Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 57


__ADS_3

Hari yang tak di inginkan Alesa pun tiba, Alesa benar-benar tak semangat berangkat pagi ini bahkan raut wajahnya dari pertama naik mobil travel hingga di perjalanan masih juga datar saking malas untuk mudik ke kediaman mertuanya.


Sepanjang perjalanan tak ada yang bersuara baik Alesa mau pun suaminya, dan hanya terdengar celotehan Azzam yang begitu senang memandangi luar jendela yang penuh dengan pepohonan hijau ada juga beberapa kendaraan yang berlalu lalang.


Hingga tak terasa mobil travel yang membawa mereka dan penumpang lain pun tiba di terminal bus, Alesa segera turun dari mobil travel sembari mengendong Azzam dengan jarit panjang yang menjadi andalannya jika tengah mengendong Azzam karena lebih nyaman dan aman.


Sedangkan suaminya segera menurunkan satu koper besar yang berisi pakaian mereka bertiga, kemudian segera membayar ongkos mereka bertiga kepada supir mobil travel tersebut lalu suaminya bersama Alesa yang tengah mengendong Azzam berjalan beriringan menuju kursi tunggu yang ada di terminal bus.


Alesa dan suaminya segera duduk di kursi tunggu entah mengapa pagi ini terik matahari sudah terasa menyengat mungkin ujian untuk para manusia yang sedang menunaikan ibadah puasa, Alesa membuka air mineral botol untuk di berikan dengan Azzam kalau saja Azzam merasa haus karena cuaca sangat panas.


Beruntung sebelum berangkat tadi Alesa sudah memberi Azzam makan jadi sekarang hanya tinggal menyusui atau memberi cemilan saja agar Azzam tak kelaparan, selesai minum Azzam ingin turun dari kursi dan Alesa pun menuruti kemauan Azzam.


Azzam melompat-lompat di jalanan yang ada di terminal bus itu, Azzam terlihat sangat bahagia apalagi ini pertama kali Azzam di ajak pergi jauh dari tempat tinggal mereka dan tiba-tiba Azzam mendekati Alesa sembari menarik jari jemari milik Alesa seperti ingin mengajak Alesa ke suatu tempat.


Alesa pun segera beranjak dan mengikuti Azzam yang mengandeng jari jemarinya, dan ternyata Azzam berhenti di dekat penjual balon karakter tentu Alesa tau maksud Azzam mengajaknya kesitu lalu Alesa mensejajarkan tubuhnya dengan Azzam.


"Bun, tu" kata Azzam sembari menunjuk ke arah balon karakter


"Azzam mau balon?" tanya Alesa dengan begitu lembut sembari menatap kedua bola mata Azzam


Azzam pun langsung antusias menganggukkan kepalanya, Alesa tersenyum sembari memandangi Azzam kemudian di ciumnya pucuk kepala Azzam dengan penuh kasih sayang dan Alesa kembali berdiri lalu mendekati penjual balon karakter itu.

__ADS_1


"Azzam mau yang mana?" tanya Alesa sembari mengendong Azzam mendekatkan ke arah balon karakter tersebut


Azzam langsung mengambil balon karakter yang bergambar pesawat yang sangat di inginkannya dari tadi, Alesa pun langsung membeli balon karakter itu dan segera membayar kepada penjual balon karakter itu.


Dan penjual balon karakter itu pun mengambilkan balon karakter yang di inginkan Azzam kemudian di berikannya kepada Azzam, Azzam langsung menerima balon karakter itu dengan antusias dan sangat bahagia terlihat dari raut wajahnya yang berbinar.


Setelah itu Alesa kembali membawa Azzam menghampiri suaminya yang masih duduk sendirian di kursi tunggu, suaminya tersenyum melihat Azzam yang ternyata menginginkan balon karakter makanya mengandeng jari jemari Alesa tadi.


Tak berapa lama kemudian bus yang akan membawa para penumpang yang hendak mudik ke kepulauan riau pun akan berangkat, kernek pun meminta para penumpang segera naik ke bus sesuai dengan nomor tempat duduk masing-masing.


Alesa segera beranjak dari duduknya sembari mengendong Azzam lagi ingin naik ke bus, sedangkan suaminya menyeret koper besar milik mereka ke arah bus dan menyerahkan kepada kernek agar di letakkan di bagasi bus saja.


"Wah, balonnya bagus. Boleh Ayah pinjam gak" kata Mas Ilham kepada Azzam yang sangat bahagia memainkan balon karakter itu


"No" jawab Azzam sembari menatap mata Ayahnya dengan tatapan tajam


Alesa langsung tertawa mendengar Azzam menjawab mengunakan bahasa inggris dan yang membuat Alesa makin tertawa adalah ekspresi Azzam yang menatap suaminya dengan tatapan tajam, suaminya pun ikut tertawa setelah dapat jawaban dari Azzam.


Bus yang membawa para penumpang yang akan mudik ke kepulauan riau pun mulai melaju meninggalkan terminal bus, perjalanan semakin jauh para penumpang yang ada di dalam bus mulai merasakan kantuk apalagi mereka semua kemungkinan besar pada puasa.


Jadi begitu enak tidur di perjalanan seperti ini, bahkan Azzam yang dari tadi berceloteh dan bermain akhirnya mulai mengantuk, Alesa pun langsung menyusui Azzam di balik jilbab instan yang di pakai Alesa karena tentu ia malu jika harus menyusui tanpa ada penutup.

__ADS_1


Alesa pun baru tersadar kalau suaminya ternyata sudah tertidur juga seperti para penumpang yang lain, setelah Azzam menyusu dan tertidur dengan pulas Alesa mengikatkan jarit panjang ke perutnya agar ketika ia tertidur Azzam tidak terjatuh atau terlepas dari pangkuannya.


Namun sepertinya Alesa tak bisa tidur karena masih ada rasa khawatir jika ia dan suaminya sama-sama tidur, bagaimana kalau ada yang berniat jahat menculik Azzam jadi Alesa memutuskan untuk tidak tidur dan memilih memainkan gawainya sekalian ingin mengabari adik iparnya.


Ingin menanyakan apa adik iparnya apakah juga mudik lebaran idul fitri tahun ini, apalagi setelah lulus kuliah adik iparnya yang mempunyai bisnis skincare jadi begitu sibuk dan tak tau bisa mudik tidak karena tentu sangat sayang kalau bisnis yang sudah berkembang harus tutup meski pun sebentar.


Iya kini Alesa sudah tau mengapa adik iparnya sering mengiriminya skincare setiap bulan karena itu bisnis adik iparnya sendiri, awal ketika tau Alesa ingin membayar namun adik iparnya tak mau karena adik iparnya bilang itu sebagai hadiah setiap kali skincare jualannya laris manis.


^^^[Maaf mbak, sepertinya gak bisa aku mudik tahun ini. Aku juga udah ngabarin keluarga di rumah kalau gak bisa mudik, mbak kuatkan hati ya menghadapi semua keluargaku]^^^


^^^[Mbak jadi sedih gak ada teman, dan kamu pasti pengen banget lihat Azzam yang sekarang udah makin pinter]^^^


^^^[Iya mbak, tapi mau bagaimana lagi mumpung bisnisku lagi berkembang pesat]^^^


^^^[Mbak ngerti kok, tetap semangat. Jaga kesehatan jangan lupa makan dengan tepat waktu]^^^


^^^[Terima kasih mbak, i love mbakku sayang]^^^


Alesa tersenyum membaca pesan terakhir yang di kirim oleh adik iparnya itu, ia berdoa semoga adik iparnya selalu sehat dan kalau bisa secepatnya dapat jodoh biar gak pusing mengurus bisnis skincare itu sendirian.


Alesa kembali memasukan gawainya ke dalam tas kecilnya, kemudian ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan sesekali memejamkan kedua kelopak matanya untuk menghilangkan sedikit rasa kantuknya.

__ADS_1


__ADS_2