Rasa Yang Mati

Rasa Yang Mati
Bab 74


__ADS_3

Suaminya Alesa yang berada di dalam kamar mendengar apa yang barusan di katakan kakak pertama Alesa dan juga mendengar jawaban yang keluar dari mulut Alesa, suaminya Alesa tak percaya jika Alesa tak akan memberi tahu soal ia yang pernah kasar dengan Alesa.


Padahal bisa saja Alesa memberi tahu segala perbuatannya selama mereka menikah, dan kemungkinan juga ayah mertuanya serta kedua kakak laki-laki Alesa langsung menghajarnya habis-habis namun ternyata Alesa masih melindunginya.


Lagi-lagi ia merasa bersalah mengapa selama mereka menikah tak bisa berbuat baik dengan Alesa, padahal Alesa telah rela jauh dari orang tuanya demi untuk baktinya kepada ia sebagai suami bahkan Alesa terlah mengorbankan masa remaja demi rumah tangga mereka.


Tapi ia telah berusaha berubah meski ia taul semuanya sudah terlambat, namun ia berjanji ke


depannya akan berbuat baik kepada Alesa meski Alesa sudah tak mencintainya lagi dan yang paling utama ialah masa depan Azzam.


Adzan isya' berkumandang sang ayah dan kedua kakak laki-laki Alesa pamit dengan para wanita hendak berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah, setelah berapa menit kepergian sang ayah dan kedua kakak laki-laki Alesa suaminya Alesa pun keluar dari kamar Alesa.


"Aku berangkat ke masjid, ya" kata Mas Ilham saat berpapas dengan Alesa yang kebetulan hendak ke kamar juga ingin menidurkan Azzam yang mulai mengantuk.


"Iya" jawab Alesa sembari menganggukkan kepala


Suaminya Alesa pun melangkahkan kaki keluar rumah dan menuju masjid yang tak jauh dari rumah orang tuanya Alesa, sedangkan Alesa kini sudah berbaring di atas kasur sembari menyusui Azzam yang mulai memejamkan kedua kelopak matanya.


Setengah jam telah berlalu setelah Azzam tidur Alesa segera beranjak dari kamarnya hendak ke kamar mandi ingin mengambil air wudhu buat sholat isya', setelah itu Alesa kembali ke kamarnya dan memilih sholat di kamar sendirian karena kebetulan sang ibu dan kedua istri kakaknya sudah sholat.


Sang ayah dan kedua kakak laki-lakinya sudah pulang dari masjid berapa menit yang lalu, namun suaminya lagi-lagi belum pulang padahal malam sudah agak larut entah mengapa suaminya memilih berangkat dan pulang akhiran terus.

__ADS_1


Selesai sholat Alesa memilih membaca al-quran sebentar dengan lantunan yang begitu merdu membuat Alesa meneteskan air mata, entah mengapa perasaannya saat ini ingin sekali menangis padahal dari tadi ia merasa baik-baik saja.


Setelah itu Alesa merapikan alat sholat yang di pakainya barusan dan kembali di simpannya di gantungan yang ada di balik pintu, lalu Alesa duduk di atas kasur sembari memainkan gawainya sebentar namun Alesa masih belum melihat suaminya pulang.


Alesa pun segera beranjak dari kasur kemudian keluar dari kamarnya, tiba di ruang TV hanya ada sang ibu dan kedua istri kakaknya sedangkan keponakan-keponakannya sudah pada tidur juga dan di ruang depan hanya ada sang ayah dan kedua kakak laki-lakinya tak ada suaminya.


Terus suaminya kemana ini sudah pukul 08.30 namun suaminya belum juga kembali, Alesa memilih keluar rumah ingin ke masjid mencari sosok suaminya dan ia tak mau hanya karena suaminya memiliki masalah di keluarganya jadi harus terus menghindar seperti ini.


Yang pasti takkan selesai sampai kapanpun permasalahannya jika tak di selesaikan secepatnya, saat tiba di masjid Alesa melihat sosok suaminya yang tengah mengobrol dengan seorang ustad yang biasa jadi imam di masjid di daerah Alesa.


"Mas....." panggil Alesa berdiri tak jauh dari suaminya


"Istri nak Ilham udah mencari, malam juga sudah makin larut. Saya pamit pulang ya" kata Ustad itu sembari menepuk pundak suaminya Alesa


"Iya pak ustad, hati-hati di jalan" kata Mas Ilham sembari tersenyum ramah


Selepas kepergian ustad tadi, Alesa dan suaminya segera melangkahkan kaki keluar dari masjid dan hendak pulang ke kediaman orang tua Alesa namun sepanjang perjalanan meski berjalan beriringan tak ada yang memulai obrolan di antara Alesa dan suaminya.


Sampai akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua Alesa, Alesa langsung masuk mendahului suaminya dan segera melangkahkan kaki ke kamar mandi hendak mencuci wajahnya serta kedua tangan dan kedua kaki karena habis keluar.


"Dari mana, dek?" tanya Kakak pertama Alesa saat melihat Alesa baru keluar dari kamar mandi dan sebenarnya kakak pertama Alesa hendak bertanya pas Alesa masuk rumah namun urung karena Alesa langsung ke belakang dan masuk kamar mandi

__ADS_1


"Habis jemput Mas Ilham, karena aku kira dia kesasar soalnya dari tadi belum pulang" kata Alesa bercanda dengan kakak pertamanya itu


"Hahaha, ada-ada aja kamu ni dek. Memangnya Ilham anak kecil gak tau jalan pulang" kata Kakak pertama Alesa tertawa dengan yang lain juga


"Kali aja, bang. Kita kan gak tau, sebelum terjadi mending waspada" kata Alesa lagi kemudian mendudukkan bokongnya di dekat sang ibu


Sedangkan suaminya Alesa setelah masuk rumah langsung melangkahkan kaki ke kamar Alesa, tak berniat lagi untuk keluar kamar atau pun bergabung dengan semua anggota keluarga Alesa yang saat ini sedang menertawakannya karena habis di jemput Alesa.


Suasana di ruang TV begitu damai dan tentram meski terdengar suara film di layar TV, tapi tak merubah suasana itu sedikit pun bahkan kedua kakak laki-laki Alesa terus menjahili dan mengejek adik bungsu mereka itu yang saat ini sedang manja-manjanya dengan sang ibu.


Dan suasana seperti inilah yang sangat di rindukan Alesa setelah sekian lama jarang bertemu dengan kedua kakak laki-lakinya, apalagi kedua kakak laki-lakinya semenjak menikah memutuskan tinggal di luar kota yang lumayan jauh dari kediaman orang tua mereka.


Bahkan setelah Alesa menikah dua tahun lebih ini pertemuan mereka lagi karena kedua kakak laki-lakinya memang tak bisa selalu pulang ke kediaman orang tua mereka, selain faktor jauh ada juga faktor pekerjaan yang sulit untuk di tinggalkan oleh kedua kakak laki-lakinya itu.


Karena malam semakin larut semua yang berada di ruang TV pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, begitu juga dengan Alesa yang segera melangkahkan kaki masuk ke dalam kamarnya.


Tiba di kamar Alesa melihat suaminya belum tidur dan masih duduk bersandaran di dinding sembari memainkan gawai, Alesa duduk di meja riasnya lebih dulu memoleskan skincare dari adik iparnya yang kini sangat rutin di pakainya baik siang mau pun malam.


Bahkan kulit wajah Alesa sudah tampak glowing dan awet muda, hanya saja kini berat badan Alesa yang turun sangat menyusut dari waktu ia hamil sampai melahirkan bahkan bisa jadi sekarang Alesa terlihat sangat kurus di banding ia masih gadis dulu.


Makan Alesa juga sekarang terkadang nafsu terkadang juga kurang nafsu, belum lagi pola tidurnya yang tak beratur dan sering begadang apalagi jika Azzam panas tinggi pasti ia terpaksa begadang karena Azzam sangat rewel.

__ADS_1


__ADS_2