Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.69


__ADS_3

Dean terdiam saat mendengar apa yang dikatakan Leyka yang dia kira Arlene yang hampir sudah menghilang selama 6 bulan itu. Dia hanya menatapnya nanar dan tidak tahu apa yang harus dia katakan, yang jelas dugaannya memang sekuat itu jika Leyka adalah Arlene.


Leyka menatapnya tajam, tatapannya benar benar menghujam sampai ke ulu hati, tanpa Dean sadari jika bibirnya sedikit bergetar namun Robin segera menariknya.


"Kau benar, aku memang tidak berhak membuktikan sesuatu padamu yang aku fikir adalah seseorang yang menghilang tiba tiba dan membuat semua orang mencarinya dengan khawatir." terang Dean, dengan terus menatap ke arah Leyka.


Wanita itu jelas salah tingkah, namun dia tetap menatap wajah Dean dengan tajam, tidak ingin sedikitpun ketahuan jika dia sendiri sedang gugup.


"See ... Kau bahkan tidak mampu menjawabku Arlene?"


"Aku bukan Arlene, namaku Leyka!"


"Sudahlah jangan berbohong, lagi pula, semakin kau mengelak semakin jelas kalau kau berbohong seperti ini, kau tidak pandai berbohong terlebih di depanku." ujar Dean seolah sedang mengingatkannya.


ia tahu bagaimana gugupnya Arlene jika sedang salah tingkah, juga perasaan malu yang menderanya bahkan dari sorot matanya saja.


Leyka mulai tidak nyaman dengan tatap dari Dean. Dia memalingkan wajahnya ke arah lain dan tidak ingin sampai Dean mengetahui jika dia benar benar Arlene, untuk apa lagi fikirnya, dia ingin terlepas dari semua kebingungan yang diciptakan oleh Dean sendiri.


melihat wajah Leyka yang tidak karuan, Robin kembali menariknya lebih dekat lagi.


"Dengar Dean, sekalipun jika Leyka benar benar Arlene. Kau tidak ada hak untuk mengusik hidupnya lagi. Kau tahu bukan. Kau saja sudah bertunangan, jadi lebih baik kau urus tunanganmu saja. Dan aku tegaskan lagi padamu jika dia itu bukan orang yang kau campakkan, dia bukan yang kau cari Dean, sadarlah sebelum semua nya kau buat kacau." ujar Robin yang kini menatap Alexa yang tengah berjalan ke arah mereka.


Raut wajah Dean kini berubah merah padam, dengan tangan mengepal dan berusaha menguasai diri agar tidak terbawa emosi dan tidak melakukan hal hal yang tidak di inginkan. Apalagi jangan sampai memukul wajahnya sekalipun dia inginkan hal itu.

__ADS_1


Alexa memicingkan kedua matanya saat menatap Leyka yang berdiri diantara Robin dan juga kekasihnya dari ujung rambut hingga ujung kaki yang tidak lepas dari pandangannya. Tentu saja dia tidak ingin ada saingan soal apapun, terlebih melihat wajah natural yang tidak berlebihan namun sangat elegan dan sedap dipandang milik wanita yang terus di tatap oleh Robin tersebut.


"Sayang. Kau di sini rupanya, aku mencarimu kemana mana." ujarnya dengan melingkarkan tangan pada lengan kekasihnya itu, seolah sengaja ingin mengatakan jika Dean itu miliknya.


Dean tidak menggubrisnya, dia tetap mengarahkan pandangannya pada Leyka sekalipun Alexa terus menempelinya.


"Sayang, siapa dia?" bisik Alexa.


Leyka tersenyum, menatap dress yang membalut tubuh langsing dengan bokong sintal milik Alexa.


Melihat jika itu, Robin ikut tersenyum dan merengkuh bahu Leyka."Kau ingin kita pergi dari sini Leyka."


"TIdak perlu Robin, aku baik baik saja." sahutnya.


"Hah ... Aku hampir lupa, dia Leyka dan dia ---" Robin sengaja menggantungkan ucapannya, dia ingin tahu reaksi Leyka padanya. Gadis di sebelahnya itu hanya diam dengan bibir yang tetap tersenyum manis.


"Kau mau bicara aku ini kekasihmu bukan?" seloroh Leyla yang membuat wajah Dean semakin tidak karuan saja saat mendengarnya.


"Kau tidak keberatan bukan?" kata Robin yang terkekeh, membuat asap yang ada di kepala Dean semakin mengbungbung tinggi.


Tidak lama, Alexa mengulurkan tangan ke arahnya


"Aku Alexa. pacar sekaligus tunangan Dean."

__ADS_1


Leyka tentu saja menyambut tangannya. "Leyka!"


"Sepertinya kalian memiliki selera pakaian yang bagus?" tukas Robin yang berfikir situasi ini sangat seru, dia sedang berperan sebagai tukang kompor yang memanaskan suasana.


"Benarkah?" ujar Alexa dengan tatapan mencibir menatap Dress yang dikenakan Leyka.


"Kurasa tidak, selera ku sulit di tiru orang lain." ujarnya dengan penuh kebanggaan terhadap dirinya sendiri dan tingkat kepercayaan yang tinggi pula.


"Benarkah? Kurasa Robin benar, aku sepertinya ingat betul jika aku memiiki dress yang sama persis seperti ini?"


"Mana mungkin, seri ini hanya terbatas, hanya ada dua di dunia ini, dan dress yang aku pakai ini adalah yang ke dua," terang Alexa yang tidak ingin tersaingi.


Dean menarik tangannya dengan lembut, berharap Alexa diam saja dibandingkan terus bicara hal hal yang penting seperti itu terlebih cara dan gaya ia bicara.


"Sepertinya kau benar!"


"Tentu saja aku benar, aku mendapatkannya dengan susah payah karena ini barang yang terakhir dan limited edition."


"Aku juga tahu itu ... Tapi aku rasa model dress ini terlalu biasa, mereka terlalu berlebihan menempelkan aksesoris itu di sana. Harusnya sedikit di kurangi di sini." ujar Leyka yang sengaja mengatakannya.


"Benar seperti itu?" Alexa mengernyitkan dahi, mulai membandingkan dress yang di pakainya dengan dress yang dipakai Leyka.


"Benar ... Itu sebabnya aku melepaskannya dengan harga 5 kali lipat dari harga aslinya!"

__ADS_1


__ADS_2