Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.94


__ADS_3

Mau tidak mau Zoya mengangguk, dia juga tidak suka jika Robin menjadi penghalang bagi kakaknya Dean da juga Arlene untuk bersatu. Terlebih pria itu tidak sebaik yang difikirkan oleh Arlene.


Akhirnya mereka berdua kembali bergabung dengan Arlene dan Alleyah yang tengah berada area samping, dimana ada kolam renang berhias lampu warna warni. Area permainan anak anak ada di sana juga.


"Papa ... Where are come from?"


"Ah ... Papa tadi mencari Zoya! Dia tersesat Alleyah!" Dean terkekeh, berbohong lebih baik dari pada membahas kembali Robin.


"Kau menemukan Uncle Robin?" Tanya Alleyah lagi, nyatanya anak kecil tidak mudah lupa.


"Sayang ... Uncle sudah memberi tahu Mama jika Uncle sedang di tempat lain, jadi mungkin kau salah lihat." sela Arlene dengan menunjukan pesan singkat dari Robin.


Dean berdecak, begitu pula dengan Zoya yang jelas jelas tahu jika Robin ada ditempat itu.


Alleyah tampak sedih dengan bibir yang mencebik.

__ADS_1


"Aku tidak salah lihat Mama! Kenapa kau tidak percaya aku?"


"Hey ... Sudahlah, kita di sini hanya akan bersenang senang dan kalau pun uncle Robin ada di sini. Kita akan akan segera tahu. Oke sayang?" Dean mengelus pipi Alleyah. "Mama percaya kok. Alleyah kan anak pintar!" ujarnya lagi dengan membujuk Alleyah agar tidak merajuk.


Zoya berinisiatif membawa Alleyah untuk ke area permainan, dia juga membawakan permen kapas untuknya.


"Ayo Alle ... Kita main, kak Zoya mau naik itu. Kau mau ikut?" Zoya mengalihkan perhatian anak kecil berusia 3 tahun itu.


Alleyah mengangguk, dia sempat mendelik sebentar ke arah Arlene lalu beringsut turun dan mengikuti Zoya. Melihat hal itu Arlene menghela nafas.


"Kau tahu dengan pasti Arlene ... Alleyah anak yang pintar, dia bisa tahu mobil Robin. Dan dia tidak suka kalau kau tidak mempercayainya!" ucap Dean.


Dean terdiam, perlahan menghela nafas lalu menggenggam tanggannya lembut. "Oke Arlene ... Aku mengerti, maafkan aku!"


Sementara Zoya kembali melihat Robin yang kini berjalan ke arah mobil miliknya, di ikuti oleh wanita yang tadi dia lihat juga. Gadis riang itu memicingkan kedua maniknya agar bisa melihat dengan jelas.

__ADS_1


"Kak Zoya ... Aku mau keripik kentang please!"


"Oke baiklah Alleyah ...!" Zoya mengambil snack yang dia bawa lalu memberikannya pada Alleyah.


Sesaat kemudian Zoya kembali melihat ke area parkir dan mobil Robin sudah tidak lagi terlihat.


"Ah ... hilang kan!"


"Apanya yang hilang?" Tanya Alleyah polos. "Aku tidak hilang kok!"


Zoya menggelengkan kepalanya. "Bukan apa apa Alle ... Ayo makan lagi."


Tak lama kemudian, mobil Robin terlihat kembali lagi ke tempatnya tadi. Namun kini Robin turun seorang diri tanpa gadis berambut panjang yang sejak tadi bersamanya.


"Uncle Robin!" Tunjuk Alleyah yang tanpa sengaja melihatnya juga. "Benarkan ... Aku tidak salah lihat, itu memang mobil uncle Robin."

__ADS_1


Zoya mengangguk lirih dengan terus mengikuti gerak langkah Robin yang kini masuk ke dalam Resort. Rasa keingin tahuan Zoya semakin besar saat melihat Robin justru baru men scan undangan miliknya pada mesin yang berada di depan pintu utama.


"Aneh ... Padahal dia sejak tadi ada di sini! Kenapa baru memberikan undangan miliknya!"


__ADS_2