Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 96


__ADS_3

Lagi-lagi Alesa diam mematung mendapat perlakuan baik dari suaminya, bahkan ia termenung sembari menatap suaminya dengan sangat intens seperti merasa aneh melihat suaminya tiba-tiba berubah.


"Heii, kenapa lihatin aku kayak gitu" kata Mas Ilham sembari melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Alesa


"Gak apa-apa" jawab Alesa kemudian segera menyantap makanan yang di ambilkan oleh suaminya barusan


Suaminya dan Azzam juga mulai menyantap makanan di piring milik mereka masing-masing, hanya berapa menit mereka bertiga pun telah menghabiskan semua makanan yang mereka pesan tadi.


Selesai makan dan membayar makanan yang mereka makan, kini Alesa dan suaminya serta Azzam segera kembali ke sepeda motor mereka yang masih terparkir di toko baju yang mereka kunjungi tadi.


Kemudian suaminya mengambil titipan belanjaan mereka yang masih di kasir toko baju itu, setelah mendapatkan belanjaan mereka suaminya segera melangkahkan kaki menuju sepeda motor.


Lalu di letakkannya semua paper bag berisi belanjaan mereka di sepeda motor, kemudian suaminya segera memerintah Alesa dan Azzam untuk naik ke jok belakang karena mereka harus segera pulang mumpung belum sore.


"Ayah, itu ada masjid. Kita sholat dulu" kata Azzam sembari menunjuk sebuah bangunan masjid yang terlihat agak sepi karena waktu sholat dzuhur sudah lewat setengah jam yang lalu


"Ya sudah" kata Mas Ilham kemudian melajukan sepeda motornya masuk ke dalam halaman masjid


Setelah memarkirkan sepeda motornya, Alesa dan suaminya serta Azzam segera turun dan melangkahkan kaki menuju tempat wudhu yang tersedia di masjid itu lalu selesai mengambil air wudhu mereka langsung masuk ke dalam masjid.

__ADS_1


Dengan khusyuk mereka bertiga sholat berjamaah, membuat Alesa semakin terharu karena sudah lama ia tak merasakan bagaimana berjamaah dengan suaminya apalagi saat ini mereka berjamaah satu keluarga.


Alesa segera mencium punggung tangan suaminya dengan takzim selesai sholat, dan Azzam pun ikut melakukan hal yang sama pada ayahnya kemudian ayahnya mencium Azzam dan Alesa secara bergantian.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita, takut nyampe rumah kemalaman" kata Mas Ilham segera beranjak dari duduknya lalu mengandeng Alesa dan Azzam keluar dari masjid


Tanpa menunggu lama sepeda motor milik suaminya kembali melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat tinggal mereka yang memang masih lumayan jauh, Azzam yang dari tadi mengoceh kini terdiam.


Alesa yang keheranan tak mendengar suara Azzam lagi segera melihat ke arah Azzam yang duduk di antara ia dan suaminya, dan baru tau bahwa ternyata Azzam tertidur pantas saja tak bersuara lagi.


"Azzam tidur?" tanya Mas Ilham karena keheranan juga tak mendengar celotehan Azzam


"Alesa, maafin kesalahan aku selama ini ya. Aku menyesal sudah membuang waktuku selama ini, telah menyia-nyiakan orang yang begitu setia menemaniku ketika aku sempat berada di titik bawah. Aku harap kamu mau memaafkan kesalahan aku, dan mau memulai semuanya lagi dari awal" kata Mas Ilham panjang lebar dengan sangat tulus


Alesa yang mendengar perkataan suaminya barusan langsung menitikkan air mata, terharu dan bahagia akhirnya perjuangannya selama ini yang masih bertahan dengan suaminya terbalas juga meski sedikit terlambat.


"Kenapa kamu menangis, apa kamu tak mau memaafkan aku?" tanya Mas Ilham yang melihat Alesa dari kaca spion


"Aku bahagia Mas Ilham ingin memulai semuanya dari awal lagi meski sedikit terlambat, terima kasih aku harap kita bisa memanfaat waktu yang hanya sisa sedikit" kata Alesa sembari menyunggingkan senyuman tulus

__ADS_1


"Maksud kamu apa waktu yang sisa sedikit, bukankah kita akan hidup selamanya sampai maut yang memisahkan" kata Mas Ilham yang bingung dengan perkataan Alesa


Alesa tak menyahut dan hanya menyunggingkan senyuman terus dengan suaminya yang memperhatikannya dari kaca spion, hingga tak terasa sepeda motor yang di lajukan suaminya telah tiba di depan ruko milik suaminya itu.


Alesa segera turun dari sepeda motor suaminya yang sudah di masukkan suaminya ke teras depan ruko sembari mengendong Azzam, baru saja Alesa hendak melangkah suaminya menahan tangan Alesa dan mengambil alih tubuh Azzam yang ada di gendongan Alesa.


Kemudian suaminya menyerahkan kunci ruko kepada Alesa, agar Alesa bisa membuka pintu rolling door ruko tersebut dan dengan patuh Alesa mengambil kunci itu lalu mendekat ke arah pintu rolling door.


Setelah pintu terbuka Alesa dan suaminya yang mengendong Azzam segera melangkahkan kaki masuk ke dalam ruko, lalu suaminya meletakkan Azzam secara perlahan di kasur lantai yang ada di ruang TV.


"Kamu istirahat juga samping Azzam, pasti capekkan jalan-jalan tadi" kata Mas Ilham saat melihat Alesa diam saja


"Ya sudah" jawab Alesa kemudian melangkah ke kamar mandi sejenak ingin mencuci wajah dan kedua tangan serta kedua kakinya karena habis dari luar


Tak berapa lama setelah dari kamar mandi, Alesa segera membaringkan tubuhnya yang memang sedikit kelelahan habis jalan-jalan tadi di samping Azzam dan tak perlu menunggu lama Alesa pun langsung terlelap.


Sedangkan suaminya memilih untuk duduk di warung miliknya, karena tak ada kerjaan jadi memilih menyibukkan diri bermain gawai yang berlogo apel di gigit itu yang di belinya setengah tahun yang lalu.


Lama kelamaan suaminya mulai bosan bermain gawai di tambah warung miliknya dari tadi sepi, jadi sekarang suaminya memilih berbaring di lantai yang ada di warung miliknya yang kebetulan tersedia karpet disitu.

__ADS_1


__ADS_2