Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.102


__ADS_3

Bab sebelumnya yang sama udah dirubah yang gaes ... Maaf karena bikin gak nyaman soal itu. Kalian udah tahu lah ya masalahnya. Wkwkw, itu sebenarnya draft kemaren yang memang ada, dan review sistem kadang lama banget, padahal itu udah langsung diganti.


Maaf juga karena othor up bab terlalu dikit dan lama, semoga othor bisa segera up normal normal ya... Makasih karena selalu setia tungguin othor up, walaupun othor selalu bikin kecewa ... Hihihi, semoga maklum ya, karena othor juga ada kerjaan di RL.


lope lope buat kalian. Biar enak dan nyaman, boleh baca ulang dari bab sebelumnya yaaaaa.


.


"Dean ... Please dengarkan aku!"


Dean menghela nafas, bukti yang sudah dia pegang dan kecurigaan kecurigaannya selama ini tentang Alexa dan juga seseorang. Ditambah kecurigaan yang dikatakan Zoya malam itu menambah keyakinannya.


Awalnya Dean menganggap celotehan Alleyah tidaklah berarti, namun jika dihubungkan dengan kecurigaan yang dia dapatkan dari sang adik juga kecurigaannya terhadap mereka berdua hingga mendorong dirinya untuk mendapatkan bukti bukti yang dia pegang saat ini.


"Awalnya aku berfikir jika aku lah yang jahat terhadapmu Alexa, aku tidak memiliki sikap tegas karena memiliki perasaan terhadap wanita lain selainmu. Tapi saat melihat semua ini, aku tidak lagi berfikir seperti itu, kita sama sama jahat dan untuk apa lagi saling membohongi satu sama lain Alexa?" ujarnya menohok.


Alexa sudah menangis, dia tidak ingin kehilangan Dean dengan seperti ini. Bagaimana dengan tujuannya selama ini yang hanya menginginkan masuk menjadi keluarga bangsawan dan menikmati harta mereka.


Dean berlalu begitu begitu saja, meninggalkan Alexa yang histeris memanggil namanya seraya menangis. Tapi Dean tidak berubah fikiran, dia sudah memutuskan semuanya dengan jauh lebih matang.


"Dean apa yang kau lakukan? Ada apa dengan Alexa?" Debora yang baru saja keluar dan berjalan ke arah Putranya. "Dean ... Apa yang terjadi, jawab aku!"


Zoya yang mendengar ibunya berteriak langsung menarik tangannya dan membawanya kembali masuk.

__ADS_1


"Ayolah Bu ... Kita lebih baik masuk, biadkan Kak Dean mengurus masalahnya sendiri!"


"Kau ... Apa yang kau tahu tentang kakakmu itu Zoya?"


"Ayo ke kamar, nanti aku ceritakan semuanya pada Ibu!"


Akhirnya Debora berhenti berteriak, dia pun akhirnya mengikuti Zoya dan naik ke atas dimana kamar Zoya berada. Dia tidak mau membuat Sang ibu menambah kacau suasana.


Alexa benar benar ditinggal seorang diri, dia ditinggalkan oleh Dean dan semua penghuni mansion, tidak ada yang peduli teriakannya, bahkan dia sampai melempar sebuah guci antik milik Miranda hingga pecah berserakan. Namun apa pun yang dilakukannya tetap saja tidak membuat Dean kembali.


Pria itu naik ke atas, dimana kamar nya berada. Dia masuk ke dalam kamar mandi lalu menghabiskan waktu beberapa saat dengannya. Tenggelam dalam dunianya sendiri.


Pria itu sudah memutuskan semuanya dan mulai saat ini dirinya hanya akan fokus pada Arlene dan juga Alleyah saja. Dua nama itu yang hanya bisa membuatnya tenang sekarang ini. Nyatanya apa yang diperbuat Alexa dibelakangnya membuat keraguan hatinya semakin jelas sekarang. Sementara Alexa berlari masuk, mencari dimana kamar Dean. Dia juga berteriak sekeras mungkin memanggil namanya.


"Dean ... Dimana kau Dean, kita belum selesai bicara Dean, aku tidak ingin putus denganmu. Kau sudah janji akan menikahiku Dean. rekaman itu hanya salah faham saja, aku dan Robin tidak ada hubungan!" teriaknya.


Membuat maid kewalahan dan akhirnya melaporkannya pada Miranda. Mau tidak mau Miranda keluar dari tempat istirahatnya dan melihat Alexa.


"Apa yang kau lakukan Alexa?"


Alexa langsung menoleh ke arah sang penguasa mansion, dia berlari ke arahnya dengan wajah yang sudah tidak karuan karena air mata.


"Nenek ... Tolong aku Nek, Dean ... Kenapa Dean berubah fikiran dan malah memutuskan hubungannya denganku Nek? Bukankah Nenek sendiri yang mengajakku kemari dan akan mengurus pernikahan kami berdua. Sekarang apa yang terjadi ini? Kenapa Nenek diam saja!"

__ADS_1


Miranda menatap tajam ke arah Alexa, dengan kedua tangan mengerat pada tongkat yang dipegangnya.


"Aku tidak bisa membantumu Alexa, alasan Dean memutuskan hubungan denganmu pastilah sangat kuat. Dan aku sudah berjanji padanya untuk tidak mencampuri urusan kalian." Ujar Miranda yang langsung menyuruh beberapa orang membawa Alexa keluar dari mansion.


Dua orang pria tinggi besar menariknya, walaupun Alex meronta ronta minta dilepaskan namun mereka berdua tidak ingin peduli.


"Pergilah! Jangan membuat keributan di sini!" ujar seseorang dari mereka.


Alexa sekuat tenaga meronta, namun justru kedua tangannya semakin sakit karena perlawanan yang sia sia darinya.


"Lepaskan aku Brengsekk ... Kalian tidak tahu siapa aku hah?"


Dean yang baru saja keluar dari kamar dengan wajah segar dan sudah berganti pakaian pun mengernyitkan dahi karena Alexa tidak juga menyerah.


"Dean ...?" Miranda menatapnya tajam, seolah menginginkan Dean membereskan kekacauan ini. "Aku membawanya kemari dengan baik baik Dean, dan lihatlah dia, apa yang menyebabkan kau bertindak sekasar ini pada wanita yang kau cintai itu!"


Dean menoleh pada Alexa yang di seret ke arah pintu keluar, tak lama dia menyerahkan ponselnya pada Jo ... Orang kepercayaan Miranda.


"Nenek akan tahu alasanku, keraguanku saat ini sudah hilang dan aku tidak pernah selega ini. Aku sangat takut menyakiti Alexa dengan perasaanku yang tidak bisa mengambil keputusan perihal perasaanku sendiri. Tapi ternyata kita hanya akan saling menyakiti jika tetap meneruskan hubungan ini!" terangnya. "Aku pergi. Banyak hal yang harus aku urus di sini Nek!" ujarnya lagi.


Akhirnya Dean berlalu pergi, keluar dan segera masuk kedalam mobil, sementara Alexa yang melihatnya berlari sekuat tenaga menghampiri mobil yang tengah melaju.


"Dean ... Aku mohon Dean, aku tidak ingin kehilanganmu! Aku sangat mencintaimu dan tidak ingin putus denganmu!" teriaknya seraya menyusulnya dengan terus berlari.

__ADS_1


Dean menghela nafas, menatapnya dari spion yang berada di samping mobil. Bagaimana pun Alexa adalah wanita yang sekian tahun berada di hatinya, bahkan dirinya pernah menjadi bodoh karena cinta yang begitu besar padanya. Namun cinta itu terkikis dengan perlahan lahan, bagaimana akhirnya cinta itu menjadi datar dan hampa saja.


"Maafkan aku Alexa!"


__ADS_2