
"Jadi kan Mas, menginap di rumah orang tuaku" kata Alesa saat mereka sudah tiba di terminal bus setelah melakukan perjalanan selama sehari semalam
"Iya, gak mungkin juga nolak permintaan kedua orang tua kamu" jawab Mas Ilham yang sebenarnya agak malas untuk menginap di kediaman mertuanya
Alesa dan suaminya mencari sebuah mobil travel yang menuju ke arah kediaman orang tua Alesa, kediaman orang tua Alesa tidak jauh dari pusat kota hanya butuh waktu dua jam untuk sampai disana.
Setelah mendapatkan sebuah mobil travel Alesa dan suaminya segera masuk ke dalam mobil travel tersebut, mobil travel pun mulai melaju meninggalkan terminal bus dan menuju desa dimana kediaman orang tua Alesa berada.
Sepanjang perjalanan tak ada percakapan apapun antara Alesa dan suaminya, mereka berdua sama-sama diam seperti para penumpang lainnya bahkan Alesa memilih memandangi pemandangan di luar jendela.
Hingga akhirnya mobil travel yang membawa Alesa dan suaminya serta penumpang lain pun berhenti di pangkalan ojek, Alesa dan suaminya segera turun dari mobil travel setelah membayar ongkos mereka.
Kemudian Alesa dan suaminya memesan dua ojek untuk minta di antar ke kediaman orang tua Alesa, jalan tersebut sangat kecil bahkan jalannya masih koral merah ini juga akses jalan satu-satunya menuju kediaman orang tua Alesa yang hanya bisa di masukin sepeda motor sedangkan mobil belum bisa masuk.
Lima belas menit kemudian Alesa dan suaminya tiba di depan kediaman orang tua Alesa, Alesa sangat bahagia sudah setengah tahun lebih ia tak pulang ke rumah masa kecil dan kini akhirnya bisa juga ia menginjakkan kaki lagi disini meski hanya berapa hari akan menginap di kediaman orang tuanya.
"Ini bang ongkosnya, nanti di bagi aja. Soalnya gak punya uang kecil" kata Alesa sembari menyodorkan uang lima puluh ribu kepada salah satu tukang ojek tersebut
"Ohh iya neng, terima kasih" ucap Tukang ojek itu kemudian mereka berlalu
Alesa langsung melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan suaminya yang tengah sibuk membawa tas mereka, saat bertemu sang ibu Alesa langsung memeluk sang ibu sembari meneteskan air mata.
__ADS_1
Sang ibu tentu membalas pelukan dari Alesa dan membiarkan Alesa menangis di pelukannya, karena sang ibu pikir Alesa menangis karena sangat merindukan orang tuanya namun pemikiran sang ibu salah justru Alesa menangis menumpahkan segala kesedihan yang di alaminya selama ini.
Suaminya Alesa mencium punggung tangan mertuanya dengan takzim sembari memperhatikan Alesa yang tengah menangis, mertuanya yang laki-laki dengan ramah mengajak sang menantu untuk duduk di ruang tamu.
"Udah donk nangisnya, ibu hamil itu harus selalu tersenyum gak boleh nangis. Entar dedek bayi di dalam ikut nangis juga" kata Ibunya Alesa menenangkan sang anak
Alesa yang memang sudah puas menumpahkan kesedihannya segera menghapus air matanya yang membasahi kedua matanya serta yang ada di kedua pipinya, Alesa pun menyunggingkan senyumannya kepada kedua orang tuanya agar kedua orang tuanya menganggap ia sudah baik-baik saja.
Sedangkan suaminya Alesa terus meremas jari jemarinya yang terasa berkeringat dingin setelah melihat Alesa selesai menangis, suaminya Alesa begitu takut kedua mertuanya mengintrogasinya atau mengintrogasi Alesa mengapa Alesa tiba-tiba menangis.
"Kamu kenapa tiba-tiba menangis nak?" tanya Ayahnya Alesa kepada sang anak
Deg
"Alesa....." kata Alesa menghentikan perkataannya sembari melihat suaminya yang tengah gugup
"Kenapa kalian berdua ada masalah?" tanya Ibunya Alesa ikut melihat ke arah sang menantu
"Gak kok bu, Alesa cuma kangen dengan ibu dan ayah tapi Mas Ilham sangat sibuk dengan warungnya jadi gak pernah bisa memenuhi keinginan Alesa mau ketemu ibu dan ayah" jawab Alesa menjelaskan penyebab ia menangis tadi
Suaminya Alesa langsung bernapas lega ketika mendengar jawaban yang keluar dari mulut Alesa, namun suaminya Alesa masih takut sewaktu-waktu bisa saja Alesa memberi tahu yang sebenarnya kepada kedua mertuanya.
__ADS_1
"Ya ampun, ayah kira kenapa. Iya di maklumilah nak Ilham kan sibuk dengan warungnya buat kebutuhan kamu dengan calon anak kalian" kata Ayahnya Alesa kepada sang anak
"Iya yah, makanya pas ketemu ibu tadi Alesa langsung memeluk ibu dan menumpahkan rasa rindu Alesa yang akhirnya bisa bertemu ibu dan ayah" kata Alesa yang kini bergelayut manja dengan sang ibu
"Iya harap maklumlah nak Ilham kalau Alesa banyak tingkah, namanya anak bungsu ya beginilah sangat manja" kata Ibunya Alesa menjelaskan kepada sang menantu sembari tangannya tak henti-henti membelai kepala sang anak
Suaminya Alesa hanya menganggukkan kepala sembari berusaha tersenyum menanggapi perkataan sang mertua, dan sebenarnya perasaan suaminya Alesa masih tak tenang sebelum mereka kembali ke ruko tempat tinggal mereka.
Alesa dan suaminya pun diminta kedua orang tua Alesa untuk istirahat dahulu di kamar Alesa waktu masih gadis dulu, apalagi Alesa dan suaminya baru nyampe dan telah melakukan perjalanan jauh tentu sangat lelah.
Tiba di kamar Alesa langsung menuju tempat tidur dan segera berbaring di atas ranjang, sedangkan suaminya masih berdiri mematung sembari menatap Alesa dengan sangat dalam sehingga membuat Alesa yang sedang menghadap ke arah suaminya mengerutkan keningnya.
"Ada apa Mas? apa perlu sesuatu?" tanya Alesa kepada suaminya dengan posisi masih berbaring
"Gak ada kok, aku hanya mau ngucapin terima kasih" jawab Mas Ilham kemudian duduk di tepi ranjang menghadap ke arah Alesa
"Terima kasih buat apa?" tanya Alesa yang semakin mengerutkan keningnya
"Buat hal tadi, aku pikir kamu bakal memberi tahu perlakuanku selama ini dan perlakuan orang tuaku selama kita tinggal di kediaman orang tuaku kemarin" kata Mas Ilham sedikit memelankan suara karena takut terdengar oleh kedua mertuanya
Alesa yang mendengar perkataan dari suaminya hanya tersenyum dan memilih untuk memejamkan kedua kelopak matanya, tak pernah terpikir oleh Alesa untuk memberi tahu kedua orang tuanya karena baginya ia yang telah memilih Mas Ilham yang menjadi suaminya jadi harus menerima apapun yang akan terjadi ke depannya selagi itu bukan perselingkuhan atau pun KDRT.
__ADS_1
Jadi masih bisa dimaafkan oleh Alesa, apalagi soal perlakuan mertuanya dan kakak iparnya kemarin bagi Alesa tak masalah mungkin saja keluarga suaminya hanya ingin menguji kesabarannya atau mau melihat apakah ia bisa mengurus anak laki-laki mereka satu-satunya ini.
"Istirahatlah Mas, memang Mas gak capek habis melakukan perjalanan jauh" ujar Alesa tanpa membuka kedua kelopak matanya.