
Saat hendak bangun dari tidurnya karena ingin menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA, Alesa merasa kepalanya sangat berat bahkan penglihatan seperti berputar layaknya sehabis naik roller coaster.
Namun Alesa tetap memaksakan diri untuk bangun dari tidurnya sembari memegang kepalanya yang pusing dan berpegang di dinding, perlahan Alesa melangkahkan kaki keluar kamar di lihatnya ruko milik suaminya sudah sepi.
Itu artinya suaminya dan Azzam sudah berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjama'ah, dan akhirnya Alesa pun tiba di depan kamar mandi meski tadi berjalan harus berpegangan dengan dinding.
Selesai mengambil air wudhu dan kini ia sudah berada di ruang TV, Alesa segera membentangkan sajadah dan mulai mengerjakan sholat sunnah sebelum subuh dua raka'at kemudian di lanjut dengan sholat fardhu.
Ketika sedang khusyuk berdoa tiba-tiba ada darah lagi di telapak tangannya saat ia sedang menadahkan tangannya, Alesa pun buru-buru memegang rongga hidungnya dan benar saja lagi-lagi darah itu keluar dari lobang hidungnya.
"Aku sebenarnya kenapa?" kata Alesa dalam hati sembari terus menghapus darah itu di kran wastafel
Alesa merasa akhir-akhir ini sering sekali hidungnya mimisan, badannya juga sekarang semakin kurus padahal porsi makannya sama seperti biasa dan pipinya sekarang juga semakin tirus membuat Alesa jadi mulai berpikir yang gak-gak.
"Bunda....." panggil Azzam sembari mengerakkan mukenah yang masih melekat di tubuh Alesa
"Astagfirullah" ucap Alesa terlonjak kaget karena tiba-tiba Azzam menarik mukenah
"Bunda kok melamun di depan wastafel, padahal Azzam udah ucap salam dari tadi" kata Azzam sembari menatap kedua bola mata Alesa dengan begitu dalam
"Apa iya, mungkin Bunda gak denger tadi. Maaf ya" kata Alesa sembari mencium pucuk kepala Azzam dan ia baru sadar jika dari tadi melamun sampai tak menyadari bahwa Azzam dan suaminya sudah pulang dari masjid
Kemudian Alesa segera membereskan alat sholatnya yang di pakainya barusan, setelah itu Alesa mulai berkutik di dapur untuk membuat sarapan pagi serta lauk pauk buat makan siang nanti.
Beres semua pekerjaan di dunia perdapurannya, kini Alesa mulai mencuci semua pakaian miliknya dan milik suaminya serta tentunya milik Azzam juga yang lumayan banyak pakaian tersebut yang kotor.
Hingga tak terasa matahari mulai tampak dari ufuk timur perlahan-lahan naik ke atas, dan Alesa juga mulai menjemur semua pakaian yang sudah di cucinya dengan bersih setelah itu Alesa kembali ke ruko.
__ADS_1
"Mas, sarapannya udah siap" kata Alesa setelah selesai menata semua masakannya tadi di atas karpet
"Hemm" jawab Mas Ilham sembari menghampiri Alesa setelah memakai pakaian ciri khas seorang satpam
"Azzam, ayo sarapan nak" ujar Alesa memanggil Azzam yang tengah asyik menonton film kartun di TV
"Iya, Bun" jawab Azzam langsung beranjak dan menghampiri kedua orang tuanya
Kini mereka bertiga mulai memakan sarapan yang di masak Alesa tadi, dengan lahap dan nikmat mereka bertiga makan dalam keadaan diam tak mengeluarkan suara apapun hanya terdengar dentingan sendok yang mengenai permukaan piring.
Selesai makan Alesa mengantar suaminya sampai ke teras depan, kemudian Alesa mencium punggung tangan suaminya dengan takzim saat suaminya sudah berada di atas sepeda motor.
"Hati-hati, Mas" kata Alesa yang memang tetap senantiasa mengantar suaminya sampai di teras depan
"Hem" jawab Mas Ilham kemudian segera melajukan sepeda motornya
Selepas kepergian suaminya, Alesa kembali masuk ke dalam ruko hendak membersihkan bekas makan mereka tadi namun saat tiba di dapur ternyata semuanya sudah beres dan membuat Alesa mengembangkan senyumannya.
"Masyaallah, anak Bunda udah besar ternyata. Udah bisa bantu Bunda" kata Alesa sembari mengelus kepala Azzam
"Iya donk Bun, Azzam kasihan lihat Bunda ngerjain semuanya jadi selagi Azzam bisa. Azzam akan bantu" kata Azzam tersenyum
"Ohh ya, setelah itu Azzam mandi dan pakai baju yang bagus ya. Kita mau pergi ke rumah tante Sisil sekalian lihat adek bayi" kata Alesa kepada Azzam
"Serius Bun, kita ke rumah tante Sisil" kata Azzam begitu antusias jika di ajak ke rumah Sisil karena Sisil selalu membelikan apapun yang Azzam mau
Alesa menganggukkan kepala, sedangkan Azzam langsung melompat-lompat sangat bahagia di ajak ke rumah tantenya dan dengan semangat Azzam segera masuk ke dalam kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Selesai Azzam mandi dan berpakaian lengkap kini Alesa dan Azzam segera keluar dari ruko tersebut setelah memastikan semua pintu terkunci, Alesa sengaja pergi tanpa pamit dengan suaminya karena sebenarnya ia bukan ingin ke rumah adik iparnya.
Tapi ada keperluan yang sangat penting di pusat kota dan Azzam akan di titipkannya dengan Sisil sebentar, Alesa dan Azzam sudah berada di dalam mobil travel yang sudah melaju hendak menuju pusat kota.
Empat jam kemudian Alesa dan Azzam sudah tiba di depan rumah Sisil yang sangat megah itu, Sisil sekarang sangat sukses bahkan Sisil sudah memiliki perusahaan sendiri dari hasil usahanya yang membuat skincare.
Alesa segera melangkahkan kaki masuk ke halaman rumah Sisil sembari mengandeng tangan Azzam, kemudian Alesa memberanikan diri untuk memencet bel yang ada di dekat pintu.
...Ting...Tong Ting...Tong...
Hanya berapa menit pintu pun segera terbuka dan ternyata Sisil yang membukakan pintu, Sisil begitu terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu.
"Mbak Alesa, Azzam. Kok gak ngabari kalau mau kesini, ayo masuk" kata Sisil benar-benar tak menyangka bahwa kakak iparnya dan keponakannya akan ke pusat kota
"Iya, maaf kita mendadak datangnya gak sempat kasih kabar" kata Alesa sembari melangkahkan kaki masuk dan mengandeng tangan Azzam
"Tapi kok cuma berdua, Mas Ilham gak ikut?" tanya Sisil yang merasa aneh karena tumben-tumben kakak iparnya pergi tanpa sang kakak
"Mas Ilham kan kerja, ohh ya mana baby Raya" kata Alesa mengalihkan pembicaraan
"Ada di dalam kamar, ayo kita lihat baby Raya" kata Sisil sembari mengandeng tangan keponakannya itu
Sisil memang sudah menikah satu tahun ini dengan laki-laki bernama Rangga pacar Sisil semasa kuliah dulu, bahkan mereka sudah di karunia anak perempuan yang cantik dan sudah berusia dua bulan.
Tiba di kamar Alesa begitu gemas melihat baby Raya seperti Azzam waktu kecil dulu, badannya begitu gemoy membuat siapapun melihatnya masih merasa gemas dan ingin sekali mencubit kedua pipi yang cubby itu.
"Mbak Alesa, aku lihat kok makin kurus" kata Sisil yang dari tadi memperhatikan raut wajah kakak iparnya yang makin tirus
__ADS_1
"Mungkin efek KB gak cocok ya, aku mau ke rumah sakit konsul dengan Dokter. Titip Azzam sebentar ya" kata Alesa sembari menatap ke arah adik ipar
Kini Sisil tau kenapa kakak iparnya tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa sang kakak, ternyata ingin ke rumah sakit tapi masak konsul soal KB harus ke rumah sakit segala bukannya di bidan desa juga bisa itulah ada dalam pikiran Sisil saat ini.