Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 45


__ADS_3

Adzan magrib berkumandang


Suaminya tanpa pamit dengan Alesa langsung saja keluar dari ruko hendak pergi ke masjid, Alesa semakin heran melihat sikap suaminya yang begitu dingin dengannya seperti ada sesuatu sehingga membuat suaminya bersikap seperti itu padanya.


Alesa yang tak mau banyak bertanya hanya mengangkat kedua bahunya, terserah suaminya mau bersikap seperti apa kepadanya dan ia pun memilih untuk mengambil air wudhu ingin segera menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA mengadukan keluh kesah tentang kehidupannya.


Selesai Alesa sholat dan bertepatan bunyi rolling door di buka oleh suaminya, tanpa mengucap salam suaminya langsung masuk dan melangkahkan kaki ke arah kamar mengganti baju koko serta sarung dengan baju kaos oblong serta celana pendek.


Lagi-lagi membuat Alesa mengerutkan keningnya melihat suaminya masuk ruko tanpa mengucapkan salam, namun ia masih memilih diam dan tak mau bertanya dulu karena waktunya belum tepat kemudian Alesa melangkahkan kaki ke dapur hendak menyiapkan makan malam untuk suaminya.


"Mas, makan malam udah siap" kata Alesa berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi yang ada di warung


Tanpa menjawab suaminya langsung beranjak dan berjalan melewati Alesa begitu saja, membuat Alesa semakin bertanya-tanya salah apa ia sampai di diami suaminya seperti itu dan Alesa pun segera duduk di lantai warung sembari meletakkan bayi Azzam di kasur.


Selama suaminya makan sendirian, Alesa bermain dengan bayi Azzam sambil menjaga warung yang kebetulan sesekali ada yang belanja di warung milik suaminya itu dan tak lama kemudian suaminya telah selesai makan kini giliran Alesa tapi tetap sembari menjaga bayi Azzam.


Setelah makan dan bayi Azzam masih ada di dekat Alesa, Alesa menyempatkan diri membereskan bekas makan mereka barusan sekalian mencuci beberapa piring-piring kotor yang tertumpuk di wastafel agar sedikit mengurangi pekerjaannya besok.

__ADS_1


Waktu terus berjalan selesai sholat isya' Alesa memilih menonton TV dimana bayi Azzam di sampingnya dan baru tidur setelah selesai menyusu dengannya tadi, Alesa yang duduk di ruang TV sesekali menoleh ke arah suaminya yang sibuk melayani para pembeli.


Sungguh berbeda biasanya suaminya sangat ramah namun kali ini suaminya seperti tak semangat melayani para pembeli, bahkan terdengar datar suara ucapan terima kasih suaminya kepada para pembeli.


Kini jam dinding menunjukan pukul 08.00 malam, suaminya pun segera beranjak dari warung miliknya dan melangkahkan kaki ke arah depan hendak menutup warung karena jalan juga sudah terlihat sangat sepi.


"Mas...." panggil Alesa saat melihat suaminya hendak masuk kamar


"Hemm" jawab Mas Ilham hanya deheman kemudian menoleh ke arah Alesa


"Mas, kenapa sih dari tadi diam aja? Apa aku punya salah?" tanya Alesa akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang dari tadi menganggu pikirannya


Alesa tentu semakin bingung apa kesalahannya, karena selama ini ia tak pernah membuat salah bahkan sebisa mungkin ia menjadi istri yang baik dengan sepenuh hati melayani semua kebutuhan suaminya serta mengerjakan pekerjaan dan mengurus bayi Azzam.


Karena tak tau lagi harus bagaimana Alesa memilih segera berbaring di samping bayi Azzam dan mematikan TV yang sempat menyala, Alesa berbaring menghadap bayi Azzam yang tengah tertidur pulas sambil menatap bayi Azzam Alesa terus berpikir apa kesalahan yang telah ia perbuat sehingga suaminya mendiaminya seperti itu.


Pikirannya jadi semakin kacau malam ini, bahkan berapa kali Alesa memiringkan tubuhnya ke kanan ke kiri tapi kedua kelopak matanya masih tak mau terpejam dan sesekali juga Alesa duduk sembari menopang dagunya dengan kedua lututnya terus berpikir sampai kepalanya terasa pusing.

__ADS_1


Alesa melihat ke arah jam dinding yang tertempel di dinding yang menunjukan pukul 11.00 malam, Alesa baru sadar bahwa malam sudah semakin larut namun ia masih belum merasakan kantuk sama sekali kemudian Alesa memilih beranjak dari duduknya.


Ia mencoba mendekati pintu kamar lalu di tekannya handle pintu kamar itu yang ternyata tidak terkunci, Alesa membuka pintu kamar dan melihat suaminya yang sudah tertidur sangat pulas bahkan terdengar dengkuran halus dari mulut suaminya.


"Meski kamu selalu memarahiku tapi di hatiku tetap ada cinta yang sangat besar untukmu, Mas" kata Alesa yang sudah duduk di tepi ranjang sembari menatap wajah suaminya dengan begitu dalam


"Aku berharap kamu kembali seperti Mas Ilham yang aku kenal pertama kali, dan semoga rumah tangga kita tetap baik-baik saja sampai ajal yang memisahkan kita" kata Alesa lagi sembari mengelus wajah suaminya lalu di ciumnya dan ia pun beranjak keluar dari kamar tersebut


Kamar yang menjadi saksi bagaimana mereka ketika bercinta dan menghasilkan buah hati yang sangat tampan seperti bayi Azzam, namun kini kamar itu sudah tak pernah lagi Alesa tempati semenjak bayi Azzam lahir karena ia lebih memilih untuk tidur di ruang TV selain lebih leluasa bayi Azzam juga akan tetap aman.


Alesa kembali berbaring di samping bayi Azzam, kemudian mulai memejamkan kedua kelopak matanya hingga akhirnya ia bisa tidur juga setelah dari kamar melihat suaminya tadi bahkan Alesa sudah masuk ke alam mimpi seperti para manusia lainnya yang tengah malam sudah pada nyenyak tidurnya.


Saat sudah tidur sangat nyenyak Alesa merasa ada yang menggapai wajah sehingga membuat ia terbangun, Alesa perlahan membuka kedua kelopak matanya yang terasa sangat berat karena merasa seperti baru saja tidur namun sudah terganggu oleh seseorang yang ternyata bayi Azzam.


Pasti bayi Azzam membangunkannya karena minta di susui, Alesa pun segera menggeserkan tubuhnya lebih mendekat ke arah bayi Azzam dan mulai menyusui bayi Azzam dengan posisi berbaring yang tentunya kedua kelopak matanya sesekali terpejam karena masih sangat mengantuk.


Entah apa yang terjadi Alesa pun kembali tertidur saat lagi menyusui bayi Azzam dan syukurnya bayi Azzam juga ikut kembali tidur setelah puas menyusu dengan Alesa, tanpa terasa kini terdengar ayam jago milik para tetangga mulai berkokok dan kemudian adzan subuh berkumandang.

__ADS_1


Alesa segera membuka kedua kelopak matanya saat mendengar suara adzan subuh berkumandang, namun saat hendak beranjak Alesa merasa kepala sangat berat akibat semalam ia tidur terlalu malam dan belum lagi ia kebangun karena bayi Azzam minta di susui.


Tapi Alesa tetap memaksakan diri untuk segera beranjak dan hendak mengambil air wudhu ingin menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA, namun melangkahkan kaki dan sampai di depan kamar mandi ternyata ada suaminya di dalam kamar mandi yang tengah mengambil air wudhu.


__ADS_2