Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 40


__ADS_3

Tengah malam seperti biasa bayi Azzam bangun dan menangis mungkin saja karena kelaparan, Alesa pun terbangun ketika mendengar suara tangis bayi Azzam yang ada di sampingnya dan segera ia menyusui bayi Azzam dalam posisi berbaring.


Sudah satu jam bayi Azzam menyusu bahkan kedua kelopak mata Alesa sesekali masih terpejam karena ia sangat mengantuk, namun selesai menyusu tumben-tumben bayi Azzam tak mau kembali tidur dan justru seperti hendak mengajak Alesa bermain.


Alesa tak bisa untuk bermain dengan bayi Azzam saat ini, apalagi ia benar-benar sangat ngantuk dan sangat kelelahan karena siang tadi tak ada sedikit pun waktu untuk istirahat meski bayi Azzam sibuk ingin menggapai wajah Alesa tapi Alesa tak merespon.


Bahkan Alesa kembali memejamkan kedua kelopak matanya yang terasa sangat berat itu, namun justru bayi Azzam menangis seperti tau bahwa ia di abaikan begitu saja dan Alesa yang baru saja memejamkan kedua kelopak matanya terpaksa membuka kembali.


"Tidur yuk, jagoan Bunda. Bunda ngantuk banget" kata Alesa sembari menatap kedua bola mata bayi Azzam dengan mata yang terasa berat


Bayi Azzam bergumam sembari kembali menggapai wajah Alesa, Alesa yang tak bisa mengabaikan bayi Azzam mau tak mau membuka kedua kelopak matanya dengan sempurna dan bahkan seketika rasa kantuk yang tadi ia rasakan hilang begitu saja.


Alesa menemani bayi Azzam yang sedang bermain dengan jari jemari mungilnya sendiri dan di emutnya seperti empeng saja, Alesa bahkan mengembangkan senyumannya ketika mendengar ocehan yang keluar dari mulut bayi Azzam.


Waktu terus berjalan Alesa kembali merasa mengantuk apalagi ia menemani bayi Azzam sudah hampir dua jam namun bayi Azzam justru sampai saat ini belum juga mau tidur, dengan lincah bayi Azzam menggoyangkan kakinya sembari memegang mainan kerincingan yang tak mau di lepaskannya dari tadi.


Sampai akhirnya Alesa pun memutuskan mengendong bayi Azzam agar bayi Azzam mau tidur, apalagi sepertinya hanya beberapa jam lagi akan adzan subuh sedangkan Alesa belum tidur dari tadi dan ia tak mau sampai nanti mengantuk akibat tak tidur semalaman.

__ADS_1


Dan syukurnya selang berapa menit bayi Azzam akhirnya tertidur, Alesa segera meletakkan kembali bayi Azzam ke kasur bayi kemudian Alesa juga ikut berbaring dan tak butuh waktu lama ia pun ikut menyusul bayi Azzam tertidur dengan sangat pulas.


Adzan subuh berkumandang suaminya langsung bangun ketika mendengar adzan begitu juga ibu mertuanya namun tidak dengan Alesa karena ia baru tidur jadi tak mendengar adzan sama sekali, seperti biasa suaminya dan ibu mertuanya akan sholat berjamaah di masjid namun mereka lupa membangunkan Alesa karena biasanya Alesa bangun sendiri.


Hingga sampai suaminya dan ibu mertuanya selesai sholat dan telah kembali ke ruko, tapi Alesa masih tertidur dan suaminya pikir Alesa mungkin sudah sholat dan tidur lagi jadi tak berniat ia menganggu tidur Alesa apalagi terlihat sangat pulas.


Ibu mertuanya yang sudah tak merasa mengantuk memilih untuk duduk di ruang TV dimana jadi tempat tidur Alesa dengan suaminya serta bayi Azzam, ibu mertuanya menyalakan TV dengan suara sangat keras membuat Alesa akhirnya terbangun.


Alesa mengucek kedua kelopak matanya sembari beranjak duduk, nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul ia bergeser mencari sandaran kemudian ia menoleh ke arah dinding dan melihat jam dinding yang ternyata sudah menunjukan pukul 05.45 pagi.


"Astagfirullah, aku kesiangan" kata Alesa langsung berdiri dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu


Sedangkan ia harus segera mengerjakan pekerjaan rumah mumpung bayi Azzam belum bangun, belum lagi ia belum masak untuk sarapan pagi yang seperti tak sempat karena waktu benar-benar mepet.


"Sholat apa pukul 06.00 pagi" kata Ibu mertuanya Alesa sembari tersenyum mengejek


"Ibu dengan Mas Ilham juga kenapa gak bangunin aku subuh tadi" kata Alesa justru kesal kepada suaminya dan ibu mertuanya

__ADS_1


"Makanya sebelum tidur itu baca doa, biar pas adzan subuh kedengaran. Itu telinga kamu mungkin di tutup syaitan makanya budek gak denger adzan yang deket sinilah" kata Ibu mertuanya Alesa judes


Alesa memilih diam dan segera meletakkan mukena serta sajadah di tempat biasanya, kemudian ia memutuskan untuk segera ke dapur ingin melihat bahan-bahan di dalam kulkas yang muda, praktis dan cepat di olah karena takut keburu nenek lampir dengan anaknya merengek minta sarapan.


Jika Alesa menyarankan untuk membeli saja sarapan pagi ini sepertinya tak mungkin, terlihat dari suaminya yang dari tadi cuek aja melihat ia yang baru sholat subuh bahkan acuh tak acuh seperti lupa akan kewajibannya sebagai seorang suami yang harus menuntun istri ke jalan yang benar.


Sembari membersihkan sayur-sayuran Alesa sudah berapa kali menguap pagi ini, ia masih mengantuk karena semalam hanya tidur dua jam lebih dan sebenarnya ingin sekali ia tidur untuk menghilangkan rasa kantuknya namun pekerjaan rumah satupun belum di kerjakannya.


Dengan cekatan Alesa menggoreng tempe yang sudah terendam di adonan tepung dan di dalam adona tepung tersebut juga ia beri irisan daun bawang, sarapan kali ini Alesa membuat tempe goreng mendoan dengan pisang goreng.


Setelah semua siap baru Alesa memasak lauk untuk makan siang dan makan malam nanti, memasak lauk yang simple saja karena menyesuaikan dengan waktu yang begitu mepet yaitu masak tumis sawi putih campur ikan teri medan dengan sambal cabe hijau yang seperti di rumah makan padang.


"Mas, bu. Sarapan" teriak Alesa dari dapur sembari masih berkutik dengan tumisan sayur yang ada di dalam kuali dan di atas kompor.


Sesekali Alesa mencomot tempe goreng mendoan dan pisang goreng, kemudian di masukannya ke dalam mulut karena ia juga mulai merasa lapar apalagi sekarang sudah pukul 06.55 pagi dan syukurnya semua masakannya telah mateng.


Setelah perutnya terisi dan pekerjaan bagian perdapuran selesai, Alesa melanjutkan mencuci pakaiannya dan milik suaminya serta milik bayi Azzam yang sudah di rendamnya dari tadi dengan perlahan Alesa mengucek satu persatu pakaian-pakaian tersebut.

__ADS_1


"Alesa titip ya, mumpung kamu lagi nyuci" kata Ibu mertuanya Alesa melempar beberapa pakaian dan salah satu terkena wajah Alesa


Alesa mengambil pakaian-pakaian milik ibu mertuanya dengan kesal, ia menatap tajam ke arah ibu mertuanya yang sudah menghilang dari balik pintu kamar mandi, ia benar-benar kesal ibu mertuanya seenaknya saja menitip pakaian-pakaian tersebut.


__ADS_2