
"Udah biar Ibu saja yang bereskan ini semua, kamu ke depan saja temani suamimu" kata Ibunya Alesa melarang sang anak membereskan bekas makan mereka tadi
"Ya udah Alesa ke depan ya, bu" kata Alesa kemudian beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki ke ruang TV
Tiba di ruang TV ternyata suaminya sedang asyik ngobrol dengan sang ayah di ruang tamu membahas tentang usaha yang pernah di lalui suaminya, yang awal mula banyak juga yang gagal sampai akhirnya bisa sukses hingga detik ini meski hanya usaha berjualan sembako.
Alesa yang tak mau menganggu memilih untuk menonton TV yang dari tadi menyala, meski tak ada film yang bagus tapi Alesa tetap fokus dengan layar TV dan sesekali mencuri dengar obrolan suaminya dengan sang ayah.
Malam kini semakin larut selesai sholat isya' Alesa memilih kembali ke depan TV, sedangkan sang ibu memilih bergabung dengan sang ayah dan suaminya yang tengah mengobrol bahkan obrolan mereka terdengar semakin seru.
Alesa memilih menonton TV sambil rebahan di atas karpet, rumah milik orang tua Alesa tak begitu besar hanya berukuran 6x8 dan di dalam rumah juga tak banyak barang kursi pun hanya ada di ruang tamu sedangkan di ruang TV dan di dapur tak ada sama sekali kursi makanya mereka sering memakai karpet.
Dan antara ruang tamu dengan ruang TV pun hanya terpisah oleh sebuah triplek tipis makanya Alesa bisa mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dengan suaminya, lambat laun Alesa pun mulai terserang kantuk hingga akhirnya ia terlelap di depan TV yang masih menyala.
"Iya, syukurlah nak Ilham. Kalau Alesa gak nyusahin nak Ilham, kami sebagai orang tua agak khawatir karena ia selalu manja selama ini" kata Ibunya Alesa kepada sang menantu
"Iya bu, justru Ilham yang bersyukur memiliki istri seperti Alesa. Semua kebutuhan Ilham di penuhinya" jawab Mas Ilham yang sebenarnya takut kebohongannya terbongkar
"Udah malam, kalo nak Ilham mau tidur. Silahkan, takut Alesa juga menunggu nak Ilham dari tadi" kata Ayahnya Alesa kepada sang menantu
__ADS_1
"Iya yah bu, Ilham ke kamar. Mau istirahat, ayah ibu juga istirahat ini kan udah malam" kata Mas Ilham kemudian beranjak dari duduknya lalu meninggalkan kedua mertuanya
Saat suaminya Alesa melangkahkan kaki hendak menuju kamar, langkah kakinya terhenti di ruang TV saat melihat Alesa yang tertidur sangat pulas di depan TV yang masih menyala dan suaminya Alesa pun mendekati Alesa.
Ingin di bangunkannya tapi rasanya tak tega apalagi mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut Alesa sepertinya Alesa sudah lama tertidur di depan TV, mau tak mau suaminya Alesa mengendong tubuh Alesa yang sangat berat itu masuk ke dalam kamar.
Kedua orang tua Alesa yang melihat sang menantu mengendong sang anak untuk di bawa ke kamar begitu terharu, apalagi mereka tau bahwa saat ini Alesa tengah hamil besar tentu tubuhnya sangat berat dan justru sang menantu rela mengendong sang anak demi tak membangunkan sang anak yang tertidur.
"Alhamdulilah ya yah, Alesa menemukan pasangan yang baik" kata Ibunya Alesa saat mereka berdua sudah berada di dal kamar
"Iya bu, Ayah senang lihatnya dan sangat bersyukur nak Ilham memperlakukan Alesa dengan baik" jawab Ayahnya Alesa
.
.
Meski mata Alesa agak silau akibat cahaya matahari tapi tak membuatnya berkutik untuk pergi dari tempat duduknya, apalagi ia juga sedang sibuk memperhatikan suaminya dengan sang ayah yang tengah memancing ikan di kolam untuk lauk makan siang mereka nanti.
Udara pagi ini juga sangat mendukung meski cahaya matahari sudah muncul tapi udara tetap masih terasa sejuk, Alesa mulai bosan hanya duduk saja dari tadi hingga akhirnya ia beranjak dari duduknya dan memilih mendekati sang ibu yang sedang membersihkan terong sayur dan yang lainnya di kran air yang ada di halaman belakang.
__ADS_1
"Alesa bantu ya, bu" kata Alesa langsung ikut membersihkan terong sayur dan yang lainnya
Sang ibu tentu tak bisa melarang lagi karena sang anak sudah langsung ikut membersihkan terong sayur dan yang lainnya, selesai membersihkan semuanya sang ibu meminta sang anak untuk membawa masuk terong sayur dan yang lainnya itu ke dalam rumah dan di letakkan di dapur.
Alesa pun menuruti permintaan sang ibu, sedangkan sang ibu kini melanjutkan pekerjaannya yaitu ingin membersihkan ikan gurami yang berukuran besar hasil pancingan sang ayah bersama suaminya Alesa barusan dan mereka sudah mendapatkan empat ekor ikan gurami.
"Ikan guraminya kayaknya enak di bakar, bu" kata Ayahnya Alesa sembari mencuci tangan dan kakinya di air kran
"Iya, Ayah siapin aja bara apinya. Nanti ibu buatkan bumbunya yang lezat" jawab Ibunya Alesa sembari mengiris-iris daging ikan yang besar itu
Suaminya Alesa setelah mencuci tangan dan kakinya lebih duluan masuk ke dalam rumah meninggalkan kedua mertuanya yang tengah mengobrol, suaminya Alesa pun langsung menuju kamar mandi hendak mandi karena tubuhnya penuh dengan keringat.
Kini Alesa kembali membantu sang ibu yang tengah menyiapkan bumbu untuk membakar ikan gurami hasil pancingan sang ayah dan suaminya tadi, setelah bumbu siap sang ibu mulai melumuri ikan gurami itu satu persatu dengan bumbu tersebut.
Lalu sekarang tugas sang ayah dan suaminya yang membakar ikan gurami itu, karena Alesa dan sang ibu hendak masak lauk yang lain seperti membuat sambal untuk ikan bakar nanti, belum lagi terong yang akan di goreng, terus sayur capcay makanan favorit suaminya Alesa.
Menu makan siang ini harus terlihat sangat lezat dari menu makan siang kemarin, apalagi sekarang Alesa juga ikut turun tangan tentu ia ingin suaminya juga makan masakan ia yang belum pernah di masaknya dari awal mereka menikah karena selama ini suaminya selalu menjatahi ia uang belanja hanya 25.000 tentu tak bisa masak makanan yang lezat karena minim uang belanja.
"Hem harum banget yang bu, bau ikan gurami bakarnya" kata Alesa yang tengah sibuk mengulek bumbu untuk sayur capcay
__ADS_1
"Iya, ibu bahkan udah mulai laper. Padahal tadi pagi kita udah makan gado-gado banyak pulak" kata Ibunya Alesa yang juga suka bau ikan gurami bakar
Alesa menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan sang ibu, bahwa mereka pagi tadi memang sudah makan gado-gado buatan sang ibu tapi kini rasa lapar mereka sudah datang lagi padahal waktu baru menunjukan pukul 09.15 pagi.