Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 58


__ADS_3

Bus yang membawa para penumpang ingin mudik ke kepulauan riau pun berhenti di sebuah rumah makan, mungkin saja ada yang hendak makan disitu apalagi supir bus dan kernek saat ini tidak puasa jadi mereka juga ingin mengisi perut mereka dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.


Beberapa penumpang yang membawa anak kecil juga ikut turun, sepertinya anak mereka ingin makan juga apalagi ini memang sudah waktunya makan siang dan Alesa pun izin dengan suaminya hendak turun juga ingin membeli nasi buat Azzam.


Setelah dapat nasi yang di inginkan Alesa segera kembali naik ke bus, kini giliran suaminya yang turun hendak menunaikan ibadah sholat dzuhur di jamak qashar dengan sholat ashar karena perjalanan mereka masih jauh dan kemungkinan bus tidak akan berhenti lagi sampai ke pelabuhan nanti.


Sedangkan Alesa kini menyuapi Azzam yang kebetulan sudah bangun dari tadi dan seperti biasa Azzam makan makanannya dengan sangat lahap bahkan lebih banyak dari biasanya membuat Alesa sebagai ibu tentu sangatlah senang.


"Alhamdulilah udah habis makanannya, ini minum" kata Alesa sembari memberikan air mineral botol kepada Azzam


Azzam meminum air mineral botol yang di pegang Alesa setelah itu Azzam bersorak gembira karena telah berhasil menghabiskan makanannya, membuat Alesa tersenyum dengan tingkah Azzam dan tak lupa Alesa memuji Azzam setiap kali Azzam menghabiskan makanan.


Alesa bergantian dengan suaminya untuk menjaga Azzam setelah suaminya selesai sholat di mushollah yang ada di rumah makan itu, kini giliran Alesa hendak sholat dzuhur di jamak qashar dengan sholat ashar juga mumpung bus yang mereka tumpangi sedang berhenti.


Tak lama kemudian supir bus dan kernek serta para penumpang yang makan siang dan mengerjakan kewajiban sebagai hamba-NYA pun segera naik kembali ke bus, karena bus akan melaju lagi untuk melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh ini.


Bus yang membawa para penumpang itu pun mulai melaju meninggalkan rumah makan tersebut dengan kecepatan sedang, Azzam memilih berdiri di pangkuan Alesa ingin melihat pemandangan yang ada di luar jendela sembari bertepuk tangan gembira.


Disana senang....


Disini senang....


Dimana-mana....


Hatiku senang....

__ADS_1


Alesa menyanyikan lagu anak-anak sembari bertepuk tangan bersama Azzam yang terlihat benar-benar sangat bahagia, para penumpang yang melihat Alesa dan Azzam pun ikut bertepuk tangan sehingga suasana di dalam bus jadi ricuh karena semuanya menikmati perjalanan.


"Mas aku ngantuk boleh gak gantian gendong Azzam, soalnya dari tadi aku gak tidur" kata Alesa menampakan raut wajah yang memelas agar suaminya bersedia mengendong sekalian menjaga Azzam


"Ya sudah, nanti kalau Azzam mau nyusu aku bangunin ya. Gak apa-apa kan" kata Mas Ilham langsung mengambil Azzam dan memangkunya


"Iya" jawab Alesa kemudian menyandarkan kepalanya di sandaran kursi


Hanya berapa menit Alesa pun sudah tertidur dengan pulas karena mungkin ia memang sangat mengantuk dari tadi, apalagi kemungkinan hanya ia yang tak tidur pas di perjalanan tadi karena menjaga Azzam dan takut Azzam terjatuh.


Suasana di dalam bus yang tadi ricuh seketika jadi senyap karena Alesa sudah tak bermain lagi dengan Azzam, para penumpang lain juga mulai memejamkan kelopak mata mereka apalagi sedang menunaikan ibadah puasa dalam perjalanan seperti ini enaknya ya tidur.


"Yah, nen" kata Azzam merengek setelah satu jam di tinggal Alesa tidur


Azzam langsung menganggukkan kepalanya setelah dapat pertanyaan dari Ayahnya, suaminya Alesa pun menggoyangkan lengan Alesa hendak membangunkan Alesa yang masih tertidur dengan sangat pulas.


Alesa segera bangun setelah merasakan goyangan di tangannya, kemudian Alesa perlahan membuka kedua kelopak matanya sembari di kucek agar rasa kantuknya hilang dan setelah nyawanya sudah terkumpul Alesa menoleh ke arah suaminya.


"Azzam mau nyusu" kata Mas Ilham sembari memindahkan Azzam ke pangkuan Alesa


Alesa pun langsung menyusui Azzam sembari menepuk perlahan pantat Azzam agar Azzam tertidur, sedangkan suaminya kini sudah ikut-ikutan memejamkan kedua kelopak matanya saat Azzam sudah tak di pangkuannya.


Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat bahkan sudah terdengar adzan ashar berkumandang di masjid-masjid, namun tidak dengan perjalanan mereka entah mengapa Alesa merasa perjalanan mereka kali ini agak sedikit lama dan lambat biasanya sore seperti ini mereka sudah dekat dengan pelabuhan.


Tapi tidak untuk sekarang bahkan sepertinya perjalanan ke pelabuhan masih sangat jauh, entah kapan mereka tiba di pelabuhan atau bisa jadi pas malam hari dan kemungkinan penyebab perjalanan mereka lambat kali ini karena banyak kendaraan yang berbondong-bondong hendak mudik juga.

__ADS_1


Alesa tak masalah perjalanan mereka agak lambat karena artinya ia juga lambat bertemu dengan mertuanya dan kakak iparnya yang sangat tak di harapkannya bertemu, tapi sepertinya takkan bisa menghindari pertemuan itu karena ia yang datang berkunjung ke kediaman mertuanya.


Di lihatnya para penumpang yang ada di dalam bus sibuk dengan diri mereka masing-masing ada yang masih tidur ada juga sibuk memainkan gawai mereka, karena suasana terasa sunyi Alesa pun memilih melihat pemandangan di luar jendela sembari masih memangku Azzam yang tengah tertidur bersama dengan suaminya juga masih tidur.


Alesa berpikir keras soal bagaimana ia bisa menghadapi mertuanya dan kakak iparnya yang pasti akan menjadikannya babu di kediaman mertuanya nanti dengan cara elegan, untuk meminta pembelaan dengan suaminya sepertinya tak mungkin karena ia tak percaya dengan suaminya.


Dan bagi Alesa diri kita sendiri lah yang bisa membela keadaan kita karena tak mungkin orang lain mau membelanya, tentu menurutnya sudah cukup dulu ia berusaha meminta pembelaan dari suaminya tapi suaminya tak sedikit pun mau membela bahkan diam saja melihat ia di perlakukan seperti babu.


"Bun, mamam" kata Azzam saat bangun dari tidur


Alesa yang tengah melamun tersadar saat mendengar Azzam memanggilnya dan meminta makan, sepertinya Azzam mulai lapar lagi karena seharusnya sore begini Azzam makan cemilan dan Alesa pun mengambilkan buah pisang yang ada di dalam kotak bekal yang sengaja di bawa Alesa dari rumah.


"Azzam mau makan pisang, gak?" tanya Alesa sembari melihatkan buah pisang yang belum di kupas itu


"Au au" jawab Azzam ingin mengambil buah pisang dari tangan Alesa


"Sebentar, Bunda kupas kulitnya dulu" kata Alesa menahan tangan Azzam yang ingin mengambil buah pisang itu


Azzam dengan patuh dan pintar menganggukkan kepalanya, setelah Alesa selesai mengupas kulit di buah pisang segera di berikannya dengan Azzam dan membiarkan Azzam makan sendiri karena Azzam juga sudah bisa memegang apapun dengan erat.


"Bun, gi" kata Azzam meminta lagi buah pisang setelah menghabiskan satu buah pisang putri yang memang ukurannya kecil sesuai dengan porsi anak-anak seperti Azzam


"Azzam mau lagi?" tanya Alesa ingin memastikan


Azzam lagi-lagi menganggukkan kepalanya dan Alesa pun kembali mengambilkan buah pisang yang masih ada berapa buah di dalam kotak bekal itu, selain untuk Azzam buah pisang itu juga untuk ia dengan suaminya pas buka puasa nanti.

__ADS_1


__ADS_2