Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.58


__ADS_3

"Arlene buka pintunya, aku tahu kau di dalam sendirian dan kesepian. Biarkan aku datang dan menghangatkanmu!"


Samar samar Arene mendengar perkataan seorang pria di depan unitnya, suara yang jelas dia kenali dengan mudah.


"Baron. Apakah itu dia, suara nya seperti Baron." cicit Arlene yang mulai ketakutan, "Bukannya diluar ada Supir yang di suruh Dean, kemana dia. Jangan jangan baron melakukan sesuatu padanya hingga dia tidak bisa berkutik." cicitnya lagi.


Dengan cepat Arlene mengunci pintu kamar dan dia naik ke atas tempat tidur, jika itu Baron, jelas dia takut karena pria itu memang sangat nekat dan bisa melakukan banyak hal sekalipun itu buruk.


Suara gedoran di pintu lagi lagi terdengar, sampai sampai Baron mengguncang guncangkan knop pintu hingga rasanya saat itu juga psti bisa terlepas saking kerasnya dia memukul.


Membuat Arlene semakin takut, tidak ada pilihan lain selain menghubungi polisi agar segera datang, dan membantunya mengusir pria tersebut. Wanita berusia 24 tahun itu pun akhinya menghubungi polisi terdekat dan melaporkan jika ada seseorang yang mengganggu ketenangan dan kenyamanannya.


"Arlene buka pintunya, aku tahu kau ada d dalam, aku merinduanmu dan juga anak kita sayang, biarkan aku menemuimu Arlene." baron tidak menyerah dia terus mengetuk ngetuk pintu unit apartemen milik Dean.


Hampir 30 menit Arlene menunggu polisi datang, namun pihak kepolisian tidak juga kunjung datang untuk mengamankan Baron. Dan membuat Arlene semakin resah saja.


Drett

__ADS_1


Drett


Suara ponsel mengagetkannya, sampai dia hampir saja melompat karena nya, 'Halo pak polisi ... Kenapa kalian belum juga datang, aku sudah sangat terganggu karena ada seseorang di luar unit yang kau tinggali.' ujar nya tanpa basa basi bahkan tidak melihat siapa yang meneleponnya.


"Kakak ipar? Apa yang terjadi?Apa ada orang yang mengganggu?"


'Zoya?'


"Iya ... Ini aku kak! Kak Arlene kenapa? Aku akan meyuruh Kak Dean untuk segera kesana ya."


'Jangan .. Jangan panggil dia kemari Zoya, aku tidak mau dia datang,'


Gadis itu segera keluar dari kamar dan masuk ke dalam lift guna turun dan menemui Dean kakaknya, dia bahkan sedikit berlari agar segera sampai ke kamar Dean.


"Kak ...Dean?"


Dean yang sedang menelefon seseorang segera menoleh ke arah pintu yang terbuka begitu saja, dengan Zoya yang terengah engah.

__ADS_1


"Zoya ... Kau selalu saja masuk seperti seekor ayam, kau tidak bisa masuk seperti itu...?"


"Tidak ada waktu kak, aku harus segera memberitahumu sesuatu hal, ini sangat penting dan aku rasa kita harus segera kesana," ujarnya dengan telepon genggam yang masih menempel di telinganya.


'Zoya jangan katakan apapun, aku tidak apa apa,' tukas Arlene yang sejak tadi berusaha mencegah Zoya memberitahunya pada Dean dan mencegahnya datang.


"Apa yang kau katakan itu Zoy, aku tidak mengerti," Dean mengernyit dengan kelakukan adik bungsunya itu yang bicara tidak jelas sama sekali.


"Ayo jangan banyak tanya , kita kehabisan waktu, kita pergi saja dulu nanti aku ceritakan di mobil, pokoknya ini sangat gawat."


"Ya apa? Katakan dulu dengan jelas, kau fikir aku akan mengerti apa maksudmu itu?" tukas Dean yang kali ini mengerdikkan bahunya


"ini tentang ....!"


Dean merebut ponsel dari tangan Zoya dan melihat siapa yang berada di ujung telepon.


'Zoya .. Kalau kau katakan pada Dean, aku akan membencimu selamanya!'

__ADS_1


Dean mengulas senyuman, "Kenapa Arlene ... Kenapa kau tidak ingin Zoya mengatakan apapun padaku. Apa yang ada rahasia diantara kalian tentang aku?"


Zoya merebut ponsel dari tangan Dean, "Kau ini! Ayo ... Ikut aku!"


__ADS_2