
Selesai sholat magrib Alesa segera menyiapkan makan malam untuk suaminya, setelah semua makanan terhidang di atas karpet dan ia juga sudah mengambilkan makanan untuk suaminya lalu Alesa pun pergi dari dapur sembari membawa piring yang berisi makanan untuk Azzam.
Selama suaminya makan, Alesa juga menyuapi Azzam di depan sembari menjaga warung milik suaminya itu dan syukurnya kali ini Azzam mau makan bahkan sangat lahap sampai semua makanan yang di ambil Alesa untuk Azzam tadi habis tak bersisa sedikit pun.
"Alhamdulilah" ucap Alesa setelah Azzam selesai minum air putih seperempat gelas
Tak berapa lama suaminya juga sudah selesai makan, Alesa pun beranjak lalu membawa Azzam ke dapur karena ia juga hendak makan dan tentunya sambilan menjaga Azzam soalnya ia tak mau untuk saat ini minta bantuan dengan suaminya untuk menjaga Azzam.
Alesa juga takut Azzam masih trauma atas tindakan suaminya siang tadi, meski sedikit kerepotan makan sembari menjaga Azzam tapi tak masalah bagi Alesa yang terpenting Azzam ada di sampingnya dan dalam pengawasannya saat ini.
Setelah makan Alesa tak bisa untuk langsung mencuci piring karena Azzam tak mau turun dari gendongannya, Alesa pun terpaksa hanya membereskan bekas makan mereka barusan lalu kembali ke ruang TV ingin menonton bersama Azzam yang sudah mengerti film kartun.
Tanpa terasa waktu terus berjalan dengan begitu cepat dan sekarang malam menunjukan pukul 08.20, suaminya pun terpaksa segera menutup warung miliknya yang sangat sepi serta tak ada satu pun orang yang belanja ketika menghitung pendapatan hanya dapat 300.000 hari ini.
Benar-benar turun dratis pendapatan suaminya biasa sehari bisa dapat 700.000 sampai 1.000.000 tapi mau bagaimana lagi, rezeki sudah di atur mungkin juga saat ini biduk rumah tangga Alesa dan suaminya tengah di uji soal ekonomi yang agak seret.
Alesa masih berbaring di samping Azzam yang saat ini tengah menyusu hingga akhirnya Azzam pun tertidur, Alesa bersyukur Azzam tidur cepat padahal tadi Alesa sudah takut Azzam akan mengajaknya begadang karena siang tadi kebanyakan tidur namun ternyata tak berpengaruh sama sekali.
Lalu Alesa beranjak sebentar dari tidurnya hendak mencuci piring kotor bekas mereka makan tadi, karena jika di kerjakan besok takut jadi menumpuk dan ia tak mau sampai pekerjaannya menumpuk belum lagi harus mengerjakan pekerjaan lain.
__ADS_1
Selesai mencuci piring Alesa kembali ke ruang TV lalu mendudukkan bokongnya di samping Azzam, Alesa menyempatkan diri memakai skincare yang setiap bulan di kirimi oleh adik iparnya dan Alesa selalu rutin memakai skincare itu selain memang suka dengan produk skincare itu juga sebagai bentuk ia menghargai adik iparnya.
"Alesa...." panggil Mas Ilham pelan sembari mendekati Alesa yang tengah memakai skincare kemudian suaminya mencium tengkuk leher Alesa
"Apaan sih, Mas. Geli tau" kata Alesa kesal lalu sedikit menjauh dari suaminya
"Aku mau minta hak-ku, udah lama aku gak minta. Apalagi kamu selalu menolak" kata Mas Ilham sembari menarik paksa tangan Alesa
Alesa memberontak namun karena tenaga suaminya lebih kuat, ia pun kalah bahkan sekarang suaminya mengendong tubuh kurus milik Alesa masuk ke dalam kamar dan Alesa yang sudah kalah mau tak mau hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Suaminya yang sudah di kuasai nafsu segera melepas paksa pakaian yang melekat di seluruh tubuh Alesa, sedangkan Alesa hanya diam karena benar-benar tak berniat melayani suaminya saat ini atau bisa jadi seterusnya karena ia sudah muak dengan suaminya.
Alesa yang dapat perlakuan seperti itu dari suaminya kembali meneteskan air mata, ia tak menyangka suaminya akan bermain dengan sangat kasar bahkan sesekali suaminya menjambak rambut Alesa agar Alesa menuruti setiap permainan yang di lakukan suaminya itu.
Setelah suaminya sampai puncak dan karena belum puas lagi-lagi suaminya memaksa Alesa untuk menyatuhkan milik mereka, padahal **** ********** Alesa sudah sangat perih ulah suaminya bermain kasar tapi karena tak bisa memberontak Alesa hanya bisa menangis menahan rasa sakit itu.
Setelah sampai puncak yang ke empat kali baru akhirnya suaminya berhenti bermain bahkan langsung terjatuh di samping Alesa dan tertidur dengan sangat pulas, sedangkan Alesa memilih keluar dari kamar sembari memunguti pakaiannya yang berceceran kemana-mana dan segera di pakainya.
Tiba di ruang TV Alesa menangis merenungi nasibnya yang seperti di jadikan suaminya sebagai pemuas nafsu dan hanya di jadi sebagai pembantu di kehidupan suaminya bukan layaknya seorang istri yang di bahagiakan atau di ratukan.
__ADS_1
Jangan kan hal seperti itu, hal sepele pun tak pernah suaminya lakukan seperti mengajaknya untuk jalan-jalan ke luar sehari atau berlibur agar ia tak begitu stres tapi itu hanya angan Alesa saja yang jelas semua itu takkan pernah terjadi sampai kapan pun.
Alesa pun segera berbaring di samping Azzam sembari menatap Azzam yang sedang tidur dengan begitu dalam, kemudian Alesa mencium pipi Azzam dan membelai lembut kepala Azzam karena Azzam lah yang bisa membuat Alesa jadi tenang dan damai.
Malam semakin larut waktu sudah menunjukan pukul 01.00 malam namun Alesa belum juga bisa memejamkan kedua kelopak matanya, bahkan rasa kantuk tak menyerangnya sama sekali apalagi pikiran Alesa saat ini berkelana kemana-mana.
Ketika melamun dan banyak pikiran tiba-tiba Alesa kembali menangis teringat kembali perlakuan suaminya yang selama ini suka kasar padanya, dari awal mereka menikah sampai detik ini semuanya berputar di pikiran Alesa seperti benang kusut.
"Sakit, Mas. Andai aku tau kamu orangnya temperamen, aku takkan mau menikah dengan mu" kata Alesa berbicara sendiri sembari memukul dadanya yang terasa sesak dan air matanya terus mengalir
"Ingin sekali aku pergi dari sini mengakhiri semuanya, tapi aku tak mau jadi aib kedua orang tuaku yang menjadi janda anak satu di usia masih muda" kata Alesa terus mengoceh sendiri
Namun ocehan Alesa ternyata membangunkan Azzam sehingga Azzam pun langsung beranjak saat melihat kedua bola mata Alesa basah, Azzam duduk di dekat Alesa sembari menghapus air mata Alesa yang terus mengalir lalu Azzam memeluk Alesa seperti sedang menguatkan Alesa.
"Terima kasih, sayang. Kamu adalah kekuatan Bunda" kata Alesa membalas pelukan Azzam dengan sangat erat
"Bun, ngan gis gi" kata Azzam sembari mengecup kedua pipi milik Alesa yang semakin tirus itu
"Iya sayang, Bunda gak nangis lagi kok" kata Alesa menghapus sisa air matanya lalu menyunggingkan senyuman
__ADS_1