
Kini matahari sudah muncul dari ufuk timur menyapa seluruh makhluk di muka bumi, Bu Bidan tersenyum sembari mengendong bayi Alesa yang sudah di mandikannya barusan lalu menghampiri Alesa yang masih terbaring di atas ranjang pasien.
"Bunda, lihat dedek udah tampan" ucap Bu Bidan dengan ramah berbicara ala bayi sembari melihatkan bayi yang baru selesai di bedongnya
"Masyaallah anak bunda tampan sekali, sini mimik susu dulu" kata Alesa tersenyum melihat jagoannya sudah mandi
Beruntung air susu Alesa begitu cepat keluar sehingga ia bisa langsung menyusui bayinya, sang ibu yang berada di dekat Alesa ikut mengelus pipi cucu laki-lakinya itu dengan lembut dan gemas karena cucu laki-lakinya sangat gemoy.
Sedangkan suaminya saat ini memilih istirahat jadi sekarang tertidur di lantai dengan alas karpet yang di sediakan Puskesdes di bawah ranjang pasien yang di tempati Alesa, apalagi semalaman suaminya juga tidak tidur karena menemani Alesa sampai subuh makanya pagi ini terserang kantuk luar biasa.
Selesai bayi Alesa menyusu dan tertidur dengan sangat pulas Bu Bidan membawa bayi itu ke ranjang bayi yang tak jauh dari ranjang yang di tempati Alesa, lalu Bu Bidan pamit ingin membantu pasien di ruang persalinan yang ada di sebelah yang hendak melahirkan juga.
Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi, salah satu perawat yang bertugas hari ini membawakan sarapan ke ruangan Alesa agar Alesa bisa segera sarapan dan tenaganya kembali pulih setelah berjuang melahirkan dari semalaman.
"Sarapannya Bu, segera di habiskan ya" ujar Perawat itu dengan ramah meletakkan nampan yang berisi sarapan di atas meja yang ada di samping ranjang yang di tempati Alesa
"Terima kasih" ucap Alesa sembari menyunggingkan senyuman
Perawat itu membalas dengan anggukkan sembari menyunggingkan senyuman juga, lalu perawat itu keluar dari ruangan Alesa dan kembali ingin mengerjakan pekerjaannya yang lain lagi.
__ADS_1
"Sini biar Ilham saja bu yang nyuapin Alesa, Ibu istirahat saja sekarang sebelum kita di izinkan pulang oleh Bu Bidan" kata Mas Ilham yang kebetulan sudah bangun bahkan sudah mencuci wajahnya
"Ini, Ibu juga mulai merasa ngantuk" kata Ibunya Alesa sembari memberikan piring yang berisi sarapan Alesa kepada sang menantu
Sang ibu pun segera berbaring di atas karpet yang tadi di gunakan oleh suaminya Alesa tidur, sedangkan suaminya mulai menyuapkan makanan itu sedikit demi sedikit ke mulut Alesa dengan sabar dan telaten.
Alesa yang dapat suapan dari suaminya dan saat ini sedang mengunyah menatap mata suaminya begitu dalam, ia senang suaminya mau mengurusnya dari semalam hingga detik ini meski ia tidak tau suaminya ikhlas atau terpaksa karena ada sang ibu saat ini.
Namun Alesa tetap bersyukur setidaknya suaminya tetap mau mengurusnya meski memang terpaksa, Alesa yang terus menatap suaminya tak menyadari kalau makanan yang ada di piring sudah habis bahkan sedikitpun tak bersisa hanya tinggal tulang ayam.
"Lagi donk Mas kok berhenti nyuapinya" kata Alesa yang masih membuka mulutnya menunggu suaminya menyuapinya makanan lagi
"Ini makan" kata Mas Ilham menyodorkan tulang ayam ke dalam mulut Alesa
Alesa menyengir setelah tau makanan yang ada di piring itu ternyata sudah habis, sedangkan suaminya hanya geleng-geleng kepala melihat Alesa tak menyadari makanan sudah habis padahal makanan tadi begitu banyak tapi habis oleh Alesa tanpa sisa.
Suaminya senang melihat Alesa makan begitu lahap dan banyak, mungkin saja faktor habis melahirkan karena tenaga Alesa terkuras berjuang melahirkan semalam apalagi Alesa sekarang tengah menyusui pasti bawaan lapar terus.
Selesai menyuapi Alesa makan dan Alesa juga kini beristirahat, suaminya melangkahkan kaki keluar sebentar hendak menemui Bu Bidan ingin bertanya kapan Alesa boleh pulang bersama bayi mereka.
__ADS_1
Setelah berbincang panjang lebar dengan Bu Bidan dan membayar biaya persalinan Alesa kini Alesa dan bayi mereka sudah boleh pulang, suaminya kembali ke ruangan dimana Alesa berada dan mereka pun mulai beres-beres ingin segera pulang.
Suaminya juga sudah menghubungi tetangga mereka yang semalam mengantar mereka ke Puskesdes, minta tolong jemput dan untung tetangga mereka mau menjemput mereka yang sudah siap pulang.
Alesa dan suaminya serta sang ibu mulai melangkahkan kaki keluar dari Puskesdes, suaminya membantu menuntun Alesa yang masih sakit jika berjalan terlalu jauh sedangkan sang ibu mengendong bayi mereka.
Setelah Alesa dan sang ibu masuk ke dalam mobil, suaminya mengambil tas yang berisi keperluan bayi dan keperluan Alesa yang di bawa mereka semalam sekalian suaminya mengambil plasenta serta kain jarit yang kotor bekas darah persalinan Alesa yang sudah di masukan kedalam plastik berwarna hitam.
Kini mobil pun mulai melaju meninggalkan Puskesdes dan menuju ke ruko tempat tinggal Alesa dan suaminya sekarang, hanya berapa belas menit mereka sudah tiba di depan ruko milik suaminya Alesa dan segera turun dari mobil.
"Terima kasih Mang, itu di ambil" kata Mas Ilham kepada tetangga mereka itu sembari keluar dari mobil dan meletakkan uang berwarna biru di atas kursi sebelah kursi pengemudi tempat ia duduk tadi
"Ya ampun, saya tu ikhlas nolong kalian. Kita kan tetangga" kata Tetangga mereka kembali menolak uang dari suaminya Alesa namun suaminya Alesa sudah menutup pintu
Suaminya Alesa dari luar mobil hanya tersenyum, kemudian membantu Alesa untuk masuk ke dalam ruko miliknya setelah tadi membuka ruko terlebih dahulu agar ibu mertuanya yang tengah mengendong bayi mereka masuk duluan.
Sang ibu rupanya sudah mempersiapkan kasur lantai untuk Alesa beristirahat di samping bayi mereka yang sudah di letakkan sang ibu ke dalam kasur bayi yang tertutup kelambu, Alesa langsung duduk bersandaran di dinding mengistirahatkan tubuhnya.
"Bu, Ilham mau bersihin ini dulu sekalian mau mengubur plasenta di belakang ruko. Entar kalau ada yang mau beli bilang saja warung sedang tutup, Ibu fokus jaga Alesa dengan bayi saja dulu tapi kalau ada tetangga mau lihat gak apa-apa di izini masuk" kata Mas Ilham sembari menenteng plastik berwarna hitam yang berisi plasenta dan jarit bekas darah
__ADS_1
"Iya, nak Ilham. Lebih cepat lebih baik plasentanya di kubur" jawab Ibunya Alesa
Suaminya pun melangkahkan kaki keluar dari ruko miliknya hendak membersihkan semua yang ada di dalam plastik berwarna hitam itu, sedangkan sang ibu kini mulai sibuk memarut kunyit untuk di lumurkan di kening Alesa sekalian membuatkan Alesa jamu kunyit asam untuk di minum Alesa karena itu sangat bagus untuk yang baru melahirkan.