dean dipenuhi dengan kekhawatiran, Arlene mengangkup kedua pipinya.


"Aku ingin menjadi tempatmu berkeluh kesah, ceritakanlah Dean, aku pasti akan mengerti."


"Hm?" Arlene hanya bergumam, meminta Dean membuka mulutnya. "Apa yang kau khawatirkan Dean?"


"Alexa hamil!"


Kedua mata Arlene terbelalak mendengarnya, dua tangan yang menangkup pipi DEan kini luruh dengan sendirinya. "Maksudmu?"


"Ya ... Alexa hamil dan itu membuatku takut Arlene!" pungkasnya dengan mengambil tangan Arlene dan kembali menggenggamnya.

__ADS_1


Seakan tidak butuh banyak kaata kata untuk menjeaskannya, Arlene mengerti kegundahan Dean dengn sendirinya.


"Kamu takut Alexa mengandung anakmu?" dengan ragu akhirnya Arlene bicara. "Apa itu benar?"


Dean terdiam, itu memang benar dan ketakutan paling besar yang dia rasakan selama sepekan ini. Arlene mengeratkan jemarinya pada genggaman Dean.


"Bagaimana kalau kita tunggu hasilnya sama sama, dan kita kan tahu kebenrannya nanti,"


"Bagaimana kalau itu benar Arlene? Apa yang harus aku lakukan?"


Arlene tersenyum,walaupun tidak bisa dia pungkiri ada rasa perih di dalam hatinya saat ini. "Bertanggung jawablah, jadilah pria sejati Dean?"


Dean terkesiap, dia bangkit berdiri dengan satu tangan yang berkacak pinggang dan saatu lagi dengan memijit kepalanya, "Lalu bagaimana dengan rencana kita Arlene ... Bagaimana dengan kita dan masa depan kita? Aku tidak bisa ... Tidak Arlene ... Jangan bicara seperti itu!" Dean kembali duduk, dia juga kembali menggenggam tangannya dengan erat, "Aku mencintaimu Arlene ... Aku ..."


"Dean ... Mengertilah. Aku tidak ingin ada Alleyah lain. Anak yang tidak bersalah apa apa dan hanya menjadi korban keegoisan orang tuanya. Dia bahkan tidak mengenal ayahnya dengan baik!"


"Tapi itu belum tentu! aku ingin segera Menunggu hasilnya!"


Arlene tersenyum seraya menggangguk kecil "Benar atau tidak,kita akan tahu nanti."

__ADS_1


__ADS_2