
Prangg......
Piring kaca yang baru saja hendak di ambil Alesa dari rak piring terlepas dari tangannya sehingga jatuh dan pecah berhamburan di lantai, Alesa untung sempat menjauh jadi pecahan piring itu tak ada yang mengenai kakinya.
Namun Alesa yang merasakan pusing luar biasa di kepalanya terduduk di lantai dekat pecahan kaca sembari memegang kepala, suaminya yang kebetulan lagi di teras depan dan ketika mendengar bunyi piring pecah segera masuk ke dalam rumah menuju sumber suara.
"Ahh heran aku dengan kamu ni, semua kerjaan yang kamu kerjakan gak pernah becus. Jadi orang itu harus hati-hati, dasar bodoh" bentak Mas Ilham kepada Alesa sembari mendorong kepala Alesa
Alesa hanya diam membisu tak menjawab atau pun membela diri, ia yang merasa sangat lemas dan bahkan tak bisa berdiri hanya bisa mengigit bibir bawahnya menahan air mata yang lagi-lagi mengenang di kantong matanya.
"Cepat bereskan pecahan piring itu, minggir biar aku siapkan sendiri sarapanku" kata Mas Ilham sembari menyenggol tubuh Alesa ke samping dengan kakinya
"Aww" teriak Alesa ketika tersenggol kaki suaminya dan tangannya tak sengaja kena pecahan piring
"Makanya mata itu di gunakan untuk melihat, bukan cuma untuk mengeluarkan air mata" kata Mas Ilham tanpa bersalah sembari mengambil piring dan mewadahi mie yang di rebus Alesa tadi
Setelah mie itu sudah berpindah ke piring, suaminya langsung pergi meninggalkan Alesa begitu saja sembari membawa sepiring mie yang di rebus oleh Alesa tadi dan segera menyantap mie itu ketika sudah tiba di depan.
Alesa masih meringis kesakitan akibat tangannya terkena pecahan piring barusan, apalagi luka yang di akibat pecahan piring itu lumayan besar hingga darahnya tak henti-henti terus mengalir meski sudah Alesa tekan sekuat tenaganya agar darahnya berhenti mengalir.
Setelah agak mendingan Alesa segera mencuci darah yang ada di telapak tangannya di wastafel kemudian ia mengambil kotak P3K, lalu meneteskan obat merah ke telapak tangannya yang terluka setelah itu baru di tutupnya lukanya itu dengan plester.
Dan kini Alesa kembali melanjutkan pekerjaannya yang hendak membereskan bekas pecahan piring tadi, setelah semuanya beres Alesa melanjutkan memasak mie rebus untuk ia sarapan apalagi saat ini kepalanya masih terasa sangat pusing dan bahkan wajahnya terlihat sangat pucat.
__ADS_1
Mie rebus yang di masaknya pun mateng, buru-buru Alesa membumbui mie rebus itu dan di tambahkannya satu centong nasi kemudian segera di santapnya mie itu dengan lahap karena ia dari tadi sudah sangat kelaparan.
Selesai sarapan Alesa langsung mencuci piring kotor bekas ia makan dan piring kotor bekas suaminya makan mie barusan, tapi selama berdiri mencuci piring Alesa berapa kali berhenti dan duduk sejenak karena kepalanya masih terasa pusing.
Hari ini tubuh Alesa benar-benar tak bisa di ajak kompromi selain kepalanya sangat pusing dan ia juga merasa sangat lemas, ingin rasanya ia beristirahat di kamar namun seperti tak mungkin apalagi di lihatnya pekerjaan masih banyak bahkan memasak untuk makan siang nanti Alesa belum sama sekali.
Dan pastinya suaminya akan marah lagi jika ia tak menyelesaikan pekerjaannya, Alesa pun sekuat tenaga menahan sakit di kepalanya dan menguatkan tubuhnya yang terasa sangat lemas itu agar pekerjaannya cepat kelar tentu ia bisa istirahat.
.
.
Brukk
"Suara apa lagi itu" kata Mas Ilham yang lagi-lagi mendengar suara seperti barang jatuh dan segera beranjak dari duduknya
Suaminya melangkahkan kaki ke arah dapur, tiba di dapur ia terkejut bukan main melihat Alesa tergeletak tak sadarkan diri di depan kamar mandi dengan buru-buru ia mendekati Alesa dan memeriksa denyut nadi Alesa yang sangat lemah.
Suaminya pun segera mengendong tubuh Alesa yang semakin berat itu, di bawanya sampai masuk ke dalam kamar dan perlahan ia letakkan tubuh Alesa ke atas tempat tidur lalu ia mengambil minyak kayu putih yang ada di dalam laci lemari TV.
"Alesa, ayo bangun" kata Mas Ilham sembari meletakkan minyak kayu putih di lobang hidung Alesa dan sesekali menepuk pelan pipi Alesa
"Aduh gimana ini, kalau Alesa gak bangun-bangun nanti aku di kira yang membuatnya seperti ini" gumam Mas Ilham dalam hati agak gelisah
__ADS_1
30 menit berlalu Alesa pun akhirnya mulai mengerjapkan kedua kelopak matanya lalu perlahan-lahan kedua kelopak matanya terbuka, ia langsung bangun dari tidurnya dan beranjak duduk bersandaran di sandaran tempat tidur dengan di bantu oleh suaminya.
"Mas, aku kenapa?" tanya Alesa tak ingat kejadian tadi
"Kamu habis pingsan di depan kamar mandi" jawab Mas Ilham judes sembari menatap Alesa dengan tatapan kesal
"Maaf Mas, sudah merepotkan" kata Alesa yang kini ingat kejadian pagi tadi
"Istirahatlah untuk hari ini, setelah benar-benar sembuh baru kembali kerjakan pekerjaan rumah lagi" kata Mas Ilham kemudian pergi meninggalkan Alesa sendirian di dalam kamar
Suaminya terpaksa mengerjakan semua pekerjaan yang belum di kerjakan Alesa, dari menjemur pakaian yang sudah di cuci Alesa tadi kemudian di lanjutkannya membereskan ruko miliknya ini yang memang dulu ia sudah biasa mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Namun untuk masak karena ia tak mengerti apa-apa memilih untuk membeli nasi bungkus di warung makan yang ada di seberang warungnya, kini kebetulan sudah waktunya untuk makan siang dan suaminya terpaksa harus menyiapkan makan untuk Alesa.
Nasi bungkus yang di belinya tadi sudah berpindah ke piring dan di letakkannya di atas nampan bersamaan segelas air putih, lalu di bawanya makanan itu ke dalam kamar dan di taruhnya di atas meja yang ada di samping tempat tidur.
"Makanlah, biar cepat sembuh dan gak merepotkan orang" kata Mas Ilham kepada Alesa sebelum keluar dari kamar
"Terima kasih, Mas" kata Alesa sembari menyunggingkan senyumannya meski hanya sedikit karena ia senang suaminya masih ada hati nurani sehingga masih peduli dengannya
Alesa segera mengambil piring yang berisi makanan yang ada di atas meja itu, kemudian ia mulai menyantap makanan itu dengan lahap meski sebenarnya ia tak berselera untuk maka namun ia harus memaksanya agar ia bisa segera sembuh dan kasihan juga dengan bayi di dalam kandungan jika ia tak mau makan.
Selesai makan dan minum Alesa kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia baru ingat ia bisa jatuh sakit seperti ini akibat semalam tidur hanya mengunakan alas kardus di tambah semalam hujan sangat deras jadi udara terasa sangat dingin.
__ADS_1