Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 16


__ADS_3

"Ayo, tambah lagi nak Ilham. Mumpung ikannya masih banyak. Dua ekor ikan gurami udah ibu simpan buat makan malam, jadi gak perlu takut malam nanti gak ada lauk" kata Ibunya Alesa kepada sang menantu


"Iya bu, ini saja masih banyak" jawab Mas Ilham yang memang ikan gurami bakar masih di dalam piringnya


Alesa hanya melirik sekilas perlakuan sang ibu terhadap suaminya, kemudian ia kembali fokus dengan makanannya yang ada di dalam piring menyantap makanan itu dengan begitu lahap dan dengan nikmati.


Bahkan Alesa berapa kali menambah nasi serta mengambil lauk pauk yang terhidang, ia tak peduli berat badannya yang sudah semakin naik yang terpenting dalam pikirannya ia bisa makan enak apalagi mumpung masih menginap di rumah orang tuanya.


Dan pastinya bayi dalam kandungannya juga sehat jika ia makan sangat banyak, suaminya pun akhirnya ikut menambah nasi serta lauk pauk lainnya dan tak ketinggalan ikan gurami bakar yang bumbunya sangat pas di lidah yang membuat siapapun begitu ketagihan.


Selesai makan suaminya Alesa dan sang ayah memilih bersantai di teras belakang menikmati udara di halaman belakang yang terasa sejuk meski sudah siang hari, sedangkan Alesa kini membantu sang ibu membereskan sisa makan mereka barusan dan mencuci piring-piring kotor.


"Masih ada yang mau di kerjakan lagi gak, bu?" tanya Alesa selesai merapikan dapur


"Udah gak ada, sisanya biar Ibu saja yang bereskan" kata Ibunya Alesa masih mencuci piring-piring kotor di wastafel


"Ya sudah kalau gitu, Alesa ke kamar ya bu. Mau tidur siang" kata Alesa pamit dengan sang ibu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan sang ibu


Tiba di dalam kamar Alesa berjalan mendekati tempat tidur lalu segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang tidur, kemudian ia mulai memejamkan kedua kelopak matanya hingga akhirnya benar-benar tertidur.


Waktu terus berjalan Alesa terbangun ketika mendengar adzan ashar berkumandang di masjid yang memang tak terlalu jauh dari rumah orang tuanya, saat membuka kedua kelopak matanya Alesa melihat di sampingnya tenyata ada suaminya yang juga sedang tidur bahkan tangan suaminya tengah memeluk tubuhnya.


Alesa menyunggingkan senyumannya melihat suaminya yang tertidur sangat pulas, sesekali jari jemari Alesa mengelus wajah suaminya yang nampak tenang dan damai itu seperti bayi.

__ADS_1


"Mas, bangun udah adzan ashar loh" kata Alesa membangunkan suaminya dengan menepuk pipi suaminya perlahan


"Ais, kamu kenapa ganggu aku tidur aja. Aku baru saja tidur" kata Mas Ilham dengan mata masih terpejam sembari menepis tangan Alesa


Alesa yang tadinya begitu senang melihat suaminya tidur sambil memeluknya jadi kesal ketika suaminya menepis tangannya begitu saja, Alesa pun langsung menepuk pundak suaminya dengan kasar sehingga membuat suaminya langsung membuka kedua kelopak matanya.


"Kamu ini bisa gak, gak ganggu aku tidur. Kayak gak ada kerjaan aja ganggu orang tidur" kata Mas Ilham dengan nada suara sedikit meninggi memarahi Alesa


Alesa hanya terdiam sepertinya suaminya lupa bahwa mereka sekarang bukan di ruko tempat tinggal mereka melainkan di rumah orang tuanya, tanpa menjawab Alesa segera beranjak dari tempat tidurnya dan bertepatan dengan bunyi ketukkan pintu.


"Ada apa sa? Kok Ayah denger Ilham marah-marah" kata Ayahnya Alesa setelah pintu kamar di buka


Suaminya Alesa terdiam ia benar-benar lupa jika berada di rumah mertuanya saat ini, bahkan suaminya Alesa tak berani untuk mendongakkan kepalanya saat mendengar suara mertuanya di ambang pintu.


"Ahh, ada-ada aja. Cepat suruh Ilham mengambil air wudhu, Ayah mau berangkat sekarang ke masjid takut telat" kata Ayahnya Alesa berlalu dari kamar sang anak


Selepas kepergian sang ayah, suaminya Alesa pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki ke arah dapur dimana kamar mandi berada lalu segera mengambil air wudhu dengan begitu buru-buru.


"Aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum" kata Mas Ilham sedikit berlari kecil bergegas keluar dari rumah


"Walaikumsalam" jawab Alesa sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol suaminya


Alesa segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi hendak mengambil air wudhu juga, ia mengerjakan sholat berjamaah bersama sang ibu dengan begitu khusyuk Alesa mengimami sang ibu.

__ADS_1


Kebiasaan ini sudah terjadi semenjak Alesa berusia tujuh tahun, kedua orang tuanya begitu telaten mendidik anak-anak mereka makanya sampai detik ini kebiasaan ini tak bisa hilang dari dalam hati Alesa.


Dulu yang sering jadi imam sholat antara Alesa dan sang ibu adalah sang ibu, tapi semenjak Alesa sudah mahir dalam hapal surah-surah pendek dan bahkan hapalannya lumayan banyak akhirnya Alesa yang menjadi imam sang ibu.


Sedangkan sang ayah dan kedua kakak laki-laki selalu sholat berjamaah di masjid, selesai sholat Alesa menyempatkan diri untuk membaca al-quran miliknya yang selalu di bawanya kemana pun ia pergi namun sayang pas selama di rumah mertuanya kemarin ia tak sempat membaca karena sibuk mengurusi pekerjaan rumah.


Setelah itu Alesa memutuskan hendak mandi sore karena banyak yang bilang kalau ibu hamil tak boleh mandi di bawa pukul 05.00 sore, sebenarnya Alesa tak percaya namun mandi di atas pukul 05.00 sore juga justru membuat ia banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah.


"Maaf ya, soal tadi" kata Mas Ilham saat melihat Alesa tengah memakai piyama tidur


"Soal apa?" tanya Alesa pura-pura tak mengerti dengan pembicaraan suaminya


"Aku yang udah marahin kamu" kata Mas Ilham merasa bersalah


"Mas-mas, heran aku dengan kamu. Giliran di rumah orang tuaku kamu begitu takut menampakkan wajah aslimu kepada orang tuaku, pas selama kita tinggal di rumah orang tuamu kemana sedikit pun kamu tak mau membelaku" kata Alesa menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kesal


Suaminya Alesa tak berani menjawab karena apa yang di katakan Alesa barusan ada benarnya, suaminya Alesa memperlakukan Alesa dengan baik lantaran masih menginap di rumah mertuanya karena suaminya Alesa takut kedua mertuanya murka jika tau anak mereka di perlakukan tidak baik.


Alesa yang malas melihat kepura-puraan di wajah suaminya memilih meninggalkan suaminya sendirian di dalam kamar, ia justru memilih untuk duduk di depan TV menonton film favoritnya yang selalu tayang di sore hari.


"Wah seru ya sa, filmnya. Pantas saja kamu senang nontonnya" kata Ibunya Alesa yang ikut menonton TV film favorit sang anak


"Iya makanya Alesa suka banget, bu" jawab Alesa tanpa menoleh ke arah sang ibu karena begitu fokus dengan TV yang sedang menyalah.

__ADS_1


__ADS_2