Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 78


__ADS_3

Setelah berapa hari menginap di rumah orang tuanya, kini Alesa dan suaminya serta Azzam bersiap-siap hendak kembali ke ruko milik suaminya bahkan dua tukang ojek yang di carikan oleh sang ayah sudah ada di depan rumah.


Alesa mencium punggung tangan orang tuanya dengan takzim secara bergantian, begitu juga suaminya melakukan hal yang sama dan Azzam juga di minta Alesa untuk mencium punggung sang kakek dan sang nenek.


"Cucu nenek makin pinter ya, nenek pasti bakal kangen" kata Ibunya Alesa sembari mencium gemas kedua pipi Azzam yang tampak gembul


"Yayang nenek" kata Azzam sembari tersenyum


"Nenek dan kakek juga sayang Azzam" kata Ayahnya Alesa ikutan mencium kedua pipi Azzam


"Kita pamit ayah ibu" kata Alesa dan suaminya secara bersamaan kemudian mulai naik ke jok belakang sepeda motor tukang ojek itu


"Iya hati-hati di jalan" ujar Ibunya Alesa dan Ayahnya Alesa berbarengan sembari melambaikan tangan mereka


Alesa juga melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya begitu juga dengan Azzam, kemudian kedua sepeda motor yang di tumpangi Alesa dan suaminya mulai melaju meninggalkan kediaman orang tua Alesa.


Setelah kedua sepeda motor itu menghilang di balik belokan sang ayah dan sang ibu segera melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, kedua orang tua Alesa begitu sedih melihat keadaan rumah yang sekarang jadi sepi.


Tak ada lagi suara celotehan para cucu mereka tak ada lagi kejahilan ketiga anak mereka semua seketika berubah, tiba-tiba air mata sang ibu terjatuh saking sedih di tinggal semua anaknya dan semua cucunya yang telah membuat rumah pernah ramai.


"Sepi ya, yah. Tahun depan baru ramai lagi, tapi belum tentu juga kedua anak laki-laki kita bisa mudik" kata Ibunya Alesa terduduk di ruang depan memperhatikan sekeliling keadaan rumah


"Iya bu, mau bagaimana lagi mereka sudah memiliki keluarga sendiri" kata Ayahnya Alesa sembari mengelus pundak istrinya


Bukan hanya kedua orang tua Alesa saja yang sedih atas kepulangan Alesa sekeluarga, Alesa juga sangat sedih bahkan sepanjang perjalanan ia terus menyeka air matanya yang terus mengalir karena sedih meninggalkan kedua orang tuanya hanya berdua.


Padahal kedua orang tuanya sudah semakin tua dan hanya bisa mengurus diri mereka berdua, seharusnya ia sebagai anak bungsu mengurus kedua orang tuanya namun mau bagaimana ia telah memiliki rumah tangga sendiri dan sebagai seorang istri harus mengikuti suami kemana pun.

__ADS_1


Tak terasa kedua sepeda motor yang di tumpangi Alesa dan suaminya telah tiba di pangkalan ojek, Alesa dan suaminya segera turun dari sepeda motor kemudian membayar ongkos ojek dan duduk di kursi tunggu menunggu mobil travel lewat.


Dan syukurnya hanya selang berapa menit sudah ada mobil travel berhenti di pangkalan ojek, Alesa dan suaminya segera masuk ke dalam mobil travel setelah suaminya memasukkan koper milik mereka ke bagasi mobil travel itu.


Mobil travel pun mulai melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pangkalan ojek menuju pusat kota, di dalam mobil tanpa sepi karena hanya ada beberapa penumpang dan hanya ada celotehan Azzam yang sangat senang melihat kendaraan lain yang berlalu lalang.


Suaminya berapa menit masuk ke dalam mobil langsung tertidur padahal saat ini masih terlalu pagi sekitar pukul 09.40, sedangkan Alesa memilih menatap luar jendela bersama Azzam memandangi pepohonan hijau yang ada di sepanjang jalan.


"Pulang kemana dek?" kata Ibu-ibu yang salah satu penumpang mobil travel itu menyapa Alesa


"Pulang ke daerah XXXX" jawab Alesa sembari tersenyum ramah


"Ohh lumayan jauh ya, kalau ibu di pusat kota inilah" kata Ibu-ibu itu lagi dengan ramah


Alesa menganggukkan kepala, kemudian mereka kembali terlibat obrol sedikit mengisi kekosongan yang ada di dalam mobil travel dan bahkan ibu-ibu itu begitu semangat bercerita dengan Alesa yang jadi pendengar yang baik.


Setelah beberapa penumpang turun, mobil travel melanjutkan perjalanan selanjutnya melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pusat kota dan menuju ke alamat tempat tinggal Alesa dan suaminya.


Azzam yang dari tadi berceloteh kini mulai terserang kantuk, Alesa pun segera menyusui Azzam di dalam jilbab instan yang di pakai Alesa dan syukurnya jilbab yang di pakai Alesa saat ini lebih lebar jadi takkan kelihatan orang lain jika Alesa tengah menyusui.


Setelah satu jam kurang Azzam pun tertidur dan kini Alesa yang mulai terserang kantuk, Alesa segera membangunkan suaminya yang sudah tidur dari tadi dan meminta giliran memangku Azzam yang sudah tertidur.


"Tidurlah kalau mau tidur" ujar Mas Ilham kemudian mengambil alih Azzam dan memangkunya


"Sebentar saja kok aku tidur, hanya ingin menghilangkan rasa kantuk" kata Alesa kemudian segera menyenderkan kepalanya di sandaran kursi


Lalu Alesa mulai memejamkan kedua kelopak matanya dan hanya berapa menit ia sudah tertidur, suaminya yang sudah terbangun memilih mengeluarkan gawainya dari saku celana lalu mulai memainkan gawainya sebentar.

__ADS_1


Kini waktu menunjukan pukul 11.45 supir mobil travel itu menghentikan mobil travelnya di sebuah rumah makan karena ingin mengisi perutnya dahulu sebelum melanjutkan perjalanan, suaminya Alesa melihat mobil travel berhenti segera membangunkan Alesa.


"Ada apa, Mas?" tanya Alesa sembari mengucek kedua kelopak matanya


"Kita turun sebentar yuk, makan siang. Lihat supir travel aja udah turun" kata Mas Ilham mengajak Alesa mengisi perut mereka dahulu


"Ya sudah, ayo" kata Alesa kemudian mengambil Azzam dari pangkuan suaminya


Alesa dan suaminya segera keluar dari mobil travel tersebut lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah makan tersebut, setelah itu mereka langsung duduk di salah satu kursi yang kosong serta memesan makanan kepada pelayan rumah makan.


Selesai Alesa dan suaminya makan, Azzam terbangun dari tidurnya dan Alesa pun segera menyuapi Azzam makan mumpung sudah bangun serta mereka juga belum melanjutkan perjalanan karena supir travel itu sholat dzuhur dahulu bersamaan suaminya juga.


Setengah jam kemudian supir travel bersama suaminya telah kembali ke mobil travel, Alesa juga sudah selesai menyuapi Azzam dan membayar makanan yang di makan oleh Alesa dan suaminya tadi.


Alesa yang kebetulan sedang datang tamu bulanan jadi tak perlu menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA, kini mereka semua sudah masuk ke dalam mobil dan akan melanjutkan perjalanan yang masih lumayan jauh.


"Bun, ajus nget" kata Azzam saat melihat sebuah taman bermain


"Iya bagus banget, nanti kalau ada waktu kita main kesana" kata Alesa sembari tersenyum kemudian mencium pucuk kepala Azzam


"Pinter ya anaknya ngomong, udah berapa tahun?" kata Supir mobil travel itu sembari fokus dengan jalanan


"Satu tahun tujuh bulan" jawab Alesa sembari tersenyum ketika orang-orang memuji Azzam


"Wah belum dua tahun tapi udah lancar ngomong, anak saya di rumah dua tahun lebih masih belum terlalu lancar kalau ngomong" kata Supir mobil travel itu lagi


"Rajin di ajak ngomong aja, insyaallah pasti lancar" saran Alesa kepada supir mobil travel itu

__ADS_1


Supir mobil travel itu menganggukkan kepalanya paham maksud Alesa.


__ADS_2