Pura Pura Istri

Pura Pura Istri
Bab.49


__ADS_3

Arlene menoleh dan tersentak melihat sosok yang kini tengah berjalan ke arahnya, dia pun memegang lebih erat Alleyah yang masih tertidur pulas didalam pelukannya.


"Baron?"


"Aku mencaimu kemana mana, rupanya kita bertemu di sini!"


Arlene bangkit dari duduknya dan menyambar tas yang berada paling dekat dengannya, sementara kopernya dia tinggalkan begitu saja, dia tidak ingin Baron memaksanya lagi untuk ikut pulang.


"Hey, kau mau kemana. Ayolah, sudahi permainan ini, kita lebih baik kembali bersama?"


Arlene memilih berlari pergi dan melarikan diri ke dalam kerumunan, dengan sesekali melihat ke arah belakang.


"Arlene jangan pergi!"


Baron mengejarnya, kedua mata tajamnya sibuk mencari sosok mantan istri yang berlari dengan cepat dan berbaur dengan semua orang dan sulit di temukan.


Namun pergerakan Baron lebih cepat dari yang diperkirakan Arlene, dia menemukannya saat Arlene berpura pura mengantri di gate pemeriksaan.


"Kau mau kemana. Hm? Mau pergi dan bersembunyi lagi dariku?" ujar Baron dengan mencekal pergelangan tangannya.


"Lepaskan aku Baron. Lepas atau aku berteriak!"


"Silahkan berteriak, kau fikir mereka akan menolongmu? Mereka tidak akan ada yang peduli padamu, ingat Arlene. Aku bisa saja melaporkanmu atas dasar penculikan anak. Kau ingat itu. Hm?"


"Jangan gila kau Baron! Dia putriku, mana mungkin aku menculik putriku sendiri." Arlene berusaha melepaskan cekalan tangannya,

__ADS_1


Baron sangat pintar mengelabui petugas yang melihat ke arah mereka dengan curiga. Baron merengkuh kedua bahunya dan terlihat memeluknya erat, bahkan dia mengambil alih tas yang di pegang Arlene.


"Kau sangat licik Baron!"


"Tentu sayangku!" jawabnya dengan tersenyum.


Baron membawa Arlene keluar dari antrian dan menepi ditempat yang terlihat sepi dan luput dari petugas bandara.


"Lepaskan aku, aku tidak sudi ikut denganmu lagi!" Arlene masih terus berusaha melepaskan diri darinya walaupun sulit karena Baron terus menghimpitnya.


"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu Arlene sayang, maafkan aku ... Kita akan terus bersama dan aku tidak akan menyakitimu lagi."


Arlene menginjak kaki Baron saat hendak melangkah, hingga dia kesakitan dan menjambak rambut belakang Arlene hingga kepalanya mendongkak ke belakang.


"Aaah ...!"


"Kau gila Baron!"


Alleyah terbangun dan langsung menangis saat melihat dua orang dewasa yang tengah saling berdebat, himpitan tubuh Baron juga membuat anak balita itu kaget dan tentu saja takut hingga menjadi histeris namun tidak ada seorang pun yang peduli atau bahkan bertanya pada mereka.


Orang orang hanya melihat sekilas dan kembali pada urusannya masing masing.


"Alleyah sayang ... Sini nak, papa gendong." baron mengambil Alleyah dari pangkuan Arlene dengan paksa hingga Alleyah semakin histeris dan meronta ronta ke arah Arlene.


"Maamam--- mamma mama!"

__ADS_1


"Baron berikan Alleyah padaku!" Arlene berusaha mengambil Alleyah namun tidak di berikannya.


"Tenanglah sayang, ini ayahmu!"


Tangisan Alleyah mengundang kecurigaan petugas bandara, beberapa orang berjalan menghampiri keduanya, Arlene merasa sedikit lega saat melihat petugas datang.


"Apa ada yang bisa dibantu?"


"Sir!" lirih Arlene dengan wajah tidak karuan, berharap pertolongan dari petugas itu.


"Putriku sedang rewel, kami jarang bertemu dan aku masih berusaha menenangkannya." Jelas Baron yang juga merekatkan tangan di pinggang Arlene dengan kuat dan sedikit mencengkramnya.


"Nyonya?" petugas itu meminta kepastian dari Arlene, apa benar yang di katakan oleh pria tinggi di sampingnya.


"Sayangku ... Mereka bertanya padamu. Jawablah."


Teriakan Alleyah semakin kencang, dengan tubuh yang hampir melenting ke atas, sudah jelas dia tidak ingin digendong Baron.


"Dia ... Mantan suamiku!" ucap Arlene dengan jujur. "Dan aku tidak mau kembali padanya, karena aku ..."


Baron menatapnya tajam, tapi Arlene sudah tidak ingin diperdaya olehnya lagi. Apalagi sampai Baron mengambil Alleyah dan membuatnya tidak bisa berbuat apa apa.


"Jangan bohong sayang, aku masih suamimu."


"Kita sudah bercerai Baron ... Dan aku ... Aku sudah menikah lagi!" tukasnya menohok.

__ADS_1


Sampai seseorang berlari ke arah mereka dan berhenti tepat di belakang petugas bandara. Arlene melihatnya, begitu juga dengannya dan langsung menunjuknya.


"Dia ... Dia suami ku Pak!"


__ADS_2