
"Aku awalnya takut kalau ibu mertuaku itu kayak mertua yang katanya suka ikut campur urusan rumah tangga anaknya, tapi syukurnya gak. Malahan ibu mertuaku baik banget" kata Menantu Bu Sri menceritakan tentang Bu Sri yang memang sebenarnya baik hanya saja suka pamer
Iya harap di maklumi lah Bu Sri orang paling kaya di antara para tetangga Alesa yang lain jadi itu yang mungkin membuatnya suka pamer, apalagi suami Bu Sri itu bekerja sebagai manager di perusaahan yang ada di pusat kota dan kedua anak Bu Sri juga semuanya sarjana.
Yang sulung seorang guru bahkan sudah PNS berapa tahun yang lalu, sedangkan yang bungsu seorang perawat sekarang bekerja di rumah sakit terbesar yang ada di pusat kota juga namun jarang pulang karena lebih memilih tinggal bersama saudara suami Bu Sri.
Suami Bu Sri memang asli orang kalangan berada dan lama tinggal di pusat kota, sedangkan Bu Sri asli orang daerah sini dan bertemu dengan suaminya waktu Bu Sri bekerja sebagai office girl di perusahaan tempat suami Bu Sri bekerja sekarang tentu begitu beruntung kehidupan Bu Sri mendapatkan suami yang sudah mapan.
"Aku pamit pulang, ya. Takutnya Mas Ilham mau mandi" kata Alesa kepada menantu Bu Sri sembari beranjak
"Iya, langgeng terus ya rumah tangga kalian dan semoga kita bisa jadi teman yang baik" kata Menantu Bu Sri mencium pipi kanan dan pipi kiri Alesa
"Iya, aku yang sebenar tak enak hati dengan kamu. Sudah su'udzon" kata Alesa sembari tersenyum manis dengan menantu Bu Sri kemudian melambaikan tangan
Menantu Bu Sri juga membalas lambaian tangan Alesa, kemudian ikut melangkahkan kaki dari pohon mangga dan kembali ke rumah mertuanya begitu juga dengan Alesa yang melangkahkan kaki kembali ke ruko milik suaminya.
Alesa segera menghampiri suaminya yang tengah duduk sembari memainkan gawai miliknya, Alesa pun melangkahkan kaki perlahan dan mengintip dari belakang ingin tau suaminya berkirim pesan dengan siapa sampai senyum-senyum seperti orang gila.
Saat terlihat sekilas ternyata dengan adik iparnya bahkan suaminya mengucapkan terima kasih karena adik iparnya telah mengirimi Alesa satu paket skincare, dan membuat Alesa geleng-geleng kepala suaminya berkata uangnya jadi tak berkurang karena sudah dapat kiriman skincare dari adik iparnya itu.
Karena Alesa memang tau suaminya berniat membelinya skincare namun ternyata suami masih juga perhitungan, memang susah menghilangkan sifat pelit suaminya yang apa-apa di perhitungan dari makan mau pun kebutuhan lain dan untuk lahiran kemarin ia lahiran normal bagaimana jika sesar.
__ADS_1
Bisa-bisa suaminya murka dan ngamuk karena uang simpanannya akan terkuras, Alesa menepuk pelan pundak suaminya dan membuat suaminya terlonjak kaget karena tiba-tiba Alesa sudah muncul di belakangnya saja padahal Alesa sudah dari tadi berdiri di dekat suaminya.
"Kamu ini, apa-apaan bikin orang kaget. Gimana kalau aku punya penyakit jantung, bisa-bisa sekarang serangan jantung karena ulahmu" kata Mas Ilham marah kepada Alesa yang tiba-tiba muncul seperti hantu saja
"Salah Mas sendiri terlalu fokus dengan HP, jadi gak nyadar kalau aku udah berdiri di belakang Mas dari tadi" kata Alesa tanpa merasa bersalah langsung meletakkan bayi Azzam di atas karpet dan memberi beberapa mainan
"Ck dasar, jaga warung gih. Aku mau mandi" kata Mas Ilham mengumpat lalu segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki ke kamar untuk mengambil handuk
Alesa hanya menyunggingkan senyumannya mendengar umpatan yang keluar dari mulut suaminya itu, kemudian memilih duduk di lantai di samping bayi Azzam yang tengah merangkak hendak mengambil mainan-mainannya yang sudah berceceran kemana-mana.
Alesa yang tengah memperhatikan bayi Azzam memilih untuk mengambil gawainya yang ada di ruang TV, ia ingin mengabadikan momen perkembangan dan pertumbuhan bayi Azzam karena kapan lagi semua akan berlalu dengan sangat cepat.
Mulai dari pertama bayi Azzam lahir ke dunia ini sampai usia bayi Azzam sekarang ini saking Alesa selalu mengabadikan momen tersebut, bahkan mungkin memori di gawai Alesa hampir penuh selain video banyak juga koleksi gambar bayi Azzam dengan berbagai ekspresi.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Mas Ilham melihat Alesa bertingkah seperti orang gila yang membuat ekspresi lucu
"Masak Mas gak bisa lihat aku lagi ngapain, aku begini biar bayi Azzam tertawa" kata Alesa menoleh ke arah suaminya yang ternyata sudah terlihat tampan apalagi rambutnya yang masih basah itu
"Aneh, kayak gak ada kerjaan lain aja" kata Mas Ilham memilih duduk di lantai juga dan memperhatikan bayi Azzam yang tengah merangkak bahkan mundur-mundur ingin belajar duduk
Alesa langsung cemberut di bilang suaminya aneh, padahal hari ini ia berharap sekali dapat pujian dari suaminya setelah merubah penampilannya dan sedikit memoles wajahnya namun sepertinya tak berpengaruh sama sekali.
__ADS_1
Bahkan suaminya terlihat biasa saja tak seperti ketika suaminya melihat menantu Bu Sri dari atas ke bawah seperti terkagum-kagum, yah begitulah kata pepatah rumput tetangga memang lebih hijau dari rumput di rumah sendiri.
Mau bikin suaminya sadar gimana pun akan tetap seperti itu, suaminya mungkin memang sudah tak mencintainya lagi sedangkan ia justru masih mencintai suaminya bahkan sangat besar cintanya ke suaminya.
"Kenapa lihatin aku begitu?" tanya Mas Ilham sembari menatap ke arah Alesa yang terlihat cantik alami
"Gak apa-apa. Mas aku mau nanya, ada yang beda gak dari aku?" tanya Alesa iseng ingin mendengar jawaban langsung dari mulut suaminya
"Gak ada" jawab Mas Ilham kemudian mengalihkan pandangannya ke bayi Azzam yang merangkak mendekatinya
"Ohh gitu, ya udah gak jadi" kata Alesa kecewa mendengar jawaban yang keluar dari mulut suaminya
Alesa pun memilih memainkan gawainya membuka aplikasi video ingin menonton tutorial cara berdandan yang simple namun tetap terlihat cantik, ia selama ini tak bisa berdandan dan hanya memakai bedak serta lipstik tapi kali ini ia harus mempelajari cara memakai semua jenis kosmetik.
Nanti akan ia praktekkan agar nanti suaminya kembali memandanginya seperti dulu yang terlihat cantik, meski dulu Alesa juga tak pernah dandan bahkan jarang dan sama seperti biasanya hanya memakai bedak serta lipstik saja.
Setelah itu Alesa menenangkan bayi Azzam yang tiba-tiba menangis saat di tinggal suaminya yang hendak melayani orang belanja, Alesa terus mengendong bayi Azzam sembari terus menenangkannya yang sepertinya ingin ikut suaminya.
Suaminya yang sudah selesai melayani orang belanja akhirnya mengambil alih bayu Azzam di gendongan Alesa yang tengah menangis, dan seketika bayi Azzam diam saat berada di gendongan suaminya membuat Alesa tersentuh karena ternyata bayi Azzam sudah mulai nyaman dengan ayahnya.
Tak berapa lama ada yang hendak belanja lagi, Alesa yang tak mau merusak momen suaminya bersama bayi Azzam segera beranjak dan melayani orang yang hendak belanja tersebut dengan ramah serta telaten ia melayani pembeli itu.
__ADS_1