
Semenjak kejadian waktu itu kini Alesa membiasakan diri mengerjakan pekerjaan rumah sembari menjaga bayi Azzam, terkadang juga ia meletakkan bayi Azzam di dalam keranjang di sampingnya yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah jika ia sudah kelelahan mengendong.
Sekarang ia pun tak peduli lagi suaminya atau ibu mertuanya mau ngapain, yang terpenting bagi Alesa semua pekerjaan rumah beres di kerjakannya meski sedikit lambat karena sembari menjaga bayi Azzam dan satu yang tak mau Alesa kerjakan lagi yaitu mencucikan pakaian milik ibu mertuanya.
Meski ibu mertuanya sempat memberontak namun tak mengubah pendirian Alesa, karena salah ibu mertuanya sendiri gak mau membantunya menjaga bayi Azzam jadi tanggung sendiri resikonya dan awalnya suaminya juga menegurnya tapi ia tetap tak peduli.
Bagi Alesa sekarang ia hanya menutup telinga ketika suaminya atau ibu mertuanya memerintahnya dari luar daftar pekerjaan rumah yang di kerjakannya, karena ia tak mau kelelahan sehingga jatuh sakit dan siapa yang akan menjaga bayi Azzam jika ia jatuh sakit.
"Alesa, kali ini aja ibu titip pakaian milik ibu. Badan ibu sakit semua gak sanggup untuk mencuci pakaian" kata Ibu mertuanya Alesa dengan wajah di buat semelas-melasnya
"Gak bisa bu, Alesa juga udah selesai kok nyucinya tinggal bilas" kata Alesa yang memang kebetulan udah selesai mencuci semua pakaian tersebut meski sambil mengendong bayi Azzam
"Percuma punya menantu perempuan, kalau minta nyuciin pakaian aja gak mau" kata Ibu mertuanya Alesa pergi dari hadapan Alesa dan meninggalkan keranjang yang berisi pakaian kotor miliknya
Alesa hanya diam dan kembali melanjutkan pekerjaannya meski sedikit susah karena ia mengendong bayi Azzam yang ada di punggung belakangnya, setelah semua pakaian tersebut di bilasnya Alesa segera turun ke halaman belakang dan menjemur semua pakaian itu.
Kemudian Alesa kembali naik dan masuk ke dalam ruko, kembali melanjutkan pekerjaannya yaitu ingin memandikan bayi Azzam namun sebelum bayi Azzam mandi Alesa terlebih dahulu mandi jadi bayi Azzam di gulingkannya di dalam bak mandi bayi yang belum di isinya air.
Setelah Alesa selesai mandi kini giliran bayi Azzam yang mandi dan hanya berapa belas menit, Alesa dan bayi Azzam sama-sama sudah selesai mandi kemudian segera keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kaki ke ruang TV hendak memakai pakaian.
__ADS_1
Ibu mertuanya yang melihat Alesa dan bayi Azzam sudah mandi, segera beranjak dari depan TV lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi ingin mencuci pakaian miliknya yang di tinggalkannya di depan kamar mandi tadi dan mulai mencuci pakaian miliknya.
Alesa dan bayi Azzam sudah memakai pakaian mereka, sekarang Alesa berniat mengajak bayi Azzam jalan-jalan di bawah pohon mangga sekalian menghirup udara pagi yang masih terasa sejuk apalagi semalam habis hujan.
"Haii mbak Alesa, kok sekarang agak kurusan dari waktu habis melahirkan" kata Bu Sri menyapa Alesa yang sedang duduk di bawah pohon mangga bersama bayi Azzam
"Masak sih Bu Sri, perasaan memang beginilah badan aku" kata Alesa yang sebenarnya memang merasa agak kurusan dari habis lahiran kemarin
"Banyak pikiran ya mbak Alesa atau makan hati karena ada ibu mertua di rumah" kata Bu Sri sembari tersenyum mengejek Alesa
"Ahh Bu Sri bisa aja, Bu Sri kan sebenar lagi punya menantu. Hati-hati loh Bu Sri, terkadang ada juga menantu yang kejam bisa-bisa Bu Sri di racuninya kalau nanti Bu Sri semena-menanya dengan menantu" kata Alesa menakut-nakuti Bu Sri yang satu bulan lagi akan menikahkan anak sulungnya yang laki-laki
Karena semua pekerjaannya di ruko sudah beres, Alesa ingin lebih lama duduk di bawah pohon apalagi bayi Azzam juga sepertinya sangat senang melihat anak-anak yang tengah bermain kelereng di tempat yang tak jauh dari Ales duduk karena kebetulan sekarang hari minggu jadi libur sekolah.
Belum lagi kendaraan yang berlalu lalang membuat suasana pagi jadi sangat ramai dan indah, pulang ke ruko juga membuat Alesa makan hati seperti yang di katakan Bu Sri tadi karena harus berurusan dengan suaminya dan ibu mertuanya yang penuh drama itu.
"Adek Azzam, nanti kalau udah gede kaya kita. Main bareng ya" kata Anak-anak yang sedang bermain kelereng itu menyapa bayi Azzam
Bayi Azzam tertawa mendengar anak-anak itu menyapanya, bahkan anak-anak itu berebutan ingin memegang tangan mungil milik bayi Azzam dan Alesa pun meminta mereka bergiliran agar semuanya kebagian satu persatu seperti mau pembagian sembako saja.
__ADS_1
Sudah begitu lama duduk di bawah pohon mangga apalagi bayi Azzam sepertinya sudah tampak mulai mengantuk, jadi Alesa memutuskan untuk kembali ke ruko untuk menidurkan bayi Azzam sekalian ia juga ingin beristirahat.
"Lihat tu Ilham, istri kamu tu keluyuran aja dari tadi" kata Ibu mertuanya Alesa mulai mengompori anak kesayangannya itu
Suaminya yang sibuk melayani para pembeli mengabaikan perkataan ibu mertuanya begitu saja, namun ternyata setelah semua para pembeli tidak ada lagi suaminya baru mencegat Alesa yang hendak menuju ruang TV.
"Kamu dari mana saja?" tanya Mas Ilham sedikit menaikkan nada bicaranya
"Dari sinilah, hanya duduk di bawah pohon mangga. Kenapa memangnya" kata Alesa yang sekarang mulai berani jika di tindas suaminya atau pun ibu mertuanya
"Kenapa lama banget, gak mungkin cuma duduk aja di bawah pohon" kata Mas Ilham seperti kurang puas dengan jawaban yang keluar dari mulut Alesa
Alesa memilih diam dan melanjutkan langkah kakinya yang hampir sampai di ruang TV, namun Alesa tak berhenti di ruang TV melainkan menuju ke kamar mandi ingin membersihkan tangan bayi Azzam serta wajah bayi Azzam karena tadi habis dari luar lalu ia kembali ke ruang TV dan mulai menyusui bayi Azzam.
Suaminya yang di abaikan Alesa justru memilih kembali ke depan untuk menjaga warung karena tak ada yang perlu di bahas lagi, namun justru membuat ibu mertuanya jadi kesal padahal niat di dalam hatinya ingin membuat anak kesayangannya itu marah lagi dengan Alesa.
"Lihat saja nanti, selagi ibu masih disini. Hidup kamu gak akan tenang" kata Ibu mertuanya Alesa kepada Alesa yang tengah menyusui bayi Azzam
"Terserah ibu mau apa, asal ibu puas. Tapi ingat bu, doa orang terdzolimi itu mudah di ijabah oleh ALLAH" kata Alesa kepada ibu mertuanya
__ADS_1