
"Pergilah! Jangan sampai aku berubah fikiran dan menyeretmu keluar!"
Nenek Miranda mengusir Alexa dari Mansion miliknya, dan membuat Alexa bertambah kesal namun dia tidak bisa melawan nenek dari Dean itu. Hingga akhirnya Alexa pergi dari sana dengan perasaan yang tidak karuan. "Pergilah Alexa, pergilah sebelum aku berubah fikiran dan menyeretmu keluar dari sini!"
Alexa merasakan kebingungan dan kekesalan yang mendalam ketika Nenek Miranda secara tiba-tiba mengusirnya dari Mansion miliknya. Meskipun dia merasa tidak adil dan ingin melawan, dia juga merasa terjebak dalam kekuasaan dan otoritas Nenek Miranda yang nyatanya sulit dihadapi.
Dengan hati yang berat, Alexa memutuskan untuk meninggalkan Mansion tersebut. Dia merasa bahwa bicara lebih lanjut dengan Nenek Miranda tidak akan membawa apa-apa selain lebih banyak masalah di kemudian hari. Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin menikahi pria kaya raya dan mengangkat derajatnya setinggi tingginya.
Alexa memahami bahwa perjuangan yang lebih besar mungkin menanti di depan, dan dia perlu menjaga emosi demi keamanannya dirinya sendiri.
__ADS_1
Perasaan yang tidak karuan dan campuran dari kekesalan, kekecewaan, dan kehilangan mungkin menyelimuti Alexa saat dia meninggalkan Mansion itu. Rasanya seolah-olah dia ditinggalkan tanpa jawaban atau penjelasan yang memadai. Namun, dia juga merasakan rasa lega karena dia tidak lagi harus berada dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak mendukung.
"Sialan ... Orang orang itu!" gumam Alexa yang terus menyusut air matanya.
Meskipun keputusan untuk pergi mungkin sulit, ini bisa menjadi langkah awal bagi Alexa untuk mencari celah kebahagiaan dan kedamaian yang telah di janjikan oleh Dean. Alexa bahkan tidak menggunakan pengalaman ini sebagai pembelajaran dan kesempatan untuk mengeksplorasi jalan hidup baru yang mungkin membawa kepuasan dan pertumbuhan. Dia justru pergi di tengah perasaan yang bercampur aduk.a
Alexa meninggalkan Mansion itu, dia juga membawa kekuatan dan keteguhan dalam dirinya. Meskipun belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya, dia siap menghadapi tantangan baru dan mencari kebahagiaan yang sesuai dengan dirinya bersama Dean. Dia percaya bahwa dia memiliki potensi untuk menemukan tempat yang lebih baik dan meraih kesejahteraan yang layak dia dapatkan.
"Aku tidak bisa diem saja seperti ini. Aku harus lakukan sesuatu!!"
__ADS_1
Alexa, dengan hati yang berat dan keinginan untuk mendapatkan dukungan, memutuskan untuk pergi menemui Robin dan menceritakan semua yang dia alami serta perlakuan yang dia terima dari keluarga bangsawan tersebut. Dia merasa perlu berbagi pengalaman dan perasaannya dengan seseorang yang mungkin bisa memahami situasinya. Mobil melaju dengan kencang ke arah kantor miliknya.
Tak lama mobil yang dikendarainya kini berhenti tepat di depan rumah Robin.
Alexa langsung melompat turun dan langsung merengsek masuk dengan kedua mata yang menyisir ke arah ruangan guna mencari Robin.
"Robin!? Kau ada dimana??"
Untuk ketiga kalinya Nama Robin di sebut dan juga semua orang yang berada di sana sontak kaget karena kedatangan nya.
__ADS_1
"Mana dia?" gumamnya saat bertemu seorang pelayan yang tidak tahu apa apa.
"Mana Robin!"