
"Alesa jaga warung sana, aku mau tidur siang" kata Mas Ilham tanpa menunggu jawaban dari Alesa langsung masuk kamar
Alesa yang masih dongkol dengan suaminya hanya bisa menggerutu dalam hati dengan apa yang suaminya perintahkan barusan, namun karena tak ada pilihan ia pun tetap melangkahkan kaki ke depan hendak menjaga warung milik suaminya.
Baru saja hendak duduk di kursi Alesa di kejutkan dengan Azzam yang tiba-tiba memeluk kedua kakinya dari belakang, Alesa pun mengurungkan niatnya untuk duduk di kursi dan memilih duduk di lantai bermain dengan Azzam yang baru bangun dari tidur.
"Bun, na yah?" tanya Azzam kepada Alesa sembari menoleh kesana kemari mencari sosok ayahnya
"Ayah tidur di kamar" jawab Alesa sembari membantu Azzam menyusun puzzle yang akan di bangun menjadi bangunan tinggi
"Hemm, jam au yah" kata Azzam mulai merengek ingin bermain di temani ayahnya
"Azzam tatap mata Bunda, Ayah lagi tidur jadi untuk saat ini Azzam main dengan Bunda dulu. OKE" kata Alesa sembari mengatup pipi Azzam dan menatap kedua bola mata Azzam
Azzam pun akhirnya menganggukkan kepala paham maksud Alesa, dan kini Alesa bersama Azzam melanjutkan acara main mereka yang tengah menyusun puzzle sampai menjulang tinggi seperti bangunan sebuah perusahaan.
Alesa bertepuk tangan setelah bangunan yang mereka buat telah selesai, dan Azzam juga ikut-ikutan bertepuk tangan sampai melompat-lompat saking senang melihat hasil susunannya jadi seperti itu lalu Alesa mencium kedua pipi Azzam saking gemasnya.
"Alesa, bisa gak mainnya gak usah berisik. Ganggu aku tidur aja" tegur Mas Ilham yang sudah berada di dekat Alesa sembari kedua mata masih menyipit karena masih mengantuk
Alesa yang di tegur suaminya hanya diam sembari menatap suaminya dengan tatapan tak suka hanya karena ia dengan Azzam sedikit ribut di bilang sudah menganggu, tentu membuat rasa dongkol di hati Alesa semakin besar bahkan Alesa memaju-maju kan bibirnya meniru gaya bicara suaminya barusan.
"Yah, cini" kata Azzam mendekati ayahnya lalu menarik kaos baju milik ayahnya ingin mengajak bermain
__ADS_1
"Dengan Bunda aja, Ayah masih mau tidur" kata Mas Ilham sembari melepas genggaman jari jemari Azzam dari kaos baju yang di pakainya.
Setelah terlepas suaminya kembali melangkahkan kaki masuk kamar, namun setelah suaminya berada di dalam kamar Azzam langsung menangis karena ayahnya telah menolaknya mentah-mentah padahal dari tadi Azzam ingin sekali bermain dengan ayahnya.
Alesa yang tak tega segera membujuk Azzam namun bukannya makan bujukkan Azzam justru semakin memperkencang tangisnya, tetap keinginannya harus di turuti dan Alesa pun melangkahkan kakinya hendak menghampiri suaminya yang ada di dalam kamar namun pintu kamar terkunci dari dalam
Tok...tok...tok
"Mas, Azzam nangis. Mau main dengan Mas" kata Alesa setelah berapa kali mengetuk pintu namun masih juga tak ada jawaban dari dalam kamar
Karena tak berhasil membuat suaminya keluar, Azzam masih juga menangis bahkan melempar-lempar segala mainan yang ada di dekatnya sampai berserakan kemana-mana membuat Alesa jadi bingung dan memilih diam memandangi Azzam yang tengah tantrum.
Sedangkan di dalam kamar ternyata suaminya memilih melanjutkan tidur sembari mendengar musik, sehingga kedua telinganya di sumpalnya dengan headset yang terhubung dengan gawainya makanya suaminya tak mendengar tangisan Azzam dan ketukan pintu.
"Mau main lagi gak sama Bunda?" tanya Alesa sembari mengelus pucuk kepala Azzam dengan lembut dan penuh kasih sayang
Azzam menoleh ke arah Alesa kemudian menggelengkan kepalanya yang artinya sudah tak berminat untuk bermain lagi, Alesa pun tersenyum kemudian mengambil keranjang dan memasukan satu persatu mainan Azzam ke dalam keranjang tersebut.
Setelah membereskan semua mainan Azzam, Alesa mengajak Azzam untuk bermain kejar-kejaran agar Azzam tak sedih lagi dan untungnya Azzam mau karena Azzam memang sangat senang jika bermain kejar-kejaran.
Lalu Alesa mulai berlari ke belakang nanti berlari ke depan, sedangkan di belakang Alesa ada Azzam yang mengejar sampai mereka kelelahan dan tertawa bersama saking senangnya kemudian terus mengulangi permainan mereka itu.
Bruk.....
__ADS_1
Alesa langsung diam mematung sembati menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat Azzam menabrak suaminya, namun bukan soal menabrak suaminya yang di lihay Alesa tapi benda yang terlepas dari tangan suaminya yang membuat Alesa terkejut.
"Azzam.... " bentak Mas Ilham ketika melihat gawainya kesayangan jatuh ke lantai
Azzam yang dapat bentakkan dari ayahnya kembali menangis dan bergemetar duduk di lantai sembari menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, Alesa pun langsung bergegas mendekati Azzam dan memeluk Azzam yang sedang ketakutan.
"Bisa gak sih, Mas. Gak usah ngebentak segala" kata Alesa menegur suaminya sembari memeluk erat tubuh Azzam yang bergemetar
"Lihat gara-gara kalian bermain lari-larian HP kesayanganku LCD nya jadi pecah, ini gak bisa di pakai lagi kalo sudah kayak gini" kata Mas Ilham sembari menarik jilbab Alesa memaksa untuk melihat gawainya yang sudah hancur itu
"Itu cuma HP Mas, masih bisa beli baru. Lihat Azzam nangis ketakutan karena bentakkan, Mas" kata Alesa semakin emosi dengan suaminya
"Apa katamu cuma HP, HP ini hasil keringatku waktu pertama kali bisa menghasilkan uang. Terus apa tadi bisa beli baru, HP ini sudah gak ada di dunia ini karena HP lama dan memang uang dari mana buat beli HP. HAH" kata Mas Ilham yang jadi emosi atas perkataan Alesa barusan sembari mencengkeram erat pundak Alesa
Alesa pun terdiam dan hanya bisa mengigit bibir bawahnya menahan sakit atas cengkeram dari suaminya, bahkan Azzam yang menangis semakin kencang dan tubuhnya masih juga bergemetar suaminya tak peduli sama sekali.
Lama suaminya mencengkeram bahu Alesa hingga akhirnya membuat Alesa menjatuhkan air matanya karena sudah sangat kesakitan, masih juga suaminya tak peduli lalu suaminya melepaskan cengkeraman itu dan menarik jilbab Alesa membuat Alesa mendongakkan kepala
"Kamu carikan uang buat aku beli HP baru, kalau bisa beliin aku HP yang ada gambar apelnya" kata Mas Ilham seperti mengejek Alesa sembari menampakkan seringai di wajahnya
"Ohh aku lupa, kamu kan gak bisa menghasilkan uang. Hanya numpang hidup dengan aku, jadi mana mungkin ada uang" kata Mas Ilham lagi
Alesa tak bergeming namun air matanya terus mengalir membasahi kedua pipinya, karena rasa sakit di bahunya belum hilang sudah merasakan sakit di lehernya karena jilbabnya yang di tarik suaminya membuat lehernya lecet akibat peniti yang ada di jilbabnya itu mengenai lehernya.
__ADS_1
"Nangis aja yang kamu bisa, tenangkan Azzam sekarang sampai dia gak nangis lagi. Aku pusinh denger dia nangis terus, anak laki-laki kok cengeng" kata Mas Ilham kemudian mendorong kepala Alesa dan melangkahkan kaki memilih keluar dari ruko miliknya