
"Ohh darah itu, tadi pas ngerapiin barang-barang tanganku memang tergores sedikit jadi berdarah itu sebabnya ada darah" kata Alesa berusaha meyakinkan suaminya
"Ohh ya sudah, sana jemput Azzam sebentar lagi pasti selesai belajar mengajinya" kata Mas Ilham kemudian berlalu dari hadapan Alesa
"Iya" jawab Alesa sembari mengelus dada beruntung ia bisa secepatnya memikirkan jawaban tadi kalau tidak bisa ketahuan rahasia apa yang saat ini ia sembunyikan
Alesa yang telah selesai melipat semua pakaian dan di susunnya di dalam lemari pakaian, segera bergegas merapikan penampilan karena ingin keluar sebentar menjemput Azzam di masjid seberang.
Setelah itu Alesa pamit dengan suaminya sembari melangkahkan kaki keluar dari ruko, Alesa yang terus melangkah bahkan sudah menyeberang jalan tak sadar jika ia sudah tiba di masjid dimana Azzam belajar mengaji.
Alesa memikirkan soal rahasia yang di simpannya dengan sangat rapat ini, karena ia takut akan ketahuan oleh suaminya bukankah ada pepatah sepintar-pintar kita menyimpan bangkai pasti lambat laun akan tercium.
Apalagi saat ini ia lupa dimana meletakan kertas hasil penyakitnya itu, membuatnya semakin khawatir saja dan ia pun terus berusaha mengingat dimana terakhir kali ia meletakkan kertas hasil penyakitnya itu.
"Bun, Bunda...." panggil Azzam sembari menarik gamis yang melekat di tubuh Alesa
Alesa yang kaget langsung menoleh ke belakang, ia benar-benar tak sadar jika Azzam sudah keluar dari masjid bahkan para orang tua pada menatapnya dengan heran karena dari awal datang di tegur sapa ia tak membalas teguran orang-orang.
Justru Alesa sibuk bergumam sendiri seperti orang sedang ke bingunggan, Alesa pun berusaha tersenyum ramah pada para orang tua yang menatapnya dengan raut wajah keheranan lalu Alesa segera mengajak Azzam untuk segera pulang.
"Bunda kok sering banget melamun" kata Azzam di saat mereka sudah sedikit menjauh dari masjid
__ADS_1
"Gak apa-apa kok, Bunda tadi hanya kepikiran dengan nenek kakek Azzam" kata Alesa mencari alasan yang masuk akal
"Ohh gitu, Azzam jadi kangen dengan nenek sama kakek" kata Azzam sembari mendongakkan kepala menatap Alesa
"Nanti kita video call nenek kalau Azzam memang kangen" kata Alesa sembari tersenyum
Hingga tak terasa Alesa dan Azzam pun hampir sama di ruko, mereka segera melangkahkan kaki ingin menyeberang jalan yang ke betulan sepi kendaraan berlalu lalang.
Setelah masuk ke dalam ruko Alesa pun menempati janjinya yang hendak video call bersama kedua orang tuanya, namun sayang nomor telepon orang tuanya tak aktif jadi tak bisa mereka melakukan video call.
Azzam yang mengerti tak mempermasalahkan hal itu dan Alesa pun pamit sejenak dengan Azzam ingin mandi sore, kebetulan Alesa memang belum mandi karena habis sholat tadi ada kerjaan.
Hanya berapa menit Alesa sudah selesai mandi dan bahkan sekarang sudah memakai pakaian lengkap, Alesa duduk santai menemani Azzam yang asyik menonton film si kembar yang dari malaysia itu.
.
.
Dan syukurnya kali ini nomor telepon orang tuanya aktif, cukup lama menunggu akhirnya sambungan telepon pun terhubung dan Azzam tentu sangat bahagia saat melihat wajah nenek sama kakeknya di layar gawai itu.
"Assalamualaikum, nenek kakek" kata Azzam sembari melambaikan tangan
__ADS_1
"Walaikumsalam, masyaallah cucu nenek kakek udah makin pinter dan makin ganteng aja" kata Ibunya Alesa sembari menyunggingkan senyuman
"Apa kabar nenek sama kakek?" tanya Azzam yang begitu semangat
"Nenek sama kakek sehat, Azzam dengan Bunda dan Ayah gimana kabarnya?" kata Ibunya Alesa yang ingin mendengar kabar anaknya karena ia merasa sudah berapa hari ini kepikiran terus dengan anak bungsunya itu
"Kami sehat nek, ini Bunda lagi di samping Azzam" kata Azzam sembari memperlihatkan Alesa sekilas
"Kok Bunda makin kurus zam, sekarang" kata Ibunya Alesa yang begitu prihatin melihat anak bungsunya itu dan yang ia tau penyebab anak bungsunya sekarang kurus karena kurang tidur soalnya kena gangguan tidur namun sedetailnya kurang tau
Cukup lama berbincang-bincang akhirnya sambungan telepon pun berakhir karena Azzam sudah mulai mengantuk, setelah itu Alesa pun menidurkan Azzam di depan TV yang memang tersedia kasur lantai.
Dan suaminya juga mulai menutup pintu rolling door karena jalanan sudah tampak sangat sepi, selesai menutup pintu suaminya langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengajak Alesa karena Alesa memang masih sibuk menonton TV.
Alesa yang begitu keasyikan menonton TV tak menyadari bahwa malam sudah semakin larut, bahkan terlihat di dinding waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari dan kebetulan suaminya yang kehausan terbangun dati tidur dan baru menyadari bahwa Alesa belum masuk kamar.
Suaminya pun segera turun dari ranjang dan melangkahkan kaki keluar dari kamar, saat pintu terbuka dan masih terdengar suara TV yang menyala suaminya pun bisa melihat dengan jelas bahwa Alesa masih duduk menonton TV.
"Kamu itu udah tau sering sakit, masih juga sering begadang setiap malam" tegur Mas Ilham saat sudah berada di belakang Alesa
"Mas Ilham belum tidur?" tanya Alesa yang terkejut karena tiba-tiba sudah ada suaminya di belakangnya
__ADS_1
"Sudah tidur, tapi ke bangun karena haus. Masuk kamar sana cepat tidur, udah cukup begadangnya" kata Mas Ilham melangkahkan kaki kemudian mencabut colokkan TV dari listrik
Alesa yang tak bisa berbuat apa-apa mau tak mau menuruti perkataan suaminya, Alesa segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar lalu segera ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.