Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 92


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Alesa lebih memilih diam bahkan ia tak banyak berbicara dan bicara pun seperlunya saja, membuat suasana di dalam rumah tangga ia dan suaminya menjadi hampa dan sunyi karena suaminya juga ikut mendiamkan Alesa.


Belum lagi Alesa yang terus terpikir akan penyakitnya yang sekarang semakin parah, bahkan setiap hari pasti Alesa mimisan dan tentunya ia selalu menyembunyikan itu semua dari suaminya maupun Azzam.


Alesa juga sering kali melamun memikirkan kehidupan Azzam yang akan datang, ia sedikit takut meninggalkan Azzam sendirian namun mau bagaimana semua sudah takdir dan ia harus yakin kalau nanti ada yang merawat Azzam dengan baik.


"Bun, kok Bunda melamun lagi. Kalau Bunda capek nyuci piringnya, biar Azzam aja" kata Azzam yang hendak mengambil air minum melihat Alesa tengah melamun di depan wastafel bahkan piring-piring yang hendak di cuci Alesa masih belum tersentuh


"Apa gak ngerepotin Azzam?" tanya Alesa sembari menoleh ke arah Azzam


"Gak kok, Bun. Bunda istirahat saja" kata Azzam kemudian mengambil kursi dan di dekatkannya di depan wastafel lalu mulai mencuci piring-piring kotor itu


Alesa menyunggingkan senyuman melihat Azzam yang semakin pintar, padahal Azzam anak laki-laki tapi tak malu untuk membantu Alesa mengerjakan pekerjaan rumah membuat Alesa bersyukur dan ia berharap Azzam bisa memuliakan kaum wanita.


Kemudian Alesa memilih melangkahkan kaki ke arah depan hendak menjaga warung milik suaminya, meski tak ada pembeli tetapi harus tetap di jagain karena tak mau sampai kemalingan seperti dulu lagi.


Alesa menatap jalanan yang terlihat ramai kendaraan berlalu lalang, namun tak ada satu pun orang berniat mampir buat belanja di warung milik suaminya padahal beberapa harga sudah banyak di turunkan suaminya bahkan ada juga yang di jual sama dengan harga modal.


Itu semua di lakukan agar semua barang yang tersisa di warung milik suaminya segera habis, supaya suaminya tak pusing lagi memikirkan beberapa barang yang sudah hampir kadaruasa itu.


"Bun, udah selesai Azzam nyuci piringnya. Sekarang Azzam izin main keluar ya" kata Azzam menghampiri Alesa

__ADS_1


"Iya, gak boleh nyeberang jalan ya. Banyak mobil dan motor" kata Alesa memperingati Azzam


Azzam menganggukkan kepalanya kemudian mencium punggung tangan Alesa dengan takzim, Alesa pun mengelus pucuk kepala Azzam sembari tersenyum menampakkan raut wajah bahagia.


Setelah kepergian Azzam suasana di dalam ruko semakin tampak sunyi karena Alesa tinggal sendirian, di tambah suaminya dari habis sarapan tadi pagi sudah berangkat kerja dan sekarang Azzam pergi bermain.


Kini Alesa pun memilih menyibukkan diri merapikan barang-barang yang ada di warung milik suaminya, agar terlihat sedikit rapi dan jika ada yang berdebu tentu harus di bersihkan juga.


Saat sedang sibuk merapikan barang-barang lagi-lagi Alesa mimisan, membuat Alesa menghentikan sejenak pekerjaannya dan bergegas ke dapur untuk membersihkan darah yang terus keluar dari lobang hidungnya.


Alesa terus mencuci darah yang masih menetes itu, namun tak kunjung berhenti membuat Alesa mengambil tisu dan beberapa lembar tisu pun sudah di habiskan oleh Alesa buat membersihkan darah itu namun masih juga tak berhenti.


Setelah hampir setengah jam baru darah yang keluar dari lobang hidungnya berhenti, dan Alesa segera memunguti tisu yang berserakkan itu dan di masukkannya ke dalam kotak sampah agar tak ada yang melihat.


Tiba di ruang TV Alesa memilih membaringkan tubuhnya sejenak karena tak sanggup untuk banyak bergerak, lambat laun Alesa pun tertidur saking tak tahan menahan sakit di kepalanya yang luar biasa.


Waktu terus berjalan bahkan kini sudah menunjukan pukul 11.40 siang, Azzam yang kebetulan sudah merasa lapar memilih pulang ke ruko milik ayahnya dan ketika masuk sembari mengucap salam Azzam tak mendengar jawaban dari Alesa.


Azzam juga melihat keadaan di dalam terlihat sangat sepi dan sunyi bergegas mencari keberadaan Alesa, saat tiba di ruang TV Azzam pun bersyukur Alesa tak apa-apa hanya tertidur makanya tak menjawab salamnya tadi.


"Bun, Bunda bangun. Udah siang, Azzam lapar" kata Azzam sembari menggoyangkan lengan Alesa

__ADS_1


Namun Alesa tak terbangun sama sekali tidurnya begitu nyenyak sampai sudah di goyangkan Azzam pun masih tak bergerak, Azzam terus berusaha namun masih juga Alesa tak mau bangun.


Azzam pun memutuskan mencoba mengambil sendiri lauk pauk yang ada di dalam lemari penyimpanan, di dekatkannya kursi dan Azzam segera naik lalu berusaha menggapai lauk pauk yang memang di letakkan Alesa dalam lemari.


Tubuh Azzam yang masih kecil tentu agak kesusahan, namun Azzam tetap berusaha hingga akhirnya Azzam bisa mendapatkan lauk pauk itu dan segera di turunkannya semua ke lantai lalu Azzam juga mengambil nasi di dalam rice cooker.


Dengan sangat lahap Azzam makan nasi dan lauk pauk masakan Alesa itu, yang menurut Azzam masakan Alesa adalah makanan paling lezat dan jadi favoritnya apalagi nasi goreng campur udang makanan yang paling di sukai Azzam.


Selesai makan dan bertepatan adzan dzuhur berkumandang, Azzam pun kembali meletakkan lauk pauk yang di ambilnya tadi ke dalam lemari penyimpanan sekalian Azzam langsung mencuci piring bekas ia makan.


Kemudian Azzam segera melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah itu Azzam keluar dan tiba di ruang TV Alesa ternyata masih tidur Azzam pun kembali membangunkan Alesa.


"Bunda, kok tumben tidurnya lama ya" gumam Azzam yang dari tadi berusaha membangunkan Alesa tapi masih belum bangun juga


Azzam yang kurang mengerti memilih pergi ke tetangga sebelah ingin memanggil tante sebelah yang jadi teman Alesa siapa lagi kalau bukan menantu Bu Sri, tiba di depan rumah Bu Sri Azzam terus mengucap salam sembari memanggil orang di dalam rumah.


"Azzam ada apa?" tanya Menantu Bu Sri yang kebetulan mendengar panggilan Azzam


"Tante, tolong Bunda. Dari tadi Bunda tidur padahal sudah Azzam bangunin" kata Azzam dengan raut wajah yang sangat khawatir


"Apa Bunda Azzam belum bangun dari tadi, ayo kita ke rumah Azzam sekarang" kata Menantu Bu Sri sembari mengandeng tangan Azzam dan bergegas melangkahkan kaki ke ruko milik suaminya Alesa

__ADS_1


Saat masuk ke dalam ruko dan melihat Alesa yang tertidur di depan ruang TV, buru-buru menantu Bu Sri menggoyangkan tubuh Alesa namun sama seperti tadi Alesa masih tak mau bangun dan menantu Bu Sri pun mengecek nadi di leher serta pergelangan tangan Alesa.


"Alesa....." kata Menantu Bu Sri


__ADS_2