Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 101


__ADS_3

Hari-hari yang di lalui Alesa berjalan seperti biasa, bahkan kini hubungannya dengan suaminya kian romantis layaknya pasangan pengantin baru yang lagi kasmaran tak ada lagi yang namanya perdebatan atau semacamnya.


Hari berganti minggu berganti bulan, tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan tepat hari ini Alesa dan suaminya akan menjalankan ibadah umroh hadiah yang di siapkan suaminya berapa bulan yang lalu.


Bahkan dari kemarin Alesa sudah mempersiapkan segala kebutuhan mereka yang hendak berangkat ke tanah suci, namun sebelum berangkat Alesa dan suaminya memutuskan untuk menginap di kediaman adik iparnya siapa lagi kalau bukan Sisil.


Azzam juga di bawa mereka dan tentu akan di titipkan sementara waktu dengan Sisil, bahkan keluarga pihak suaminya sudah dua hari yang lalu sudah berada di kediaman Sisil ingin ikut mengantar keberangkatan Alesa dan suaminya ke tanah suci.


Keluarga pihak Alesa juga ikut andil ingin mengantar namun tak menginap, karena dari kediaman orang tua Alesa ke pusat kota hanya memakan waktu berapa jam berbeda dengan keluarga pihak suaminya yang memang dari daerah yang jauh.


Setelah memastikan semua keperluan yang Azzam butuhkan nanti lengkap, dan memastikan semua pintu ruko serta jendela-jendela terkunci dengan aman Alesa segera menenteng tas berisi pakaian milik Azzam.


Sedangkan koper miliknya dan suaminya sudah di kirim suaminya melalui mobil travel dan di antar ke kediaman Sisil berapa hari yang lalu, makanya sekarang Alesa dan suaminya tak perlu repot-repot lagi hanya saja tetap menyiapkan keperluan Azzam selama menginap di rumah Sisil nanti.


"Kita benar-benar gak nyangka kalau mas Ilham dan mbak Alesa akan pergi umroh sekarang" ucap Para tetangga yang memang ikut andil mengantar Alesa meski hanya di ruko


"Alhamdulilah bu, ALLAH telah memanggil kami untuk berangkat ke tanah suci. Aku doain semoga kalian semua juga secepatnya di panggil ALLAH untuk berangkat ke tanah suci" kata Alesa dengan ramah sembari tersenyum


"Aaamiiin, hati-hati di jalan ya mbak Alesa dan mas Ilham semoga pulang dengan selamat" ucap Para tetangga dengan tulus


"Terima kasih, bu. Kita pamit dulu, Assalamualaikum" kata Alesa dengan semuanya kemudian segera naik ke jok belakang sepeda motor milik suaminya


Para tetangga melambaikan tangan melepas kepergian Alesa, Alesa juga membalas lambai tangan mereka semua sembari tersenyum sangat cerah bahkan berbeda dari biasanya raut wajah Alesa juga tampak tenang.


Sepeda motor milik suaminya pun mulai di lajukan suaminya dengan kecepatan sedang meninggalkan ruko dan menuju pusat kota, mereka sengaja berangkat dari ruko menuju kediaman Sisil hanya mengunakan sepeda motor.

__ADS_1


Karena tak ingin kejebak macet, belum lagi tak bisa bebas jika naik mobil travel tak seperti naik sepeda motor sendiri yang bisa berhenti kapan pun kita mau bahkan Azzam juga seperti lebih senang naik sepeda motor.


"Bunda dan ayah, berapa lama ninggalin Azzam?" tanya Azzam dengan raut wajah sedih seperti ingin di tinggal selamanya


"Paling cepat satu minggu, namun paling lama sepuluh hari. Azzam akan baik-baik saja kok di rumah tante Sisil kan ada teman adik Raya" kata Alesa dengan lembut menjelaskan pada Azzam


"Iya Bun, Azzam tau. Tapi mengapa Azzam merasa Bunda dan ayah bakal ninggalin Azzam selamanya" kata Azzam masih memasang raut wajah sedih


"Gak bakal sayang, ya kan yah" kata Alesa beralih kepada suaminya yang dari tadi diam namun sesekali melirik Alesa dan Azzam dari kaca spion


Suaminya hanya menganggukkan kepala, karena suaminya begitu fokus dengan jalanan jadi tak banyak bicara hanya menjadi pendengar setia dari ocehan Azzam yang merasa begitu takut di tinggal mereka berdua.


Suaminya memaklumi Azzam sedikit khawatir karena ini pertama kali Azzam akan berada jauh dari ia dan Alesa, apalagi selama ini Azzam selalu saja lengket dengan Alesa seperti prangko.


Tiba-tiba Azzam diam setelah mengoceh panjang lebar dengan Alesa, membuat Alesa dan suaminya bingung karena tak biasanya Azzam diam jika sedang di perjalanan kecuali tidur.


"Azzam...." panggil Alesa dengan lembut


Alesa bingung mengapa Azzam berubah padahal dari jauh-jauh hari Azzam bisa menerima bahwa akan di tinggal olehnya dan suaminya yang ingin menunaikan ibadah umroh, namun entah mengapa hari ini mood Azzam seperti kurang baik.


"Azzam, nak kamu ngambek dengan Bunda dan ayah?" tanya Alesa masih dengan suara yang lembut


"Gak Bun, Azzam hanya takut" jawab Azzam yang suara mulai serak bisa di pastikan saat ini Azzam tengah menangis


Alesa pun berusaha menenangkan Azzam namun sia-sia karena tangisan Azzam kian keras, suaminya pun langsung menoleh ke belakang ingin melihat Azzam kenapa tiba-tiba menangis.

__ADS_1


"Mas, awas....." teriak Alesa saat suaminya tadi menoleh ia mendongak dan di depan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi


Braakkk.....


Kecelakaan tak bisa di hindari lagi, Alesa terpelanting jauh sambil memeluk erat tubuh Azzam sedangkan suaminya terseret entah seberapa jauh bersama sepeda motor miliknya.


Tempat kejadian kecelakaan tersebut ternyata memang sangat sering terjadi, semua kendaraan pun terpaksa berhenti membuat jalanan jadi macet karena telah terjadi kecelakaan saat ini.


Semua orang berbondong-bondong ingin melihat kecelakaan, namun tak ada yang berani mendekat dan justru ada salah satu di antara orang-orang itu mengabadikan kecelakaan tersebut.


Sirine ambulan dan mobil polisi bersahut-sahutan datang dari arah berlawanan, para anggota polisi segera mengamankan tempat kejadian dan para anggota medis mulai mengangkat tubuh korban yang bersimbah darah.


Salah satu korban di nyatakan meninggal dunia, satu korban luka parah namun sangat lemah dan korban yang satunya sepertinya tuhan memberi perlindungan hingga ia hanya terlihat lecet-lecet namun saat ini juga tak sadarkan diri.


Salah satu pihak polisi mengambil gawai milik salah satu korban, dan beruntung gawai milik korban ada yang masih bagus bahkan layarnya tak di pakaikan kunci memudahkan polisi mencari nama keluarga dari korba kecelakaan.


Tut....


Tut....


Tut...


"Hallo, Assalamualaikum nak. Kalian udah sampai di rumah adik iparmu?" kata Orang di seberang telepon langsung memberondong pertanyaan


"Hallo, Walaikumsalam. Maaf bu, sebelumnya kita dari pihak kepolisian ingin menyampaikan bahwa pemilik HP ini barusan mengalami kecelakaan dan sekarang sudah di larikan ke rumah sakit pusat kota" jelas Polisi itu pada intinya

__ADS_1


"A...apa? Bapak jangan bercanda" kata Orang di seberang telepon tak percaya namun di hatinya begitu khawatir


"Kita tidak bercanda bu, saya memberikan informasi yang akurat. Terima kasih" kata Polisi itu mengakhiri sambungan telepon tersebut


__ADS_2