
Tiba di rumah kerabat suaminya yang sebelah bapak mertuanya itu, para kerabat suaminya ternyata sangat baik bahkan begitu mengayomi kedatangan mereka namun Alesa sedikit minder karena sepertinya kerabat suaminya ini orang kaya.
Terlihat dari bangunan rumah yang dua tingkat dan megah, belum lagi pakaian yang para kerabat suaminya pakai meski Alesa kalangan orang sederhana tapi ia tau soal barang-barang mahal maka dari situ Alesa cukup melihat sekilas sudah tau.
"Ayo, di makan gak usah malu" kata Salah satu kerabat suaminya
"Iya-iya Bu de" kata Mas Ilham malu-malu mengambil beberapa makanan
Dan untungnya kerabat suaminya ini meski orang kaya tak ada satu pun yang angkuh atau yang menyombongkan diri di depan Alesa dan yang lain, sangat berbeda dengan para kerabat suaminya yang sebelah ibu mertuanya rata-rata angkuh semua termasuk kakak iparnya.
Memang bisa di lihat soal keangkuhan para kerabat suaminya sebelah ibu mertuanya, menurun dari sifat ibu mertuanya berbeda dengan bapak mertuanya yang cuek dan tak peduli hal sekitar tapi tak ada menampakkan bahwa bapak mertuanya itu angkuh.
Para kerabat suaminya pun terus berbincang-bincang hangat mengisi keheningan yang ada di ruangan tersebut, sesekali mereka juga bertanya dengan Alesa tentang orang mana dan ketemu suaminya dimana tentu di jawab Alesa apa adanya.
"Bun, au tu" kata Azzam menunjuk toples yang berisi kerupuk
"Azzam mau kerupuk?" tanya Alesa sembari menatap kedua bola mata Azzam
Azzam langsung menganggukkan kepalanya, lalu Alesa segera mengambilkan kerupuk yang di maksud Azzam barusan yang berukuran sedang kemudian di berikannya dengan Azzam satu kerupuk ukuran sedang itu dan di ambil Azzam dengan sangat antusias.
Setelah puas berbincang dan berkunjung di rumah kerabat suaminya, Alesa dan yang lain pamit undur diri hendak pulang ke rumah mertuanya apalagi hari juga sudah mulai sore lalu mereka beranjak dan melangkahkan kaki keluar rumah.
Tiba di mobil mereka semua masuk ke dalam sesuai dengan tempat duduk seperti saat mereka hendak pergi tadi, setelah semua sudah berada di mobil dan mobil pun mulai di lajukan oleh suami kakak iparnya dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman kerabat suaminya itu.
__ADS_1
Setengah jam kemudian mobil yang di kemudi oleh suami kakak iparnya telah berhenti di halaman rumah mertuanya, Alesa dan yang lain segera turun dari mobil kemudian melangkahkan kaki hendak masuk ke dalam rumah.
Bertepatan melangkah masuk rumah, adzan ashar berkumandang suaminya langsung pamit dengan Alesa hendak pergi ke masjid bersama dengan bapak mertuanya dan suami kakak iparnya sedangkan yang wanita memilih sholat di rumah.
Setelah bergantian masuk kamar mandi, kini giliran Alesa yang ke kamar mandi setelah itu Alesa kembali ke kamar suaminya bersama Azzam dan tak lupa ia mengunci kamar suaminya dari dalam karena tak mau kejadian waktu itu terulang lagi.
Alesa segera memakai mukena dan membentangkan sajadah, kemudian ia mulai mengerjakan sholat ashar empat raka'at dengan khusyuk dan selesai sholat Alesa menyempatkan diri untuk membaca al-quran miliknya.
"Alesa...." panggil Ibu mertuanya Alesa di depan pintu kamar sembari mengetuk pintu perlahan
Alesa yang kebetulan sudah selesai membaca al-quran segera berdiri, lalu meletakkan kembali al-quran miliknya di atas meja dan merapikan alat sholat yang barusan ia pakai kemudian ia mendekati pintu kamar dan membukakannya.
"Iya bu, ada apa?" tanya Alesa setelah pintu sudah terbuka dengan lebar
"Nanti panaskan lauk pauk yang dari Bu de-nya Ilham tadi" kata Ibu mertuanya kemudian berlalu begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Alesa
Alesa segera keluar dari kamar suaminya sembari mengandeng jari jemari mungil milik Azzam dan bertepatan dengan suaminya pulang, Alesa pun menitipkan dengan suaminya sebentar karena ia harus segera mengerjakan apa yang tadi di perintahkan oleh ibu mertuanya.
Dengan cekatan Alesa mulai menghidupkan kompor gas lalu meletakkan kuali di atas kompor yang apinya telah menyala, kemudian membuka satu persatu bungkusan yang berisi lauk pauk dari kerabat suaminya tadi dan mulai di panaskannya.
Selesai semua acara memanaskan lauk pauk, Alesa beralih ke beras ingin memasak nasi dan setelah beras di cucinya dengan bersih segera di masukan Alesa ke dalam rice cooker dan di colokannya di aliran listrik tak lupa di pencetnya tombol cook.
"Azzam sini sayang, mandi dulu udah sore" kata Alesa setelah semua pekerjaan telah selesai, ia hendak memandikan Azzam mumpung kamar mandi tak ada yang mengunakan
__ADS_1
Azzam dengan pintar menghampiri Alesa yang ada di ambang pintu kamar suaminya, Alesa segera melepas pakaian yang melekat di tubuh Azzam lalu ia mengendong Azzam ke kamar mandi sembari membawa handuk dan alat mandi milik Azzam.
Seperti biasa lima belas menit Alesa memandikan Azzam, kemudian Alesa kembali mengendong Azzam yang berbalut dengan handuk ke kamar suaminya lalu Alesa memoleskan minyak telon dan bedak ke tubuh Azzam.
"Udah selesai, ayo kita hampiri Ayah di luar" kata Alesa kembali mengendong Azzam menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa ruang keluarga
"Mas, titip Azzam lagi. Aku mau mandi" kata Alesa sembari meletakkan Azzam di pangkuan suaminya
"Iya" jawab Mas Ilham singkat
Alesa kembali ke kamar suaminya mengambil handuk dan daster lengan panjang serta jilbab instan, setiap selesai mandi Alesa selalu memakai semua itu langsung di kamar mandi soalnya di rumah mertuanya ada suami kakak iparnya yang bukan muhrim dengannya.
Jadi ia gak mau sampai auratnya terlihat laki-laki yang bukan muhrim, makanya itu Alesa senantiasa membawa daster lengan panjang serta jilbab instan ke kamar mandi biar keluar dari kamar mandi ia sudah memakai pakaian lengkap.
Hanya berapa menit Alesa telah selesai mandi bahkan kini sudah keluar dari kamar mandi dan kembali menghampiri Azzam yang tengah bermain dengan anak bungsu kakak iparnya, tentunya dengan pengawasan suaminya.
Alesa duduk di sofa ruang keluarga bergantian dengan suaminya menjaga Azzam karena suaminya juga ingin mandi karena setengah jam lagi adzan magrib, tentu suaminya harus ke masjid tak mau sampai terlewatkan untuk sholat berjamaah di masjid.
Cukup lama Alesa duduk memperhatikan Azzam dan anak bungsu kakak iparnya bermain, Alesa pun berniat mengambilkan makanan untuk Azzam mumpung Azzam sedang sibuk bermain jadi lebih mudah untuk Alesa tinggal sebentar hanya ke dapur juga.
"Alesa, kamu mau kemana?" tanya Kakak iparnya saat melihat Alesa yang beranjak
"Ke dapur, mau ngambil makanan buat Azzam" kata Alesa menoleh sekilas kemudian melanjutkan langkah kakinya
__ADS_1
"Sekalian ambilkan buat Salsa" teriak Kakak iparnya karena Alesa sudah sedikit menjauh
Alesa tak menyahut, namun tetap mengerjakan apa yang di minta kakak iparnya karena ia juga mumpung di dapur dan sekalian mengambilkan makanan untuk Azzam tentu karena ia malas berdebat untuk saat ini.