
Tapi Azzam tetap teguh dengan keinginannya membuat Alesa hanya bisa menghela napas panjang, tak tau harus berbuat apa ia takut Azzam kelaparan jika tak mau makan nasi namun jika di paksa ia juga tak mau Azzam jadi trauma.
"Udah kasih aja, kenapa" kata Mas Ilham yang dari tadi mendengar permintaan Azzam menghampiri Alesa dan Azzam di ruang TV
Alesa tak suka suaminya menuruti kemauan Azzam apalagi Azzam belum mengisinya dengan makanan padat, ia pun menatap tajam suaminya tapi yang di tatap tak menghiraukan dan justru mengambil snack yang di inginkan Azzam dari tadi.
"Nah buat jagoan Ayah, mau makan ini kan" kata Mas Ilham memberikan snack yang sudah di bukakannya kepada Azzam
"Acih yah" kata Azzam begitu senang melihat snack yang di inginkannya kini ada di tangannya
"Aiss, gak ngerti banget. Udah tau Azzam belum makan nasi" gerutu Alesa beranjak dari situ sembari membawa piring yang berisi nasi dan lauk pauk kembali ke dapur
Suaminya justru diam saja tak menyahut sama sekali dan ikut menikmati snack yang sudah ada di tangan Azzam, suaminya dan Azzam memakan snack itu dengan lahap sampai snack itu habis lalu suaminya kembali membuka snack lagi.
Alesa yang melihat suaminya membuka satu bungkus snack lagi semakin melototi suaminya, tapi suaminya masih saja cuek membuat Alesa semakin geram dan ingin sekali menjambak rambut suaminya yang terlihat sudah sedikit memanjang itu.
Karena geram dengan suaminya Alesa memilih masuk kamar dan duduk bersandaran sembari memainkan gawainya, dari pada ia melampiaskan amarahnya dengan suaminya mending membuka akun sosial medianya yang jarang sekali di lihatnya.
Akhirnya terdengar adzan magrib berkumandang, suaminya segera beranjak dari hadapan Azzam dan melangkahkan kaki ke kamar mandi hendak mengambil air wudhu untuk sholat berjamaah di masjid.
Sedangkan Alesa keluar dari kamar dan menghampiri Azzam yang sudah menghabiskan dua bungkus snack, Alesa memberikan seperempat gelas air minum kepada Azzam kalau saja Azzam kehausan karena habis makan snack.
Tak berapa lama suaminya sudah keluar dari kamar mandi, kemudian melangkahkan kaki ke arah kamar ingin memakai baju koko dan sarung handalannya serta tak lupa peci sebagai pelengkap jika suaminya hendak sholat ke masjid.
__ADS_1
"Ayah berangkat dulu ya jagoan, Assalamualaikum" kata Mas Ilham sembari mengacak rambut Azzam dengan gemas
"Walaikumsalam" jawab Alesa dengan judes karena masih dongkol dengan suaminya
"Jagoan Ayah, bilang dengan Bunda jangan sering cemberut entar wajah cantik Bunda cepat keriput" kata Mas Ilham kemudian melangkahkan kaki keluar ruko miliknya
Alesa yang mendengar pujian suaminya tak terpengaruh sama sekali, karena baginya tak penting pujian suaminya apalagi posisinya saat ini ia sedang dongkol dengan suaminya yang telah menuruti kemauan Azzam untuk makan snack.
Setelah keberangkatan suaminya ke masjid, Alesa memilih untuk menyetel TV yang sudah hampir satu bulan tak di setelnya karena begitu lama mudik, Azzam juga yang sudah mengerti soal menonton TV ikut memperhatikan layar TV yang tengah menyala.
Setengah jam kemudian suaminya telah kembali ke ruko miliknya bahkan ruko yang tadi sempat tutup segera di bukanya sampai menimbulkan suara yang sangat keras akibat rolling door itu sudah lama jadi berkarat, lalu suaminya masuk ke dalam ruko menghampiri Alesa dan Azzam.
"Assalamualaikum" ucap Mas Ilham kemudian mencium pucuk kepala Azzam
Kemudian Alesa beranjak dari situ dan menuju dapur, ia menyiapkan makan malam untuknya dan suaminya di dapur lalu di tatanya semua masakannya tadi sore di atas karpet yang biasa di gunakan untuk alas makan mereka.
Setelah semuanya tertata dengan rapi tanpa di beri tahu suaminya sudah menghampiri Alesa yang saat ini berada di dapur, lalu suaminya segera duduk di atas karpet itu dan seperti biasa Alesa mengambilkan makanan untuk suaminya.
Kemudian di serahkan Alesa piring yang sudah terisi dengan nasi dan berbagai jenis lauk itu kepada suaminya, setelah itu Alesa beranjak dari dapur lalu mengendong Azzam ke depan untuk menjaga warung milik suaminya.
Namun selama suaminya makan di dapur, belum ada yang hendak belanja di warung milik suaminya itu membuat Alesa mengerutkan kening karena tak biasanya orang tak belanja ke warung milik suaminya atau mungkin orang-orang belum tau kalau warung milik suaminya sudah buka.
"Udah aku makan, makanlah kalau kamu mau makan. Azzam biar disini main dengan aku" kata Mas Ilham yang tiba-tiba sudah berada di dekat Alesa
__ADS_1
"Ya sudah, aku tinggal makan sebentar" kata Alesa kemudian beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki ke arah dapur
Alesa segera mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauk yang tersisa, dengan lahap dan nikmat Alesa menyantap makanan tersebut sembari sedikit perlahan karena tak mau buru-buru apalagi Azzam juga di jagain suaminya.
Selesai makan seperti biasa Alesa langsung membereskan bekas makan dan mencuci piring-piring kotor, setelah semua pekerjaan selesai Alesa kembali ke warung suaminya hendak mengambil Azzam karena ingin di susuinya.
Alesa menyusui Azzam di ruang TV sembari menonton TV, begitu lahap Azzam menyusu dengan Alesa karena itu makanan utama Azzam sedang MPASI hanya makanan pendamping karena sangat banyak Azzam menyusu dan kemungkinan Azzam masih sangat lelah akhirnya tertidur.
Selesai Azzam menyusu dan tertidur, Alesa segera meletakkan Azzam di kasur dengan perlahan agar Azzam tak ke bangun dan setelah itu Alesa melanjutkan menonton TV mumpung tak ada yang mengganggunya menonton acara favoritnya.
"Kenapa ya dari tadi siang sampai sekarang gak ada yang belanja di warung, paling Bu Sri tetangga kita yang belanja" kata Mas Ilham sembari duduk di samping Alesa dengan raut wajah yang sedih
"Iya mungkin orang-orang belum tau kalau kita udah buka" jawab Alesa tanpa menoleh ke arah suaminya dan tetap fokus dengan layar TV yang tengah menyala
"Hemm, biasanya gak gitu juga" kata Mas Ilham lagi menatap ke arah depan warungnya yang tampak sepi
"Ya mau bagaimana lagi, sabar aja" jawab Alesa
Suaminya terdiam tak menyahut lagi, lalu Alesa pun menoleh sekilas ke arah suaminya memperhatikan raut wajah suaminya yang nampak sedih dan Alesa jadi kasihan tapi tak di tampakkannya dengan suaminya.
Namun memang patut di curigai kenapa warung milik suaminya yang biasanya ramai para pembeli berdatangan tapi kali ini hanya para tetangga yang belanja, dan bisa saja ada yang membuka warung sembako juga di daerah sini sehingga warung milik suaminya jadi sepi.
Tapi karena belum terbukti Alesa tak bisa bermain tebak-tebakan saat ini, kemungkinan besok akan ia pastikan apa yang di pikirkannya sekarang agar tau penyebab warung milik suaminya mengapa jadi sepi begini.
__ADS_1