Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.98


__ADS_3

Dean menggelengkan kepalanya lirih, lalu merengkuh kedua pundak Arlene. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi, kau lupa kalau aku akan memperjuangkanmu dan juga Alleyah, aku tidak akan melakukan kesalahan itu lagi! Aku akan membelamu."


Arlene terdiam cukup lama, menatap Dean yang meyakinkannya dengan sungguh sungguh.


"Hm?"


Akhirnya dia mengangguk kecil, dan kembali memeluk Dean, membuatnya sedikit tenang jika kali ini pria itu akan benar benar melindunginya dan percaya jika Dean tidak akan membuatnya kecewa lagi.


Dan sampai beberapa hari Arlene tetap tinggal di hotel itu, dan Robin sama sekali tidak mencarinya. Tidak ada kabar dari nya maupun dari staff kantor dimana dia bekerja, semuanya sudah Robin putuskan termasuk kontrak kerja miliknya.


Beberapa kali ponselnya berdering, panggilan masuk dari nomor yang tidak terdaftar di kontak ponselnya. Dan beberapa kali juga dia abaikan karena takut.


Alleyah kerap menangis, karena situasi ini membuatnya ingat pada kejadian beberapa waktu lalu, dan entah kenapa mereka kembali hidup dalam ketakutan.


Sampai Dean tidak tega meninggalkan keduanya hanya berdua saja, dia dan Zoya bergantian menemaninya sampai pekerjaan Dean selesai dan mereka bisa kembali pulang ke kota xx.

__ADS_1


Dan alangkah marahnya Robin saat tahu jika Dean dan Arlene semakin dekat, bahkan merencanakan untuk kembali ke kota xx bersama.


"Siall! Dasar wanita tidak tahu di untung, aku yang mengangkat derajatnya sampai bisa seperti sekarang dan lihat sekarang?" gumamnya seraya menatap foto Arlene di ponselnya. "Brengsekk si Dean, aku tidak akan membiarkan nya terjadi!"


Pyarrr


Robin melempar ponselnya begitu saja, sampai berkeping keping dan berserakan dilantai. Setelahnya dia keluar dari ruangan kantor dan memerintahkan staffnya untuk mencabut Arlene dari proyek mereka dan dilarang menghubunginya.


Satu bulan kemudian.


Arlene dan Dean kembali ke kota xx, begitu juga dengan Zoya dan tidak ketinggalan Alleyah. Situasi membaik karena tidak ada sekalipun Robin menemuinya dan mencari keributan lagi.


"Untuk sementara kau tinggal di sini ya, tempat ini akan aman untukmu dan juga Alleyah." seru Dean yang meletakan koper milik Arlene.


"Iya kakak ipar, tempat ini sangat jarang di kunjungi, bisa di bilang tempat ini luput dari ingatan semua orang!" tambah Zoya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Arlene penasaran.


"Karena tempat ini milik ayahku, kakek buyutku, dia berjuang keras sampai bisa meninggalkan harta begitu banyak untuk kami para keturunannya, dan tempat ini tempat dimana kerja kerasnya dimulai! Kakek buyut orang sederhana, keluarganya petani kubis dan tempat ini jadi saksinya. Tapi semua nya lupa akan tempat ini. Iya kan kak Dean?" terang Zoya dengan jelas.


Dean mengganggukkan kepalanya, "Itu benar sekali, jadi kau akan aman di sini."


Arlene tercengang mendengarnya, tempat paling banyak kenangan dan perjuangan menurutnya tapi tempat yang juga terlupakan, padahal ruangan dan bangunan maish sangat kokoh dan terawat hanya saja berada jauh di belakang gedung utama perusahaan milik keluarga Mcdermott.


Semua berjalan lancar tanpa gangguan, tapi Dean lupa satu hal. Yaitu keberadaan Alexa.


Alangkah kagetnya Dean saat tiba di mansion bersama Zoya, dia melihat Alexa di sana, duduk dengan wajah sendu dihadapan Debora dan juga Sorra. Dibelakangnya ada Nenek Miranda yang berdiri dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Sayang ... Kau sudah sampai?" ucapnya saat melihat Dean yang menggeret koper miliknya.


"Alexa ... Sedang apa kau di sini? Bukankah kau harusnya berada di eropa?"

__ADS_1


"Dean duduklah, ada hal yang penting untuk kita bicarakan!" ucap Miranda.


"Tapi ... Tunggu, apa yang terjadi Alexa?"


__ADS_2