Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 27


__ADS_3

Selagi suaminya belum pulang dan bayi Azzam sedang tertidur pulas sehabis mandi sore, Alesa pun segera buru-buru hendak membersihkan tubuhnya yang sudah bau pup bayi Azzam dari pagi tadi dan bahkan daster yang melekat di tubuhnya belum sempat di gantinya tadi gara-gara ia ikut tidur pas menyusui bayi Azzam.


Dengan kecepatan kilat Alesa sudah selesai mandi dan memakai daster panjang serta jilbab instan, lalu Alesa melangkahkan kaki ke dapur hendak memasak nasi di rice cooker untuk makan malam ia dengan suaminya nanti sekalian ia mau memanaskan lauk pauk yang di masak sang ibu subuh tadi.


Selesai pekerjaan dapur Alesa mulai mencuci piring kotor lalu membereskan ruko dan mengangkat pakaian yang di jemur di halaman belakang, kemudian Alesa kembali ke ruang TV dengan membawa sekeranjang pakaian bersih yang baru saja di angkatnya.


Alesa segera melipat pakaian-pakaian bersih itu mumpung bayi Azzam masih tidur, mungkin sekarang tak bisa serapi dulu lagi Alesa melipat pakaian-pakaian tersebut dan yang terpenting sekarang terlipat serta masuk dalam lemari yang tentunya tidak menggunung di keranjang yang mengakibatkan kamar tidur jadi berantakkan.


"Assalamualaikum" ucap Seorang dari depan yang membuat Alesa langsung beranjak karena sangat paham dengan pemilik suara itu


"Walaikumsalam" jawab Alesa langsung membukakan pintu samping agar suaminya bisa masuk


"Lama banget Mas di perjalanan, aku kira pukul 04.00 sore tadi udah nyampe rumah" kata Alesa mencium punggung tangan suaminya dengan takzim sembari mengambil alih plastik hitam yang ada di tangan suaminya


"Jalanan kota macet, belum lagi nungguin Ibu sampe naik travel" jawab Mas Ilham melangkahkan kaki masuk ke ruko


Alesa hanya mangut-mangut mendengar jawaban dari suaminya, kemudian membantu mengambilkan handuk untuk suaminya yang hendak membersihkan tubuh karena habis dari pusat kota yang tentu banyak polusi dan debu yang menempel di seluruh tubuh suaminya.


Sedangkan Alesa memilih melihat apa isi plastik hitam yang di bawa suaminya barusan, saat di bukanya dan di lihatnya ternyata sebuah box yang berisi donat yang lagi viral di sosial media yang berapa hari lalu ia pengen namun tak bisa membelinya karena dari pusat kota kesini sangat jauh.

__ADS_1


"Terima kasih ya Mas" kata Alesa saat mendengar pintu kamar mandi terbuka


"Terima kasih buat apa?" tanya Mas Ilham mengerutkan keningnya bingung


"Donat yang Mas beli di pusat kota, yang aku pengen" kata Alesa sembari memperlihatkan donat di box yang tertata rapi dan di hias dengan cantik


"Itu Ibu yang beli buat kamu, bukan aku yang beli" jawab Mas Ilham berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar


Alesa yang tadi sangat senang suaminya begitu perhatian sudah membelikannya donat, namun seketika jadi cemberut setelah tau kenyataannya yang ternyata sang ibu lah yang membelikan donat untuknya namun ia tetap senang apalagi ini dari sang ibu selalu tau apa yang anaknya pengen.


Mengapa Alesa berharap begitu besar dengan suaminya karena ia rindu perhatian suaminya yang benar-benar tulus bukan pura-pura seperti selama ada sang ibu kemarin, namun sepertinya harapan Alesa tak akan terkabul apalagi di lihat tadi suaminya kembali cuek.


Segera di tutupnya box donat itu dan di simpannya di lemari penyimpanan makanan, Alesa sengaja menyisakan berapa buah donat kalau saja suaminya bertanya apakah masih donat yang di belikan sang ibu tadi dan ke pengen juga makan donat tersebut.


Adzan magrib berkumandang Alesa tengah mengendong bayi Azzam sembari sesekali di ajaknya berbicara yang selalu biasa Alesa bangunkan ketika hendak menjelang magrib, apalagi banyak mitos mengatakan bahwa bayi tak boleh tidur ketika magrib setidaknya kalau tidak bisa di bangunkan harus di gendong.


Entah benar atau tidak mitos itu namun jika kita orang dewasa memang di anjurkan tidak boleh berbaring ketika menjelang magrib apalagi memasuki adzan magrib, karena takut tertidur dan sholat magrib jadi terlewatkan apalagi waktu sholat magrib ke sholat isya' sangat dekat.


"Mas berangkat sholat dulu, Assalamualaikum" kata Mas Ilham pamit berangkat ke masjid

__ADS_1


Namun kali ini ada yang berbeda dari suaminya yaitu tak ada acara Alesa mencium punggung tangan suaminya atau suaminya mencium bayi Azzam, padahal selama ada sang ibu suaminya selalu menyodorkan tangan kepada Alesa dan selalu mencium bayi Azzam jika mau kemana-mana.


Alesa menghela napas panjang topeng yang sudah di sembunyikan suaminya selama hampir dua bulan lalu, kini mulai suaminya tampakkan setelah sang ibu sudah tak menginap disini lagi dan Alesa harus siap siaga apapun yang terjadi ke depannya yang terpenting saat ini jangan sampai bayi Azzam jadi korban.


Alesa meletakkan bayi Azzam lagi ke kasur bayi lalu mengambil mainan untuk bayi Azzam dan mengajak bayi Azzam bermain selagi bayi Azzam belum tidur lagi, Alesa begitu bahagia ketika mendengar gumaman bayi Azzam yang sepertinya mengajak ia berbicara.


"Assalamualaikum" ucap Mas Ilham pas pulang dari masjid dan langsung nyelonong masuk kamar mengganti baju koko serta sarungnya


"Mas, titip bayi Azzam. Aku mau nyiapin makan buat Mas" kata Alesa saat melihat suaminya keluar kamar


Suaminya hanya menganggukkan kepala kemudian melangkahkan kaki mendekati bayi Azzam yang tengah memainkan kerincingan, namun baru saja Alesa hendak beranjak dari duduknya terdengar ada suara seseorang dari depan ingin membeli di warung milik suaminya.


"Gendong aja bayi Azzam pakai jarit panjang, aku mau melayani pembeli" kata Mas Ilham memilih ke depan dan mengurungkan niat menjaga bayi Azzam


Alesa pun tak bisa berbuat apa-apa ia langsung mengambil jarit panjang untuk mengendong bayi Azzam setelah jarit panjang itu terikat dengan sempurna dan bayi Azzam begitu anteng, Alesa segera melangkahkan kaki ke dapur membentangkan karpet dan menata semua makanan di atas karpet.


Selesai menata semua makanan kini Alesa bergantian dengan suaminya menjaga warung, lalu suaminya mulai makan sedangkan ia mengendong bayi Azzam sambil melayani para pembeli yang mulai ramai apalagi warung milik suaminya tutup dari pagi tadi sehingga para pembeli berbondong-bondong beli malam ini.


Setelah suaminya selesai makan Alesa bergantian lagi minta tolong jagain bayi Azzam yang ia letakkan kembali ke kasur bayi karena ia juga ingin makan, namun lagi-lagi ada pembeli dan suaminya tak mau menjaga bayi Azzam hingga Alesa terpaksa makan di samping bayi Azzam dengan begitu cepat tanpa mengunyah hanya di telan-telannya saja.

__ADS_1


__ADS_2