Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 64


__ADS_3

Kini Alesa dan Azzam tertidur di kamar suaminya dengan sengaja pintu kamar itu di kunci oleh Alesa dari dalam, agar tak ada yang menganggu acara tidur siangnya apalagi Alesa merasa sangat mengantuk karena kelelahan mengerjakan pekerjaan di rumah mertuanya.


Adzan ashar berkumandang Alesa terbangun dari tidurnya yang menurutnya sangat nyenyak, Alesa segera beranjak dari tidurnya dan bertepatan Azzam juga ikut terbangun saat merasakan gerakan yang di timbulkan Alesa barusan.


Mau tak mau Alesa harus mengajak Azzam keluar kamar karena ia harus mengambil air wudhu untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-NYA, saat melangkahkan kaki keluar kamar syukurnya tak ada siapa-siapa di ruang keluarga mau pun di dapur jadi Alesa tak begitu khawatir.


Setelah mengambil air wudhu Alesa kembali ke kamar bersama dengan Azzam, Alesa meletakkan Azzam di samping sajadah tempat ia yang hendak sholat lalu ia mulai mengerjakan sholat ashar empat raka'at dengan khusyuk.


Saat hendak salam dan posisi menoleh ke kanan kiri Alesa tak melihat Azzam di sampingnya, Alesa pun langsung beranjak dari duduknya dan keluar kamar mencari keberadaan Azzam yang entah menghilang kemana.


Alesa tak tau kalau Azzam sudah tak ada di dekatnya karena posisi kiblat di kamar suaminya memang membelakangi pintu kamar, sehingga ketika Azzam keluar tentu Alesa tak melihat dan Alesa terus berjalan kesana kemari mencari Azzam.


"Azzam...."


"Azzam...."


"Azzam...." panggil Alesa sedikit berteriak


Alesa mulai frustasi mencari Azzam yang tak kunjung bertemu, ia sudah mencari ke setiap ruangan dan mencari di sekeliling rumah sampai pekarangan rumah mertuanya namun masih tak ada sosok Azzam di sekitar situ.


Alesa mulai menangis karena sudah berapa menit mencari Azzam tapi Azzam masih belum ketemu, Alesa terduduk di teras depan sembari memeluk kedua lututnya dan menundukkan kepalanya ia benar-benar takut kehilangan Azzam.


"Alesa, kamu kenapa?" tanya Mas Ilham sembari memegang pundak Alesa

__ADS_1


Alesa mendongakkan kepalanya kemudian langsung berdiri dan memeluk suaminya, suaminya dan kedua mertuanya yang berada disitu bingung pulang-pulang dari masjid melihat Alesa duduk di teras sembari menangis.


"Azz...Azzam, Mas. Azzam, hilang" kata Alesa dalam pelukan suaminya sembari menangis menyampaikan hal tersebut


"Bagaimana bisa Azzam hilang?" kata Ibu mertuanya Alesa yang tentunya terkejut mendengar cucunya hilang


"Kamu memang tadi kemana?" tanya Mas Ilham masih berusaha tenang karena ia yakin tak mungkin Azzam hilang


"Tadi aku sholat, Azzam aku letakkan di sampingku tapi setelah aku selesai sholat Azzam sudah tak ada. Aku sudah mencari kemana-mana tapi tetap tak ketemu" jelas Alesa dalam isak tangisnya


Suaminya dan bapak mertuanya mulai mencari keberadaan Azzam yang menghilang bak di telan bumi, ibu mertuanya mau tak mau memasak lauk dan membuat makanan untuk berbuka puasa nanti kalau mau menyuruh Alesa saat ini sepertinya tak memungkinkan.


Apalagi Alesa masih menangis di sofa ruang keluarga, berharap dan berdoa Azzam bisa secepatnya di temukan oleh suaminya mau pun bapak mertuanya karena Alesa benar-benar takut apalagi saat ini banyak berita di dunia maya soal penculikan anak kecil.


Kini hari sudah menjelang sore bahkan kemungkinan setengah jam lagi berbuka puasa namun masih belum ada tanda bahwa Azzam kembali, Alesa pun hanya bisa mondar mandir di teras depan berharap ada keajaiban dari ALLAH.


"Bun...." teriak Azzam yang muncul entah dari mana


Alesa yang mondar mandir langsung berhenti saat mendengar suara Azzam, ia takut ia hanya berhalusinasi saja tapi saat ia merasakan ada yang memeluk kedua kakinya segera Alesa menoleh ke belakang dan benar itu adalah Azzam.


"Azzam...." kata Alesa langsung memeluk Azzam dengan sangat erat


Suaminya dan kedua mertuanya yang berada di dalam rumah pun bergegas keluar rumah ingin melihat apa benar Azzam sudah di temukan, tiba di teras suaminya juga langsung ikut memeluk Azzam dengan sangat erat dan bersyukur Azzam sudah kembali.

__ADS_1


Kedua mertuanya mengerutkan kening saat melihat Azzam dan ada anak sulung mereka yang tengah berdiri bersama Salsa cucu mereka, kedua mertuanya langsung saling pandang kini mereka tau kerjaan siapa yang telah membuat Azzam hilang bak di telan bumi.


"Siti, kamu yang bawa Azzam" kata Bapak mertuanya Alesa kepada anak sulungnya itu


"Iya" kata Kakak iparnya Alesa kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah bersama anak bungsunya


Alesa dan suaminya juga membawa Azzam masuk ke dalam rumah begitu juga dengan kedua mertuanya, kini mereka semua sudah berada di dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga ingin mengintrogasi kakak iparnya yang telah membuat kekacauan.


Alesa hanya diam dan begitu trauma atas kejadian barusan, ia terus memangku Azzam sembari memeluk tubuh mungil Azzam dengan erat karena ia tak mau sampai kecolongan seperti ini lagi meski kakak iparnya itu hanya sekedar membawa Azzam berkeliling kampung tetap saja Alesa merasa sangat khawatir.


"Kamu tu seharusnya izin dulu dengan Alesa kalau mau bawa Azzam jalan-jalan, lihat akibat kamu gak ngomong. Semua orang di rumah jadi khawatir takut Azzam di culik" kata Bapak mertuanya Alesa menegur anak sulungnya itu


"Ya elah pak, Alesa nya aja yang terlalu lebay. Pake acara nangis segala, memangnya ada penculik masuk rumah. Yang ada kalo penculik mau masuk ke rumah udah di gebukin orang sekampung" jawab Kakak iparnya Alesa tanpa merasa bersalah sedikitpun


"Syukurin siapa suruh cari masalah dengan aku, baru juga aku membawa pergi anaknya dia sudah menangis sampai sehisteris begitu. Gimana kalau anaknya beneran aku kasih dengan penculik" kata Kakak iparnya Alesa dalam hati sembari menyeringai


"Tapi tetap saja mbak, mbak harus ngomong" kata Mas Ilham yang akhirnya ikut bersuara


"Iya-iya, maaf aku hanya kasihan melihat Azzam main sendirian jadi aku ajak aja berkeliling kampung bersama Salsa" kata Kakak iparnya Alesa meminta maaf tapi terlihat tak ikhlas


Hingga tak terasa adzan magrib pun berkumandang, kini mereka semua mulai berbuka puasa setelah hampir kehabisan tenaga gara-gara mencari keberadaan Azzam yang tak di temukan dan ternyata di bawa kakak iparnya berkeliling kampung.


Selesai berbuka puasa, Alesa langsung membersihkan tubuh Azzam dengan kain basah yang terasa sangat lengket apalagi Azzam habis berkeliling kampung dan pulang ke rumah sudah sore hari dan tak sempat tadi Alesa memandikan Azzam.

__ADS_1


__ADS_2