Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 44


__ADS_3

Sekian lama dan sudah cukup dua minggu Alesa sabar menghadapi sikap ibu mertuanya yang setiap hari selalu membuat ulah padanya, bahkan tak henti-henti mencari masalah dengan Alesa dan selalu memarahi Alesa meski Alesa salah atau pun tidak.


Kini Alesa akhirnya bisa bernapas dengan lega karena hari ini ibu mertuanya akan pulang dari ruko milik suaminya, tentu membuat Alesa sangat bahagia jika bisa Alesa ingin sekali jingkrak-jingkrak atau salto saking bahagianya melihat ibu mertuanya hendak pulang.


Setelah sarapan ibu mertuanya pun sudah siap untuk pulang dan di antar oleh suaminya ke terminal bus yang ada di pusat kota, Alesa melangkahkan kaki ke teras depan ikut mengantar ibu mertuanya sampai depan lalu Alesa ingin mencium punggung tangan ibu mertuanya dengan takzim.


Tapi ibu mertuanya seperti biasa selalu menolak, Alesa pun segera menurun tangannya yang mengambang di udara dan memilih duduk sembari melambaikan tangan saat ibu mertuanya sudah naik ke jok belakang sepeda motor milik suaminya.


Suaminya segera melaju sepeda motor miliknya meninggalkan ruko, setelah sepeda motor milik suaminya tak nampak lagi Alesa segera masuk ke dalam ruko ingin melihat bayi Azzam yang ternyata belum bangun karena bayi Azzam memang baru tidur lagi pas sebelum sholat subuh.


Alesa yang tak memiliki pekerjaan memilih bersantai di ruang TV sembari menonton dan menikmati sarapan pagi yang kebetulan masih ada, inilah kehidupan yang di inginkan Alesa setelah selama dua minggu ini kemarin merasakan begitu banyak penderitaan karena menghadapi ibu mertuanya yang kejam itu.


Tak lama kemudian terdengar ada suara dari depan yang seperti ada yang hendak belanja, Alesa segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki ke arah warung lalu dengan ramah menyapa orang tersebut yang hendak belanja.


"Ini kembaliannya kak, terima kasih" kata Alesa dengan ramah sembari tersenyum memberikan kembalian


Selesai melayani pembeli barusan, Alesa melangkahkan kaki lagi kembali ke ruang TV melanjutkan acara santainya yang menurutnya kapan lagi ia seperti itu mumpung saat ini ibu mertuanya sudah pulang dan kebetulan suaminya tak ada di rumah.


Cukup puas dengan acara santainya, bayi Azzam pun seperti sudah di kontrol kini bangun dari tidurnya dan Alesa memilih bermain sejenak dengan bayi Azzam lalu setelah agak lama baru serta nyawa bayi Azzam sepenuhnya sudah kembali Alesa pun membuka seluruh pakaian yang ada di tubuh bayi Azzam karena hendak di mandikan Alesa.

__ADS_1


Seperti hari-hari sebelumnya bayi Azzam mandi hanya berapa belas menit, kemudian Alesa kembali mengendong bayi Azzam ke ruang TV lalu mulai membaluri seluruh tubuh bayi Azzam dengan minyak telon dan tak lupa bedak bayi baru deh pakaian yang terbaik menurut Alesa.


Setelah itu Alesa menyusui bayi Azzam mumpung tak ada yang belanja di warung milik suaminya itu, cukup lama selesai bayi Azzam menyusu Alesa mengajak bayi Azzam bermain lagi dan tentu di selingi Alesa dengan stimulasi agar bayi Azzam bisa segera tengkurep.


Apalagi usia bayi Azzam sudah dua bulan lebih tapi belum ada kemajuan gara-gara ia jarang stimulasi bayi Azzam, karena selalu dapat tegur dari ibu mertuanya belum lagi Alesa juga lebih banyak menghabiskan waktu bermain atau jalan-jalan di luar dengan bayi Azzam.


.


.


Kini waktu sudah menunjukan pukul 04.00 sore, suaminya pun akhirnya pulang setelah mengantar ibu mertuanya ke terminal bus yang ada di pusat kota dan Alesa buru-buru melangkahkan kaki menuju pintu lalu membukakan pintu agar suaminya bisa masuk.


"Buat apa kamu tanya ibu, bukannya kamu senang ibu akhirnya pulang karena takkan ada lagi yang menegur kamu selama disini" kata Mas Ilham sedikit ketus dan langsung menuju kamar mandi ingin langsung membersihkan tubuhnya karena habis dari luar


Alesa memilih diam karena sepertinya tidak pas bertanya sekarang, apalagi terlihat suaminya seperti begitu emosi ketika berhadapan dengannya entah racun apa yang di sebarkan ibu mertuanya selama suaminya mengantar tadi sehingga pulang-pulang suaminya di mode yang sangat menyeramkan.


Alesa yang tengah mengendong bayi Azzam kembali di letakkannya bayi Azzam di kasur bayi dan di warung milik suaminya, karena saat ini Alesa masih sibuk menjaga warung dan melayani para pembeli yang satu persatu berdatangan meski tak serentak.


Suaminya keluar dari kamar mandi sudah selesai membersihkan tubuhnya terlihat dari air yang masih membasahi rambut suaminya, tak lama kemudian suaminya sudah memakai pakaian lengkap namun tak berniat untuk menggantikan Alesa menjaga warung dan justru memilih duduk di ruang TV menonton TV yang kebetulan memang masih menyala.

__ADS_1


"Ehh, mbak Alesa. Kelihatannya bahagia banget ya, ibu mertuanya udah pulang" kata Bu Sri nongol-nongol langsung mengintrogasi Alesa


"Gak lah Bu Sri, justru bayi Azzam jadi kesepian kalau gak ada Oma-nya" kata Alesa sembari tersenyum menanggapi perkataan Bu Sri barusan


"Ahh masak sih, bukannya bahagia banget ya karena gak ada yang marah-marah lagi dengan mbak Alesa" kata Bu Sri lagi seperti sengaja mengompori Alesa apalagi setelah tau suaminya sudah pulang


"Bu Sri mau belanja, apa mau ngajak ngerumpi" kata Alesa mengalihkan pembicaraan


"Iya mau belanja lah, gak minta ngerumpi bareng mbak Alesa" jawab Bu Sri kemudian segera mengambil beberapa barang sembako


Alesa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bu Sri yang selalu ikut campur urusan rumah tangga orang, untung Alesa sedikit paham dengan sifat Bu Sri jadi tak kan mau bercerita apapun apalagi tentang biduk rumah tangganya bisa-bisa di sebarkan Bu Sri ke para tetangga mereka disini.


Meski sekarang Alesa tau namanya sudah jelek karena ibu mertuanya selalu menceritakan hal buruk tentangnya kepada Bu Sri, dan Bu Sri menceritakan ke para tetangga syukurnya para tetangga mereka tak terlalu percaya karena yang mereka tau Alesa termasuk istri dan menantu yang baik.


"Ini aja ya Bu Sri, semuanya jadi 58.000" kata Alesa setelah menghitung belanjaan Bu Sri


Bu Sri segera menyodorkan uang berwarna merah satu lembar kepada Alesa, kemudian Alesa mengambil uang tersebut dan memberikan kembalian dengan Bu Sri serta tak lupa Alesa mengucapkan terima kasih meski Bu Sri tetangga yang sangat julid.


Selepas kepergian Bu Sri, ada pembeli lain lagi yang datang dengan ramah Alesa menyambut kedatangan para pembeli dan dengan cekatan juga Alesa melayani mereka tentu membuat para pembeli selalu puas jika Alesa yang melayani mereka.

__ADS_1


__ADS_2